alexametrics
21 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Masih Kekurangan 2.887 Guru PNS

BANGKALAN – Jumlah guru SD dan SMP yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) masih terbatas di Bangkalan. Catatan Jawa Pos Radar Madura, di Kota Salak masih kekurangan 2.887 guru PNS.

Namun bersadarkan hitungan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika, kebutuhan guru SD dan SMP yang berstatus PNS mencapai 3.000 orang. ”Kami masih kekurangan tiga ribuan guru SD dan SMP,” katanya kemarin (20/5).

Kebutuhan guru yang digaji pemerintah seharusnya bisa dipenuhi melalui pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun kenyataannya, rekrutmen CPNS dan PPK belum memadai.

Pengangkatan guru CPN tahun ini hanya 174 orang. Sementara jumlah guru yang diterima menjadi PPPK tahun ini sekitar 500 orang. ”SK PPPK belum turun,” ucap Bambang.

Baca Juga :  USBN Bakal Gunakan Android

Tambahan 174 guru CPNS dan 500 guru PPPK itu, lanjut Bambang, belum cukup. ”Kami berharap guru diperhatikan. Hendaknya diadakan pengangkatan PNS atau PPPK,” harapnya. ”Terutama guru SD yang lebih banyak kekurangannya,” imbuh dia.

Meskipun ada guru honorer di setiap sekolah, dinilai belum maksimal. Menurut dia, kualitas guru honorer baik. ”Tapi, sistem penggajian guru honorer di sekolah tidak cukup. Akhirnya, banyak guru honorer yang mencari pekerjaan sampingan,” tukas Bambang. 

BANGKALAN – Jumlah guru SD dan SMP yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) masih terbatas di Bangkalan. Catatan Jawa Pos Radar Madura, di Kota Salak masih kekurangan 2.887 guru PNS.

Namun bersadarkan hitungan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika, kebutuhan guru SD dan SMP yang berstatus PNS mencapai 3.000 orang. ”Kami masih kekurangan tiga ribuan guru SD dan SMP,” katanya kemarin (20/5).

Kebutuhan guru yang digaji pemerintah seharusnya bisa dipenuhi melalui pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun kenyataannya, rekrutmen CPNS dan PPK belum memadai.


Pengangkatan guru CPN tahun ini hanya 174 orang. Sementara jumlah guru yang diterima menjadi PPPK tahun ini sekitar 500 orang. ”SK PPPK belum turun,” ucap Bambang.

Baca Juga :  USBN Bakal Gunakan Android

Tambahan 174 guru CPNS dan 500 guru PPPK itu, lanjut Bambang, belum cukup. ”Kami berharap guru diperhatikan. Hendaknya diadakan pengangkatan PNS atau PPPK,” harapnya. ”Terutama guru SD yang lebih banyak kekurangannya,” imbuh dia.

Meskipun ada guru honorer di setiap sekolah, dinilai belum maksimal. Menurut dia, kualitas guru honorer baik. ”Tapi, sistem penggajian guru honorer di sekolah tidak cukup. Akhirnya, banyak guru honorer yang mencari pekerjaan sampingan,” tukas Bambang. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/