alexametrics
22.8 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Pulang Ziarah, Pak Haji Dapat Bayi

BANGKALAN – Kasus pembuangan bayi terjadi di wilayah hukum Bangkalan Selasa (20/11). Bayi tak berosa dibuang oleh orang tuanya di pinggir Jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Bangkalan, dengan dibungkus plastik hitam.

Jemhari, 40, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, sedang mencangkul di sawah tak jauh dari tempat penemuan bayi. Dia menuturkan, sebelum kejadian, dirinya melihat pengendara motor mondar-mandir. Namun, dia tidak curiga sehingga mengabaikan begitu saja pengendara motor itu.

”Laki-laki dan perempuan mengenakan helm mondar-mandir di sini. Sekitar sepuluh menit kemudian, sudah ramai ada bayi dibuang,” tuturnya.

Abd. Rohim, 53, warga Jalan R.E. Martadinata, Kota Bangkalan, menceritakan, usai salat Subuh, di pasarean Syaikhona Kholil, dia bersama istri, Nasimah, 47, dan anak perempuannya, yaitu Ismah, 11, berziarah. Pukul 06.00 dia bergegas pulang ke rumah orang tuanya di Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, tanpa berhenti di rumah sendiri.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Bantu Tiga KK Korban Pohon Tumbang

Bapak yang sudah menunaikan haji itu melanjutkan, sekitar pukul 06.15, dia sampai di tempat pembuangan bayi. Dia melihat seorang tukang becak memberhentikan pengendara. Karena penasaran, dia langsung menghampiri tukang becak itu. ”Istri saya minta kembali. Saya putar balik dan ternyata tukang becak itu menemukan bayi,” katanya.

Bapak empat anak itu mengaku tidak ingat siapa tukang becak tersebut. Dia mengaku panik saat melihat bayi dibungkus plastik hitam itu. Warga mulai berdatangan saat dia memeriksa kondisi bayi. ”Saat orang mulai banyak, saya langsung bawa bayi ini ke sini (Polres Bangkalan, Red),” katanya.

Petugas Satreskrim Polres Bangkalan yang menerima laporan penemuan bayi itu langsung melakukan penyelidikan. Polisi membawa Abd. Rohim beserta istri dan anaknya ke tempat penemuan bayi laki-laki tersebut. Setalah itu, petugas membawa bayi tersebut ke RSUD Syamrabu untuk diperiksa secara medis.

Dokter RSUD Bangkalan yang melakukan pemeriksaan Ulfatun Nahdhiyah menyampaikan, kondisi bayi laki-laki itu sehat. Dia memperkirakan, bayi dilahirkan Senin (19/11). ”Bayinya sehat dan aktif. Bayi ini sudah dibersihkan tali pusarnya,” jelas dia.

Baca Juga :  Rehab Pasar Senenan Bermasalah

Dokter Ulfa mengatakan, berat bayi itu 3 kilogram dengan panjang 45 sentimeter. Detak jantung bayi normal. Namun, suhu badan bayi cukup tinggi, yaitu 37,8 Celsius. ”Pakaian bayi bersih, lengkap dengan sarung tangan dan sarung kaki,” tambahnya.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso membenarkan perihal penemuan bayi oleh warga. Pihaknya mengaku mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.

”Siapa yang membuang belum diketahui. Masih dalam penyelidikan,” katanya. Wiji menambahkan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa plastik hitam dan pakaian yang digunakan membungkus bayi itu.

Setelah dicek kesehatannya di rumah sakit, bayi tersebut dibawa pulang oleh keluarga Abd. Rohim. ”Bayinya dirawat oleh Haji Abd. Rohim. Tadi sudah dibuatkan surat pernyataan,” pungkas Wiji. (jup)

BANGKALAN – Kasus pembuangan bayi terjadi di wilayah hukum Bangkalan Selasa (20/11). Bayi tak berosa dibuang oleh orang tuanya di pinggir Jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Bangkalan, dengan dibungkus plastik hitam.

Jemhari, 40, warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, sedang mencangkul di sawah tak jauh dari tempat penemuan bayi. Dia menuturkan, sebelum kejadian, dirinya melihat pengendara motor mondar-mandir. Namun, dia tidak curiga sehingga mengabaikan begitu saja pengendara motor itu.

”Laki-laki dan perempuan mengenakan helm mondar-mandir di sini. Sekitar sepuluh menit kemudian, sudah ramai ada bayi dibuang,” tuturnya.

Abd. Rohim, 53, warga Jalan R.E. Martadinata, Kota Bangkalan, menceritakan, usai salat Subuh, di pasarean Syaikhona Kholil, dia bersama istri, Nasimah, 47, dan anak perempuannya, yaitu Ismah, 11, berziarah. Pukul 06.00 dia bergegas pulang ke rumah orang tuanya di Desa Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, tanpa berhenti di rumah sendiri.

Baca Juga :  Kenali Gejala Stroke sejak Dini

Bapak yang sudah menunaikan haji itu melanjutkan, sekitar pukul 06.15, dia sampai di tempat pembuangan bayi. Dia melihat seorang tukang becak memberhentikan pengendara. Karena penasaran, dia langsung menghampiri tukang becak itu. ”Istri saya minta kembali. Saya putar balik dan ternyata tukang becak itu menemukan bayi,” katanya.

Bapak empat anak itu mengaku tidak ingat siapa tukang becak tersebut. Dia mengaku panik saat melihat bayi dibungkus plastik hitam itu. Warga mulai berdatangan saat dia memeriksa kondisi bayi. ”Saat orang mulai banyak, saya langsung bawa bayi ini ke sini (Polres Bangkalan, Red),” katanya.

Petugas Satreskrim Polres Bangkalan yang menerima laporan penemuan bayi itu langsung melakukan penyelidikan. Polisi membawa Abd. Rohim beserta istri dan anaknya ke tempat penemuan bayi laki-laki tersebut. Setalah itu, petugas membawa bayi tersebut ke RSUD Syamrabu untuk diperiksa secara medis.

Dokter RSUD Bangkalan yang melakukan pemeriksaan Ulfatun Nahdhiyah menyampaikan, kondisi bayi laki-laki itu sehat. Dia memperkirakan, bayi dilahirkan Senin (19/11). ”Bayinya sehat dan aktif. Bayi ini sudah dibersihkan tali pusarnya,” jelas dia.

Baca Juga :  Rehab Pasar Senenan Bermasalah

Dokter Ulfa mengatakan, berat bayi itu 3 kilogram dengan panjang 45 sentimeter. Detak jantung bayi normal. Namun, suhu badan bayi cukup tinggi, yaitu 37,8 Celsius. ”Pakaian bayi bersih, lengkap dengan sarung tangan dan sarung kaki,” tambahnya.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso membenarkan perihal penemuan bayi oleh warga. Pihaknya mengaku mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.

”Siapa yang membuang belum diketahui. Masih dalam penyelidikan,” katanya. Wiji menambahkan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa plastik hitam dan pakaian yang digunakan membungkus bayi itu.

Setelah dicek kesehatannya di rumah sakit, bayi tersebut dibawa pulang oleh keluarga Abd. Rohim. ”Bayinya dirawat oleh Haji Abd. Rohim. Tadi sudah dibuatkan surat pernyataan,” pungkas Wiji. (jup)

Artikel Terkait

Most Read

Target Serapan Gabah Tak Berubah

PDAM Naikkan Tarif Dasar Air

Artikel Terbaru

/