alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Pembuatan Peta Berbasis Geospasial Dianggarkan Rp 200 Juta

BANGKALAN – Salah satu program Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan yaitu pembuatan peta berbasis geospasial. Program tersebut saat ini memasuki proses lelang.

Bappeda menyiapkan anggaran Rp 200 juta untuk melaksanakan pembuatan peta berbasis geospasial dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 199.000.000. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Bangkalan 2018.

Tujuh rekanan mengikuti proses lelang. Ada 16 tahapan dalam proses lelang. Saat ini sudah tahap upload dokumen penawaran. Tanda tangan kontrak dijadwalkan rampung pada Selasa (12/6).

Kepala Bappeda Bangkalan Moh. Fahri menyatakan, dalam proses lelang pembuatan peta berbasis geospasial tidak mungkin ada pengondisian atau main mata. Sebab telah ada panitia lelang.

Baca Juga :  Hanya 22 dari 804 PAUD Terakreditasi

Selain itu, lelang dilakukan terbuka dengan sistem online. Penentuan pemenang lelang mengacu pada persyaratan yang harus dilengkapi rekanan. ”Tidak ada yang namanya main mata. Lelang secara terbuka dan online,” katanya Minggu (20/5).

Rekanan ditugaskan membuat aplikasi atau website peta berbasis geospasial. Dalam website tersebut berisi lahan kosong atau yang sudah ada bangunan untuk permukiman. Dengan demikian, masyarakat bisa dengan mudah mengakses peta atau lahan mana saja yang diperbolehkan mendirikan bangunan sehingga dapat melindungi lahan produktif untuk pertanian.

Dia menerangkan, banyak permasalahan yang terjadi karena banyak pengembang membeli lahan pertanian produktif. Waktu melakukan pengurusan izin tidak bisa digarap karena lahan yang dibeli merupakan lahan pertanian produktif.

Baca Juga :  Jatah Rp 17 Miliar, Untuk Lanjutan Proyek Jalan Pendekat Overpas II

”Program ini nanti bisa diakses melalui handphone. Tinggal klik sudah muncul lahan untuk permukiman. Program ini memudahkan warga atau pengembang memilih lokasi untuk perumahan. Jadi sebelum membeli lahan, kroscek dulu di website ini,” tutup Fahri.

BANGKALAN – Salah satu program Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan yaitu pembuatan peta berbasis geospasial. Program tersebut saat ini memasuki proses lelang.

Bappeda menyiapkan anggaran Rp 200 juta untuk melaksanakan pembuatan peta berbasis geospasial dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 199.000.000. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Bangkalan 2018.

Tujuh rekanan mengikuti proses lelang. Ada 16 tahapan dalam proses lelang. Saat ini sudah tahap upload dokumen penawaran. Tanda tangan kontrak dijadwalkan rampung pada Selasa (12/6).


Kepala Bappeda Bangkalan Moh. Fahri menyatakan, dalam proses lelang pembuatan peta berbasis geospasial tidak mungkin ada pengondisian atau main mata. Sebab telah ada panitia lelang.

Baca Juga :  Proyek Puluhan Miliar Mulai Digarap

Selain itu, lelang dilakukan terbuka dengan sistem online. Penentuan pemenang lelang mengacu pada persyaratan yang harus dilengkapi rekanan. ”Tidak ada yang namanya main mata. Lelang secara terbuka dan online,” katanya Minggu (20/5).

Rekanan ditugaskan membuat aplikasi atau website peta berbasis geospasial. Dalam website tersebut berisi lahan kosong atau yang sudah ada bangunan untuk permukiman. Dengan demikian, masyarakat bisa dengan mudah mengakses peta atau lahan mana saja yang diperbolehkan mendirikan bangunan sehingga dapat melindungi lahan produktif untuk pertanian.

Dia menerangkan, banyak permasalahan yang terjadi karena banyak pengembang membeli lahan pertanian produktif. Waktu melakukan pengurusan izin tidak bisa digarap karena lahan yang dibeli merupakan lahan pertanian produktif.

Baca Juga :  Hantam Pohon, Dua Luka-Luka

”Program ini nanti bisa diakses melalui handphone. Tinggal klik sudah muncul lahan untuk permukiman. Program ini memudahkan warga atau pengembang memilih lokasi untuk perumahan. Jadi sebelum membeli lahan, kroscek dulu di website ini,” tutup Fahri.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/