alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Dapat Modal Rp 4,1 Miliar

BANGKALAN – Setelah dua tahun, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumber Pocong mendapat jatah penyertaan modal. Badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Bangkalan ini mendapatkan penyertaan modal Rp 4,1 miliar.

Direktur PDAM Sumber Pocong Andang Pradana menyampaikan, anggaran penyertaan modal sudah di-plotting dalam APBD 2019. Menurutnya angka tersebut bisa berubah. Sebab, sebelum dicairkan penyertaan modal, perlu diatur dalam peraturan daerah (perda). ”Kalau sudah ditetapkan, baru dipastikan nominalnya segitu,” ungkapnya kemarin (21/1).

Dia berharap angka yang sudah di-plotting tidak berubah. Baru tahun ini lembaganya mendapatkan penyertaan modal kembali. Terakhir diberi penyertaan modal pada 2016 sebesar Rp 1,3 miliar. Sementara di 2017 dan 2018 tak mendapat penyertaan.

Baca Juga :  Siap Sukseskan Pilkades Damai dan Patuhi Prokes

Terakhir total aset yang dimiliki PDAM Sumber Pocong Rp 46 miliar. Jika nominal penyertaan modal tidak berubah, bisa bertambah menjadi sekitar Rp 51 miliar. Selama beberapa tahun terakhir kinerja PDAM mengalami penurunan dan mengalami kerugian.

Salah satu penyebab kerugian yakni tingginya biaya operasional. Untuk membayar biaya listrik saja mencapai sekitar Rp 500 juta per bulan. Karena itu, pihaknya mulai menaikkan tarif dasar air. Awalnya Rp 2.500 per kubik menjadi Rp 2.900. Meski demikian, dengan kenaikan tersebut masih berpotensi merugi.

”Kerugiannya antara Rp 350 juta sampai Rp 450 juta per tahun. Tapi kami tetap bisa menyumbang PAD,” kata Andang. Setiap tahun PDAM ditarget menyumbang PAD Rp 200 juta. Saat ini jumlah pelanggan 23 ribu. ”Kami bisa mencapai target setiap tahun,” tukasnya. 

Baca Juga :  Tabrakan, Polisi Dirujuk ke RSUD dr Soetomo

BANGKALAN – Setelah dua tahun, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumber Pocong mendapat jatah penyertaan modal. Badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Bangkalan ini mendapatkan penyertaan modal Rp 4,1 miliar.

Direktur PDAM Sumber Pocong Andang Pradana menyampaikan, anggaran penyertaan modal sudah di-plotting dalam APBD 2019. Menurutnya angka tersebut bisa berubah. Sebab, sebelum dicairkan penyertaan modal, perlu diatur dalam peraturan daerah (perda). ”Kalau sudah ditetapkan, baru dipastikan nominalnya segitu,” ungkapnya kemarin (21/1).

Dia berharap angka yang sudah di-plotting tidak berubah. Baru tahun ini lembaganya mendapatkan penyertaan modal kembali. Terakhir diberi penyertaan modal pada 2016 sebesar Rp 1,3 miliar. Sementara di 2017 dan 2018 tak mendapat penyertaan.

Baca Juga :  Tabrakan, Polisi Dirujuk ke RSUD dr Soetomo

Terakhir total aset yang dimiliki PDAM Sumber Pocong Rp 46 miliar. Jika nominal penyertaan modal tidak berubah, bisa bertambah menjadi sekitar Rp 51 miliar. Selama beberapa tahun terakhir kinerja PDAM mengalami penurunan dan mengalami kerugian.

Salah satu penyebab kerugian yakni tingginya biaya operasional. Untuk membayar biaya listrik saja mencapai sekitar Rp 500 juta per bulan. Karena itu, pihaknya mulai menaikkan tarif dasar air. Awalnya Rp 2.500 per kubik menjadi Rp 2.900. Meski demikian, dengan kenaikan tersebut masih berpotensi merugi.

”Kerugiannya antara Rp 350 juta sampai Rp 450 juta per tahun. Tapi kami tetap bisa menyumbang PAD,” kata Andang. Setiap tahun PDAM ditarget menyumbang PAD Rp 200 juta. Saat ini jumlah pelanggan 23 ribu. ”Kami bisa mencapai target setiap tahun,” tukasnya. 

Baca Juga :  Operasi Perdana Tilang Ratusan Pengendara
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/