alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Disdag Waspadai Potensi Penimbunan Elpiji

BANGKALAN – Permintaan elpiji 3 kilogram di bulan Ramadan meningkat. Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan melakukan berbagai antisipasi. Mulai potensi terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen, hingga potensi terjadi penimbunan elpiji.

Plt Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Siti Fitriyah menyampaikan, berdasarkan pantauan sementara, stok elpiji melon di Kota Salak masih aman. Pekan lalu pihaknya sudah melakukan survei ke sejumlah pangkalan.

Menurut dia, selama Ramadan pasokan elpiji 3 kilogram ditambah. Itu untuk mengantisipasi tingginya permintaan. ”Kami pantau di tiga pangkalan masih aman. Sudah kami survei,” ucapnya Senin (21/5).

Sehari 2.240 lebih elpiji melon ludes dibeli masyarakat. Perempuan yang akrab disapa Pipit itu mengungkapkan, dalam satu pangkalan di Bangkalan biasanya dipasok satu hingga tiga truk elpiji setiap harinya. Dalam satu unit truk terdapat sekitar 560 tabung elpiji. ”Satu pangkalan ada yang dipasok tiga truk,” katanya.

Baca Juga :  Aneh, DPMD Tutupi SPj Realisasi Program

Untuk harga, lanjut Pipit, dari pangkalan dijual Rp 16 ribu. Namun yang sudah beredar di pasaran rata-rata dijual dengan harga Rp 18 ribu. Kemungkinan ada juga pedagang yang menjual di atas harga tersebut.

Pipit menilai harga penjualan tersebut masih dalam kategori wajar. Pihaknya aktif melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kecurangan penjualan tabung gas elpiji. Misalnya, potensi penimbunan barang, oplosan, dan pengurangan isi gas.

”Kami pantau setiap minggu. Kami juga akan awasi mengenai kemungkinan ada penimbunan atau barang oplosan,” janji Pipit.

Untuk tabung gas elpiji 12 kilogram tidak mengkhawatirkan. Sebab di Bangkalan pengguna elpiji jenis ini tidak sebanyak elpiji 3 kilogram. Harga gas elpiji 12 kilogram masih di kisaran Rp 135 ribu.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemampuan Siswa

”Kurang peminatnya. Karena ukuran ini untuk masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas,” terangnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur mengatakan, permintaan elpiji melon selama Ramadan diperkirakan terus meningkat. Sebab, pemakaian lebih besar dibandingkan biasanya. Pihaknya meminta pemerintah berkoordinasi dengan instansi terkait agar stok elpiji tetap aman.

”Apalagi menjelang Idulfitri nanti. Jadi diantisipasi sedini mungkin agar masyarakat tidak khawatir,” desaknya.

 

BANGKALAN – Permintaan elpiji 3 kilogram di bulan Ramadan meningkat. Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan melakukan berbagai antisipasi. Mulai potensi terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen, hingga potensi terjadi penimbunan elpiji.

Plt Kasi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Siti Fitriyah menyampaikan, berdasarkan pantauan sementara, stok elpiji melon di Kota Salak masih aman. Pekan lalu pihaknya sudah melakukan survei ke sejumlah pangkalan.

Menurut dia, selama Ramadan pasokan elpiji 3 kilogram ditambah. Itu untuk mengantisipasi tingginya permintaan. ”Kami pantau di tiga pangkalan masih aman. Sudah kami survei,” ucapnya Senin (21/5).


Sehari 2.240 lebih elpiji melon ludes dibeli masyarakat. Perempuan yang akrab disapa Pipit itu mengungkapkan, dalam satu pangkalan di Bangkalan biasanya dipasok satu hingga tiga truk elpiji setiap harinya. Dalam satu unit truk terdapat sekitar 560 tabung elpiji. ”Satu pangkalan ada yang dipasok tiga truk,” katanya.

Baca Juga :  Simpan Satu Lemari Contoh Rokok Ilegal

Untuk harga, lanjut Pipit, dari pangkalan dijual Rp 16 ribu. Namun yang sudah beredar di pasaran rata-rata dijual dengan harga Rp 18 ribu. Kemungkinan ada juga pedagang yang menjual di atas harga tersebut.

Pipit menilai harga penjualan tersebut masih dalam kategori wajar. Pihaknya aktif melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kecurangan penjualan tabung gas elpiji. Misalnya, potensi penimbunan barang, oplosan, dan pengurangan isi gas.

”Kami pantau setiap minggu. Kami juga akan awasi mengenai kemungkinan ada penimbunan atau barang oplosan,” janji Pipit.

Untuk tabung gas elpiji 12 kilogram tidak mengkhawatirkan. Sebab di Bangkalan pengguna elpiji jenis ini tidak sebanyak elpiji 3 kilogram. Harga gas elpiji 12 kilogram masih di kisaran Rp 135 ribu.

Baca Juga :  Muh. Syarif Terpilih Jadi Rektor Universitas Trunojoyo Madura

”Kurang peminatnya. Karena ukuran ini untuk masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas,” terangnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur mengatakan, permintaan elpiji melon selama Ramadan diperkirakan terus meningkat. Sebab, pemakaian lebih besar dibandingkan biasanya. Pihaknya meminta pemerintah berkoordinasi dengan instansi terkait agar stok elpiji tetap aman.

”Apalagi menjelang Idulfitri nanti. Jadi diantisipasi sedini mungkin agar masyarakat tidak khawatir,” desaknya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/