alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Gedung SDN Sambiyan 4 Rusak Parah

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kondisi ruang belajar siswa SDN Sambiyan 4, Kecamatan Konang, sangat memprihatinkan. Terbukti, hampir seluruh bangunan rusak, atap bocor, dan tembok mengelupas.

Komisi D DPRD Bangkalan mengaku kecolongan atas kondisi tersebut. Pasalnya, selama ini belum ada laporan dari kepala sekolah dan warga sekitar mengenai kerusakan di sekolah itu.

”Satu per satu SDN di Bangkalan mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat. Kami tidak mungkin tahu kalau tidak ada yang melaporkan,” kata Nur Hasan, ketua Komisi D DPRD Bangkalan, kemarin (20/6).

Pihaknya mengetahui adanya kerusakan gedung sekolah di Kecamatan Konang tersebut setelah ada audiensi. Menurut dia, pihaknya juga langsung meninjau ke lokasi. Terdapat dua sekolah yang kondisi gedungnya cukup memprihatinkan. Yakni, SDN Sambiyan 3 dan 4. ”Di SDN Sambiyan 3 hampir tidak ada ruangannya dan harus menempati ruang perpustakaan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penghargaan Bagi Pelanggan Potensial

Kendati demikian, kerusakan yang terjadi di beberapa sekolah tersebut tak kunjung diperbaiki. Diduga, yang diusulkan masing-masing operator sekolah melalui daftar pokok pendidikan (dapodik) tidak benar.

”Kalau yang diusulkan di dapodik kondisinya rusak ringan pasti pemerintah pusat tidak akan melirik. Seharusnya, pelaporannya harus kondisi berat,” tandasnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta korwil dan pengawas di masing-masing wilayah kerja juga memperhatikan pembenahan administrasi. Termasuk dapodik yang dinilai sangat urgen.

”Saya minta disdik mengontrol korwil dan pengawas untuk memperhatikan administrasi. Tidak cukup mengawasi proses belajar mengajar saja,” tegasnya.

Melihat kondisi ruang kelas yang sudah rusah parah, pihaknya meminta Disdik Bangkalan segera melakukan perbaikan. Meskipun batas verifikasi data dapodik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) berakhir pada Mei lalu.

Baca Juga :  Pengerjaan Harus Tepat dan Cepat

”Kalau melalui dana alokasi khusus (DAK) sudah tidak bias. Pada 2023, kita akan mendorong penggunaan dana alokasi umum (DAU),” usulnya.

Kepala SDN Sambiyan 4 Sudarsono menyampaikan, kerusakan tersebut sudah lama dibiarkan. Tepatnya, sejak dirinya menjabat selama kurang lebih satu tahun, ruangan yang rusak tidak ditempati. ”Sebelum saya menjabat di sini, kata warga, kelas yang rusak itu sudah tidak ditempati,” tuturnya.

Dia mengatakan, kerusakan gedung sekolah tersebut beberapa kali sudah mendapat kunjungan dari DPRD dan disdik. Bahkan, proposal juga sudah diajukan, namun sampai saat ini tidak diperbaiki.

”Kami berharap, sekolah segera mendapat bantuan perbaikan gedung. Kasihan siswa yang ingin belajar tretan,” harapnya. (za/rus)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kondisi ruang belajar siswa SDN Sambiyan 4, Kecamatan Konang, sangat memprihatinkan. Terbukti, hampir seluruh bangunan rusak, atap bocor, dan tembok mengelupas.

Komisi D DPRD Bangkalan mengaku kecolongan atas kondisi tersebut. Pasalnya, selama ini belum ada laporan dari kepala sekolah dan warga sekitar mengenai kerusakan di sekolah itu.

”Satu per satu SDN di Bangkalan mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat. Kami tidak mungkin tahu kalau tidak ada yang melaporkan,” kata Nur Hasan, ketua Komisi D DPRD Bangkalan, kemarin (20/6).


Pihaknya mengetahui adanya kerusakan gedung sekolah di Kecamatan Konang tersebut setelah ada audiensi. Menurut dia, pihaknya juga langsung meninjau ke lokasi. Terdapat dua sekolah yang kondisi gedungnya cukup memprihatinkan. Yakni, SDN Sambiyan 3 dan 4. ”Di SDN Sambiyan 3 hampir tidak ada ruangannya dan harus menempati ruang perpustakaan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Industri, Utamakan Kearifan Lokal

Kendati demikian, kerusakan yang terjadi di beberapa sekolah tersebut tak kunjung diperbaiki. Diduga, yang diusulkan masing-masing operator sekolah melalui daftar pokok pendidikan (dapodik) tidak benar.

”Kalau yang diusulkan di dapodik kondisinya rusak ringan pasti pemerintah pusat tidak akan melirik. Seharusnya, pelaporannya harus kondisi berat,” tandasnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta korwil dan pengawas di masing-masing wilayah kerja juga memperhatikan pembenahan administrasi. Termasuk dapodik yang dinilai sangat urgen.

”Saya minta disdik mengontrol korwil dan pengawas untuk memperhatikan administrasi. Tidak cukup mengawasi proses belajar mengajar saja,” tegasnya.

Melihat kondisi ruang kelas yang sudah rusah parah, pihaknya meminta Disdik Bangkalan segera melakukan perbaikan. Meskipun batas verifikasi data dapodik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) berakhir pada Mei lalu.

Baca Juga :  Pembangunan Lanjutan Gedung Dewan Usai Dipangkas Sisa Rp 20,4 M

”Kalau melalui dana alokasi khusus (DAK) sudah tidak bias. Pada 2023, kita akan mendorong penggunaan dana alokasi umum (DAU),” usulnya.

Kepala SDN Sambiyan 4 Sudarsono menyampaikan, kerusakan tersebut sudah lama dibiarkan. Tepatnya, sejak dirinya menjabat selama kurang lebih satu tahun, ruangan yang rusak tidak ditempati. ”Sebelum saya menjabat di sini, kata warga, kelas yang rusak itu sudah tidak ditempati,” tuturnya.

Dia mengatakan, kerusakan gedung sekolah tersebut beberapa kali sudah mendapat kunjungan dari DPRD dan disdik. Bahkan, proposal juga sudah diajukan, namun sampai saat ini tidak diperbaiki.

”Kami berharap, sekolah segera mendapat bantuan perbaikan gedung. Kasihan siswa yang ingin belajar tretan,” harapnya. (za/rus)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/