alexametrics
24 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Dokter Surya Haskara Dicecar 15 Pertanyaan

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Surya Haskara memenuhi pemanggilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan kemarin (21/10). Dia memberikan klarifikasi pada bidang sumber daya kesehatan (SDK) dinkes. Pengacara Bachtiar Pradinata dan Direktur RSIA Glamour Husada Kebun yang sekaligus Sekcam Kamal Ainul Yakin ikut mendampingi.

Kabid SDK Dinkes Bangkalan Indah Wahyuni menyampaikan, pemanggilan dokter Surya Haskara didasari adanya rekomendasi pencabutan SIP yang dikeluarkan organisasi profesinya. Pemanggilan tersebut hanya untuk meminta klarifikasi.

Selain memanggil dokter Surya Haskara, pihaknya akan mengundang Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan dokter Muljadi Amanullah. Tujuannya sama, meminta penjelasan mengenai rekomendasi pencabutan SIP yang dilayangkan ke dinkes.

”Kita juga akan memanggil pihak POGI, sudah dijadwal, insyaallah jam satu siang,” ujarnya kemarin.

Pemanggilan bidan yang mengaku mendapat uang transportasi Rp 2 juta setelah merujuk pasien ke RSIA Glamour Husada Kebun belum dijadwal. Pihaknya masih membutuhkan beberapa keterangan untuk melakukan pemanggilan bidan. ”Nanti (pemanggilan bidan) akan kami pelajari lebih lanjut,” sambungnya.

Bachtiar Pradinata, kuasa hukum Surya Haskara, membenarkan pemanggilan yang dilakukan Dinkes Bangkalan hanya meminta klarifikasi. Yaitu, berkaitan dengan surat rekomendasi pencabutan SIP yang dikeluarkan POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan.

Baca Juga :  UTM Fokus Kembangkan Potensi Madura

Menurut dia, ada 15 pertanyaan yang disampaikan bidang SDK Dinkes Bangkalan kepada kliennya. Salah satunya berkaitan dengan kebenaran isi surat rekomendasi POGI yang menyatakan Surya Haskara melanggar kesepakatan karena memberikan uang transportasi lebih dari kesepakatan.

”Sudah dijawab oleh dokter Surya secara tegas bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang transportasi kepada bidan. Dengan bidannya pun, dokter Surya tidak pernah ketemu dan tidak pernah kenal. Jadi, bagaimana dia bisa memberikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan Muljadi Amanullah mengaku tidak pernah menerima surat pemanggilan Dinkes Bangkalan. Karena itu, pihaknya tidak memenuhi permintaan klarifikasi yang dijadwalkan dinkes. ”Saya belum terima surat (pemanggilan). Kalau dipanggil pasti datang,” tegasnya.

Muljadi menegaskan, penerbitan surat rekomendasi pencabutan SIP tidak mengada-mengada. Pihaknya memang menerima informasi dari seorang bidan yang mendapat uang tranportasi lebih dari kesepakatan yang dibuat POGI. ”Oh ada (bidannya),” tandasnya.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu, POGI mendapat informasi adanya pemberian uang pengganti transportasi melebihi kesepakatan bersama di tempat dr Surya Haskara bekerja. Berdasar laporan yang diterima, RSIA Glamour Husada Kebun memberikan uang transportasi kapada bidan yang merujuk pasien dari Kecamatan Arosbaya. Yakni, Rp 2 juta. Perinciannya, Rp 500 ribu dimasukkan amplop dan Rp 1,5 juta lainnya diberikan secara langsung.

Baca Juga :  Berikan Layanan Online, FISIB UTM Terus Berinovasi

Atas temuan itu, POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan mengeluarkan rekomendasi pencabutan atau pembekuan SIP dr Surya Haskara.

Rekomendasi pencabutan SIP yang dilayangkan ke Dinkes Bangkalan tersebut tertuang dalam surat nomor 07/sekrt/POGI-CAB.SBY-KM-K.BKL/X/2021. Surat tertanggal Kamis (14/10) tersebut ditandatangani Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan dr Muljadi Amanullah.

Rekomendasi pencabutan SIP juga disetujui dan ditandatangani anggota serta pengurus POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan yang lain. Di antaranya, dr Muljadi Amanullah, dr Raudatul Hikmah, dr Bambang Soejahjo, dan dr Ummu Hanik.

Kemudian, dr Nur Waqiah, dr Desak Ketut Ayu Aryani, dr M. Taufiq Safiie, dr Ratriana Via Parasti, dr Akhmad Risdianto, dan dr Widjaja Indrachan. Tanda tangan itu dibubuhkan dalam surat bernomor 06/sekrt/POGI-CAB.SBY-KM-K.BKL/X/2021. 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Surya Haskara memenuhi pemanggilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan kemarin (21/10). Dia memberikan klarifikasi pada bidang sumber daya kesehatan (SDK) dinkes. Pengacara Bachtiar Pradinata dan Direktur RSIA Glamour Husada Kebun yang sekaligus Sekcam Kamal Ainul Yakin ikut mendampingi.

