alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Isi Pertemuan Bupati Ra Latif bersama Kepala BKPM RI

JAKARTA – Kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas Bupati R. Abdul Latif Amin Imron. Salah satu upaya yang terus digencarkan adalah menggaet investor agar lapangan pekerjaan terbuka lebar untuk warga Kota Salak.

Untuk mewujudkan itu, Ra Latif menjalin kemitraan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Selasa (20/4). Bupati datang ke kantor BKPM RI bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bangkalan Taufan Zairinsjah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Eko Setiawan, dan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan M. Ainul Ghufron.

Ra Latif menegaskan, Pemkab Bangkalan mendukung penuh program kerja Presiden Joko Widodo sebagaimana termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, Kawasan Bromo–Tengger–Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Untuk itu, Pemkab Bangkalan sangat serius untuk memaksimalkan potensi investasi di ujung barat Pulau Madura.

Adanya Jembatan Suramadu akan mempercepat arus transportasi antara Jawa dan Madura. Karena itu, pihaknya optimistis Kabupaten Bangkalan akan menjadi penyanggah Surabaya sebagai kota metropolis terbesar kedua di Indonesia. ”Kabupaten Bangkalan memiliki banyak potensi investasi,” tegas Ra Latif.

Untuk menarik minat investor ke Bangkalan, pihaknya sudah mempermudah perizinan dan reformasi birokrasi. Misalnya dengan penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) 4/2018 tentang Pendelegasian Kewenangan Penandatanganan Perizinan.

Baca Juga :  Satpolair Waspadai Penggunaan Bom Ikan

Bupati memaparkan potensi investasi di Bangkalan yang sangat prestisius, spektakuler, dan prospektif secara jelas, gamblang, dan terinci di BKPM RI. Yakni, dengan pendekatan dan analisis strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT).

Ra Latif berharap BKPM RI membantu dan memfasilitasi investor masuk ke Bangkalan. Salah satunya melalui pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dengan megaproyek Madura Industrial Seaport City (MISI) yang terhambat di Kecamatan Socah.

”Pemerintah pusat melalui BKPM RI merespons secara serius dan positif untuk mendukung rencana besar kami,” imbuhnya.

Kepala BKPM RI Bahalil Lahadalia berjanji untuk membantu Pemkab Bangkalan dalam penuntasan pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Itu sebagai upaya untuk penajaman dari program presiden sebagaimana tertera dalam Perpres 80/2019. ”Saya akan membantu Bangkalan dalam mewujudkan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan,” janjinya.

BKPM juga akan mendukung pembangunan kawasan kaki Jembatan Suramadu (KKJSM) dan infrastruktur penunjang lainnya. Mulai rencana pembangunan jalan Tol Tangkel–Klampis dan pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP).

”Pelabuhan ini harus diperjuangkan karena akan memiliki dampak ekonomi sangat luas terhadap Bangkalan, Jawa Timur, dan Indonesia,” katanya.

Selain ke BKPM, Ra Latif berkunjung ke kantor salah satu investor Khalifa Inc, investor yang bergerak di bidang pertanian. Khalifa Inc mengakui ketertarikannya terhadap kedelai Bangkalan. Sebab, kedelai hasil produksi Pulau Garam unggul dan sudah sampai ke Benua Eropa.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Industri, Utamakan Kearifan Lokal

Sementara itu, Sekkab Bangkalan Taufan Zairinsjah bersyukur BKPM RI merespons positif terhadap usulan pemkab. Hal tersebut tentu akan mempercepat pembangunan dan bisa menarik minat investor. ”Jalan MISI itu akan dikoordinasikan dengan instansi terkait di pusat,” imbuhnya.

Di Jakarta, pihaknya juga bertemu dengan Khalifa Inc. Menurutnya Khalifa Inc menyampaikan secara terang-terangan untuk mengembangkan kedelai Madura di Bangkalan. Itu karena produktivitas dan kualitasnya sangat bagus.

”Atas perintah bupati akan kita fasilitasi untuk menyediakan lahan di perkebunan Bang Jani Kecamatan Burneh,” imbuhnya.

Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Zein mengatakan, upaya yang dilakukan bupati beserta rombongan untuk menarik investor di Bangkalan. Dengan cara itu nantinya akan berdampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjadikan Bangkalan sebagai kota yang ramah bagi investor, tidak lepas dari upaya dan kerja keras pemerintah. Butuh sinergisitas antara masyarakat, kiai, dan tokoh masyarakat untuk menunjukkan bahwa Bangkalan kota yang menarik, aman, dan ramah investasi. ”Kalau ada perbedaan pandangan, mari kita komunikasikan dengan baik,” ajaknya. (jup/onk)

JAKARTA – Kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas Bupati R. Abdul Latif Amin Imron. Salah satu upaya yang terus digencarkan adalah menggaet investor agar lapangan pekerjaan terbuka lebar untuk warga Kota Salak.

