alexametrics
20.8 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Penderita Penyakit Dalam Paling Banyak Butuh Darah

BANGKALAN – Kepedulian masyarakat untuk saling berbagi darah terus menunjukkan peningkatan. Di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan terdapat ribuan donor yang menyumbangkan darahnya.

Berdasarkan data UTD PMI Bangkalan, pada 2016 penderma darah berjumlah 7.867 orang. Pada 2017 mengalami peningkatan dengan jumlah donor 9.398 orang. Kepala UTD PMI Bangkalan dokter Fachrur Rozi menyampaikan, banyaknya donor diimbangi dengan tingginya permintaan darah.

Ada berbagai jenis pasien yang melakukan permintaan darah. Di antaranya, pasien bedah, kandungan, dan penyakit dalam. Permintaan darah paling banyak didominasi pasien dengan latar belakang penyakit dalam. Jumlahnya pada 2017 mencapai 3.411 permintaan.

Pasien kategori ini tidak hanya bagi penderita penyakit seperti diabetes melitus dan radang usus. Melainkan pasien yang anemis atau hemoglobin kurang dari 11 gram per desiliter. Maka dari itu pasien harus melakukan transfusi untuk menambah darah.

Baca Juga :  Ratusan PMI Diperiksa secara Maraton

”Walaupun tidak sakit, kalau homoglobin kurang dari 11 gram per desiliter, perlu transfusi. Sebab, normalnya 12,5–17,5 gram per desiliter,” ungkapnya kemarin (21/1).

Sekantong darah bisa meningkatkan 1,5 gram per desiliter. Salah satu tanda pasien anemis yakni pucat di bagian mata. Jika pasien homoglobinnya melebihi 17,5 gram per desiliter, darahnya perlu dikurangi.

Kandungan biasanya diberikan kepada pasien yang akan melahirkan dengan risiko tinggi. Bagi pasien ini, biasanya tujuh hari sebelum melahirkan kebutuhan darahnya sudah dipersiapkan. Termasuk donor yang memiliki golongan darah sejenis. Transfusi juga diberikan kepada pasien kandungan yang mengalami pendarahan.

Untuk permintaan dari pasien anak, rata-rata didominasi penyakit demam berdarah (DBD). Transfusi dilakukan untuk faktor yang sama. Yakni, hemoglobin pasien kurang dari 11 gram per desiliter. Transfusi segera dilakukan jika pasien anak yang menderita DBD sampai muntah hingga berak darah.

Baca Juga :  Butuh Tambahan Rp 6 Miliar, Insentif untuk Guru Ngaji dan Madin

Pasien jenis lain yang membutuhkan darah seperti korban kecelakaan yang mengeluarkan banyak darah dan korban kekerasan. ”Kami siapkan kebutuhan darah bagi yang membutuhkan,” pungkasnya.

BANGKALAN – Kepedulian masyarakat untuk saling berbagi darah terus menunjukkan peningkatan. Di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan terdapat ribuan donor yang menyumbangkan darahnya.

Berdasarkan data UTD PMI Bangkalan, pada 2016 penderma darah berjumlah 7.867 orang. Pada 2017 mengalami peningkatan dengan jumlah donor 9.398 orang. Kepala UTD PMI Bangkalan dokter Fachrur Rozi menyampaikan, banyaknya donor diimbangi dengan tingginya permintaan darah.

Ada berbagai jenis pasien yang melakukan permintaan darah. Di antaranya, pasien bedah, kandungan, dan penyakit dalam. Permintaan darah paling banyak didominasi pasien dengan latar belakang penyakit dalam. Jumlahnya pada 2017 mencapai 3.411 permintaan.


Pasien kategori ini tidak hanya bagi penderita penyakit seperti diabetes melitus dan radang usus. Melainkan pasien yang anemis atau hemoglobin kurang dari 11 gram per desiliter. Maka dari itu pasien harus melakukan transfusi untuk menambah darah.

Baca Juga :  Sehat, Lima PMI Boleh Pulang

”Walaupun tidak sakit, kalau homoglobin kurang dari 11 gram per desiliter, perlu transfusi. Sebab, normalnya 12,5–17,5 gram per desiliter,” ungkapnya kemarin (21/1).

Sekantong darah bisa meningkatkan 1,5 gram per desiliter. Salah satu tanda pasien anemis yakni pucat di bagian mata. Jika pasien homoglobinnya melebihi 17,5 gram per desiliter, darahnya perlu dikurangi.

Kandungan biasanya diberikan kepada pasien yang akan melahirkan dengan risiko tinggi. Bagi pasien ini, biasanya tujuh hari sebelum melahirkan kebutuhan darahnya sudah dipersiapkan. Termasuk donor yang memiliki golongan darah sejenis. Transfusi juga diberikan kepada pasien kandungan yang mengalami pendarahan.

Untuk permintaan dari pasien anak, rata-rata didominasi penyakit demam berdarah (DBD). Transfusi dilakukan untuk faktor yang sama. Yakni, hemoglobin pasien kurang dari 11 gram per desiliter. Transfusi segera dilakukan jika pasien anak yang menderita DBD sampai muntah hingga berak darah.

Baca Juga :  Klaim Progres Proyek Rp 20 M 95 Persen

Pasien jenis lain yang membutuhkan darah seperti korban kecelakaan yang mengeluarkan banyak darah dan korban kekerasan. ”Kami siapkan kebutuhan darah bagi yang membutuhkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/