alexametrics
21 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Madura Diguncang Gempa Bumi Tektonik 5,3 SR

BANGKALAN – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,3 skala Richter (SR) terjadi di Laut Jawa, tepatnya di laut lepas sebelah utara Kecamatan Sepulu, Kamis (21/9) sekitar pukul 06.59.  Beruntung, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Karena itu, warga Bangkalan diimbau tidak panik dan tetap tenang.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, gempa bumi tektonik berkekuatan 5,3 skala Richter terjadi pada koordinat episenter pada 6,2 Lintang Selatan dan 112,95 Bujur Timur. Tepatnya di Laut Jawa  pada jarak 76 kilometer sebelah utara Kecamatan Sepulu, Bangkalan pada kedalaman 594 kilometer.

Forecaster BMKG Maritim Perak Surabaya Ari Widjajanto menjelaskan, dampak gempa bumi tektonik telah digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap). Hasilnya menunjukkan goyangan lemah. Meski demikian, gempa dirasakan di daerah Bangkalan, Gresik, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Situbondo dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).

Baca Juga :  Komitmen Pemkab Pamekasan untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

”Karena hiposenternya dalam, maka gempa ini tidak berpotensi merusak dan tidak berpotensi tsunami,” terangnya.

Dia mengungkapkan, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi tektonik yang terjadi merupakan akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di sebelah utara Madura.

”Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh aktivitas penyesaran turun (normal fault),” ucapnya.

Ari menambahkan, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi tektonik susulan (aftershock). ”Kepada masyarakat di sekitar wilayah Bangkalan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris membenarkan gempa terjadi di utara Kecamatan Sepulu, Bangkalan. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak. ”Ya benar ada gempa,” akunya.

Baca Juga :  15 Staf Sekretariat-Anggota DPRD Positif Usai Rapid Test

Menurut Rizal, akibat gempa tersebut tidak terjadi guncangan di wilayah Bangkalan. Dari kecamatan lain juga tidak ada laporan terjadi kerusakan. Dia meminta masyarakat Madura, khususnya Bangkalan untuk tenang.

”Jangan percaya dengan isu-isu negatif. Kami minta warga tetap tenang sehingga bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya,” pesannya.

 

 

 

BANGKALAN – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,3 skala Richter (SR) terjadi di Laut Jawa, tepatnya di laut lepas sebelah utara Kecamatan Sepulu, Kamis (21/9) sekitar pukul 06.59.  Beruntung, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Karena itu, warga Bangkalan diimbau tidak panik dan tetap tenang.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia, gempa bumi tektonik berkekuatan 5,3 skala Richter terjadi pada koordinat episenter pada 6,2 Lintang Selatan dan 112,95 Bujur Timur. Tepatnya di Laut Jawa  pada jarak 76 kilometer sebelah utara Kecamatan Sepulu, Bangkalan pada kedalaman 594 kilometer.

Forecaster BMKG Maritim Perak Surabaya Ari Widjajanto menjelaskan, dampak gempa bumi tektonik telah digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap). Hasilnya menunjukkan goyangan lemah. Meski demikian, gempa dirasakan di daerah Bangkalan, Gresik, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Situbondo dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).

Baca Juga :  Waspada, Longsor Terus Mengancam

”Karena hiposenternya dalam, maka gempa ini tidak berpotensi merusak dan tidak berpotensi tsunami,” terangnya.

Dia mengungkapkan, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi tektonik yang terjadi merupakan akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di sebelah utara Madura.

”Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh aktivitas penyesaran turun (normal fault),” ucapnya.

Ari menambahkan, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi tektonik susulan (aftershock). ”Kepada masyarakat di sekitar wilayah Bangkalan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris membenarkan gempa terjadi di utara Kecamatan Sepulu, Bangkalan. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak. ”Ya benar ada gempa,” akunya.

Baca Juga :  Komitmen Pemkab Pamekasan untuk Percepat Pemulihan Pascabencana

Menurut Rizal, akibat gempa tersebut tidak terjadi guncangan di wilayah Bangkalan. Dari kecamatan lain juga tidak ada laporan terjadi kerusakan. Dia meminta masyarakat Madura, khususnya Bangkalan untuk tenang.

”Jangan percaya dengan isu-isu negatif. Kami minta warga tetap tenang sehingga bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya,” pesannya.

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/