Untuk mewujudkan itu, Ra Latif menjalin kemitraan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Selasa (20/4). Bupati datang ke kantor BKPM RI bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bangkalan Taufan Zairinsjah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Eko Setiawan, dan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan M. Ainul Ghufron.

Ra Latif menegaskan, Pemkab Bangkalan mendukung penuh program kerja Presiden Joko Widodo sebagaimana termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, Kawasan Bromo–Tengger–Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Untuk itu, Pemkab Bangkalan sangat serius untuk memaksimalkan potensi investasi di ujung barat Pulau Madura.

Adanya Jembatan Suramadu akan mempercepat arus transportasi antara Jawa dan Madura. Karena itu, pihaknya optimistis Kabupaten Bangkalan akan menjadi penyanggah Surabaya sebagai kota metropolis terbesar kedua di Indonesia. ”Kabupaten Bangkalan memiliki banyak potensi investasi,” tegas Ra Latif.

Untuk menarik minat investor ke Bangkalan, pihaknya sudah mempermudah perizinan dan reformasi birokrasi. Misalnya dengan penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) 4/2018 tentang Pendelegasian Kewenangan Penandatanganan Perizinan.

Baca Juga :  Disdag Waspadai Potensi Penimbunan Elpiji

Bupati memaparkan potensi investasi di Bangkalan yang sangat prestisius, spektakuler, dan prospektif secara jelas, gamblang, dan terinci di BKPM RI. Yakni, dengan pendekatan dan analisis strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT).

Ra Latif berharap BKPM RI membantu dan memfasilitasi investor masuk ke Bangkalan. Salah satunya melalui pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dengan megaproyek Madura Industrial Seaport City (MISI) yang terhambat di Kecamatan Socah.

”Pemerintah pusat melalui BKPM RI merespons secara serius dan positif untuk mendukung rencana besar kami,” imbuhnya.

Kepala BKPM RI Bahalil Lahadalia berjanji untuk membantu Pemkab Bangkalan dalam penuntasan pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Itu sebagai upaya untuk penajaman dari program presiden sebagaimana tertera dalam Perpres 80/2019. ”Saya akan membantu Bangkalan dalam mewujudkan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan,” janjinya.

BKPM juga akan mendukung pembangunan kawasan kaki Jembatan Suramadu (KKJSM) dan infrastruktur penunjang lainnya. Mulai rencana pembangunan jalan Tol Tangkel–Klampis dan pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP).

”Pelabuhan ini harus diperjuangkan karena akan memiliki dampak ekonomi sangat luas terhadap Bangkalan, Jawa Timur, dan Indonesia,” katanya.

Selain ke BKPM, Ra Latif berkunjung ke kantor salah satu investor Khalifa Inc, investor yang bergerak di bidang pertanian. Khalifa Inc mengakui ketertarikannya terhadap kedelai Bangkalan. Sebab, kedelai hasil produksi Pulau Garam unggul dan sudah sampai ke Benua Eropa.

Baca Juga :  Laporkan jika KPM Tak Terima Utuh

Sementara itu, Sekkab Bangkalan Taufan Zairinsjah bersyukur BKPM RI merespons positif terhadap usulan pemkab. Hal tersebut tentu akan mempercepat pembangunan dan bisa menarik minat investor. ”Jalan MISI itu akan dikoordinasikan dengan instansi terkait di pusat,” imbuhnya.

Di Jakarta, pihaknya juga bertemu dengan Khalifa Inc. Menurutnya Khalifa Inc menyampaikan secara terang-terangan untuk mengembangkan kedelai Madura di Bangkalan. Itu karena produktivitas dan kualitasnya sangat bagus.

”Atas perintah bupati akan kita fasilitasi untuk menyediakan lahan di perkebunan Bang Jani Kecamatan Burneh,” imbuhnya.

Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Zein mengatakan, upaya yang dilakukan bupati beserta rombongan untuk menarik investor di Bangkalan. Dengan cara itu nantinya akan berdampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjadikan Bangkalan sebagai kota yang ramah bagi investor, tidak lepas dari upaya dan kerja keras pemerintah. Butuh sinergisitas antara masyarakat, kiai, dan tokoh masyarakat untuk menunjukkan bahwa Bangkalan kota yang menarik, aman, dan ramah investasi. ”Kalau ada perbedaan pandangan, mari kita komunikasikan dengan baik,” ajaknya. (jup/onk)

Artikel Terkait

Komitmen Tekan AKI-AKB

Menjaga Kesehatan Tulang

Pasar Tumpah Picu Kemacetan

Most Read

Artikel Terbaru

/