Kabid SDK Dinkes Bangkalan Indah Wahyuni menyampaikan, pemanggilan dokter Surya Haskara didasari adanya rekomendasi pencabutan SIP yang dikeluarkan organisasi profesinya. Pemanggilan tersebut hanya untuk meminta klarifikasi.

Selain memanggil dokter Surya Haskara, pihaknya akan mengundang Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan dokter Muljadi Amanullah. Tujuannya sama, meminta penjelasan mengenai rekomendasi pencabutan SIP yang dilayangkan ke dinkes.


”Kita juga akan memanggil pihak POGI, sudah dijadwal, insyaallah jam satu siang,” ujarnya kemarin.

Pemanggilan bidan yang mengaku mendapat uang transportasi Rp 2 juta setelah merujuk pasien ke RSIA Glamour Husada Kebun belum dijadwal. Pihaknya masih membutuhkan beberapa keterangan untuk melakukan pemanggilan bidan. ”Nanti (pemanggilan bidan) akan kami pelajari lebih lanjut,” sambungnya.

Bachtiar Pradinata, kuasa hukum Surya Haskara, membenarkan pemanggilan yang dilakukan Dinkes Bangkalan hanya meminta klarifikasi. Yaitu, berkaitan dengan surat rekomendasi pencabutan SIP yang dikeluarkan POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan.

Baca Juga :  Mendatangi Puskeswan di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan

Menurut dia, ada 15 pertanyaan yang disampaikan bidang SDK Dinkes Bangkalan kepada kliennya. Salah satunya berkaitan dengan kebenaran isi surat rekomendasi POGI yang menyatakan Surya Haskara melanggar kesepakatan karena memberikan uang transportasi lebih dari kesepakatan.

”Sudah dijawab oleh dokter Surya secara tegas bahwa dirinya tidak pernah memberikan uang transportasi kepada bidan. Dengan bidannya pun, dokter Surya tidak pernah ketemu dan tidak pernah kenal. Jadi, bagaimana dia bisa memberikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan Muljadi Amanullah mengaku tidak pernah menerima surat pemanggilan Dinkes Bangkalan. Karena itu, pihaknya tidak memenuhi permintaan klarifikasi yang dijadwalkan dinkes. ”Saya belum terima surat (pemanggilan). Kalau dipanggil pasti datang,” tegasnya.

Muljadi menegaskan, penerbitan surat rekomendasi pencabutan SIP tidak mengada-mengada. Pihaknya memang menerima informasi dari seorang bidan yang mendapat uang tranportasi lebih dari kesepakatan yang dibuat POGI. ”Oh ada (bidannya),” tandasnya.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu, POGI mendapat informasi adanya pemberian uang pengganti transportasi melebihi kesepakatan bersama di tempat dr Surya Haskara bekerja. Berdasar laporan yang diterima, RSIA Glamour Husada Kebun memberikan uang transportasi kapada bidan yang merujuk pasien dari Kecamatan Arosbaya. Yakni, Rp 2 juta. Perinciannya, Rp 500 ribu dimasukkan amplop dan Rp 1,5 juta lainnya diberikan secara langsung.

Baca Juga :  SMPN 2 Bangkalan Banjir Apresiasi Berkat Kreasi

Atas temuan itu, POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan mengeluarkan rekomendasi pencabutan atau pembekuan SIP dr Surya Haskara.

Rekomendasi pencabutan SIP yang dilayangkan ke Dinkes Bangkalan tersebut tertuang dalam surat nomor 07/sekrt/POGI-CAB.SBY-KM-K.BKL/X/2021. Surat tertanggal Kamis (14/10) tersebut ditandatangani Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan dr Muljadi Amanullah.

Rekomendasi pencabutan SIP juga disetujui dan ditandatangani anggota serta pengurus POGI Cabang Surabaya Komisariat Madura Koordinator Bangkalan yang lain. Di antaranya, dr Muljadi Amanullah, dr Raudatul Hikmah, dr Bambang Soejahjo, dan dr Ummu Hanik.

Kemudian, dr Nur Waqiah, dr Desak Ketut Ayu Aryani, dr M. Taufiq Safiie, dr Ratriana Via Parasti, dr Akhmad Risdianto, dan dr Widjaja Indrachan. Tanda tangan itu dibubuhkan dalam surat bernomor 06/sekrt/POGI-CAB.SBY-KM-K.BKL/X/2021. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/