alexametrics
19.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Hindari Diet Berat saat Pandemi

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Banyak warga menjalani diet untuk mengurangi berat badan. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, diet harus dilakukan dengan bijak agar tidak berdampak fatal pada tubuh.

Kepala Instalasi Gizi RSUD Syamrabu Bangkalan Sulastri menyatakan sangat tidak dianjurkan menjalankan diet ketat pada saat pandemi seperti saat ini. Sebab, dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan tubuh. Tubuh bisa kekurangan zat gizi makro maupun mikro. ”Juga dapat mengganggu sistem keseimbangan asam basa,” jelasnya kemarin (20/6).

Jika diet mengurangi lemak pada tubuh, diet ketat bisa berakibat pada masa otot yang akan berkurang. Dengan demikian, akan timbul malnutrisi karena kurangnya asupan di dalam tubuh. Diet berat tidak anjurkan.

Baca Juga :  Kantor PMI Bangkalan Masih Kontrak, Butuh Perhatian Pemerintah

Sulastri mengingatkan, saat pandemi masyarakat harus menjaga ketahanan tubuh dengan imunitas yang tinggi agar tidak mudah sakit. Jika pun sakit, tubuh mempunyai cukup ketahanan dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Karena itu, makanan yang harus diperbanyak dikonsumsi mengandung zinc. Misalnya,  daging, kerang, tiram, kepiting, udang, kacang-kacangan, telur, dan susu. Juga makanan olahan yang mengandung keju dan yogurt. Kemudian, harus memperbanyak makanan yang mengandung  vitamin C, E, dan makanan beta karotena yang dapat diubah menjadi vitamin A oleh tubuh.

Makanan dan minuman yang terlalu manis tidak dianjurkan karena akan mengakibatkan ketidakseimbangan zat gizi. Misalnya, dapat mengurangi zat gizi yang penting bagi tubuh seperti protein, vitamin, dan mineral.

Baca Juga :  Lima Jam, 305 Pemudik dari Jakarta Tiba di Kota Keris

”Batasan konsumsi gula menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dianjurkan adalah tidak lebih dari lima puluh empat sendok makan per hari. Sedangkan makanan yang tidak dianjurkan lainnya adalah sumber lemak berlebih seperti gorengan,” sambungnya.

Sulastri menambahkan, masyarakat Madura, khususnya Bangkalan, telah mengenal ramuan yang biasa dibuat sendiri untuk meningkatkan sisten imunitas atau kekebalan tubuh. Misalnya, rebusan jahe merah, kunyit, temu lawak, sirih, madu, serai, dan sebagainya. Air degan dengan perasan jeruk lemon, garam, dan sedikit madu.

”Itu juga bagus karena membuat tubuh segar dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” tandasnya. (jup)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Banyak warga menjalani diet untuk mengurangi berat badan. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, diet harus dilakukan dengan bijak agar tidak berdampak fatal pada tubuh.

Kepala Instalasi Gizi RSUD Syamrabu Bangkalan Sulastri menyatakan sangat tidak dianjurkan menjalankan diet ketat pada saat pandemi seperti saat ini. Sebab, dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan tubuh. Tubuh bisa kekurangan zat gizi makro maupun mikro. ”Juga dapat mengganggu sistem keseimbangan asam basa,” jelasnya kemarin (20/6).

Jika diet mengurangi lemak pada tubuh, diet ketat bisa berakibat pada masa otot yang akan berkurang. Dengan demikian, akan timbul malnutrisi karena kurangnya asupan di dalam tubuh. Diet berat tidak anjurkan.

Baca Juga :  11 Warga Kamal Di-Rapid Test, Hasilnya Negatif

Sulastri mengingatkan, saat pandemi masyarakat harus menjaga ketahanan tubuh dengan imunitas yang tinggi agar tidak mudah sakit. Jika pun sakit, tubuh mempunyai cukup ketahanan dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Karena itu, makanan yang harus diperbanyak dikonsumsi mengandung zinc. Misalnya,  daging, kerang, tiram, kepiting, udang, kacang-kacangan, telur, dan susu. Juga makanan olahan yang mengandung keju dan yogurt. Kemudian, harus memperbanyak makanan yang mengandung  vitamin C, E, dan makanan beta karotena yang dapat diubah menjadi vitamin A oleh tubuh.

Makanan dan minuman yang terlalu manis tidak dianjurkan karena akan mengakibatkan ketidakseimbangan zat gizi. Misalnya, dapat mengurangi zat gizi yang penting bagi tubuh seperti protein, vitamin, dan mineral.

Baca Juga :  Lima Jam, 305 Pemudik dari Jakarta Tiba di Kota Keris

”Batasan konsumsi gula menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dianjurkan adalah tidak lebih dari lima puluh empat sendok makan per hari. Sedangkan makanan yang tidak dianjurkan lainnya adalah sumber lemak berlebih seperti gorengan,” sambungnya.

Sulastri menambahkan, masyarakat Madura, khususnya Bangkalan, telah mengenal ramuan yang biasa dibuat sendiri untuk meningkatkan sisten imunitas atau kekebalan tubuh. Misalnya, rebusan jahe merah, kunyit, temu lawak, sirih, madu, serai, dan sebagainya. Air degan dengan perasan jeruk lemon, garam, dan sedikit madu.

”Itu juga bagus karena membuat tubuh segar dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” tandasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/