alexametrics
25.8 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Siapkan Ratusan Juta untuk Pelatihan Guru Bahasa Madura

BANGGALAN – Pendidikan bahasa Madura penting diajarkan kepada peserta didik sejak bangku sekolah dasar. Guru yang mengampu mata pelajaran itu juga harus benar-benar kompeten.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, lembaganya rutin melakukan pelatihan guru bahasa Madura setiap tahun. Tidak sembarang guru bisa mengajar muatan lokal satu itu.

Bambang memastikan para pendidik yang mengampu bahasa daerah di Bangkalan sudah kompeten di bidangnya. ”Ada sertifikat keahlian setelah mengikuti pelatihan itu,” ucapnya Senin (19/2).

Bahasa daerah merupakan muatan lokal yang wajib diajarkan pada anak didik jenjang SD dan SMP. Untuk materi, disdik menggunakan buku yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Balai Bahasa Bakal Terjemahkan Buku Tora

”Judul bukunya Saré Taman. Itu yang dijadikan pedoman untuk pengajaran bahasa daerah,” jelasnya.

Sayangnya, Bambang enggan menyebut besaran anggaran untuk pelatihan guru bahasa Madura. Dia hanya menyebut, untuk tahun anggaran 2017, program tersebut menelan dana APBD Rp 233.178.500. ”Kemungkinan tidak jauh dari angka sebelumnya,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mendukung program pelatihan bagi guru bahasa daerah. Dia berharap peserta didik bisa berbahasa Madura yang baik dan benar.

”Itu sangat diperlukan. Kalau diajari guru yang tidak paham bahasa Madura kan lucu,” katanya.

Politikus Partai Demokrat itu mengingatkan agar pelajaran bahasa Madura tidak hanya sebatas pemaparan teori. Dia menyarankan agar sekolah menjadwal hari khusus, misalnya satu kali dalam sepekan untuk berkomunikasi dengan bahasa Madura. ”Kalau tidak ada praktiknya kurang maksimal,” tandasnya.

Baca Juga :  Puskesmas Blega Jadi Rujukan Kaji Banding

 

BANGGALAN – Pendidikan bahasa Madura penting diajarkan kepada peserta didik sejak bangku sekolah dasar. Guru yang mengampu mata pelajaran itu juga harus benar-benar kompeten.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, lembaganya rutin melakukan pelatihan guru bahasa Madura setiap tahun. Tidak sembarang guru bisa mengajar muatan lokal satu itu.

Bambang memastikan para pendidik yang mengampu bahasa daerah di Bangkalan sudah kompeten di bidangnya. ”Ada sertifikat keahlian setelah mengikuti pelatihan itu,” ucapnya Senin (19/2).


Bahasa daerah merupakan muatan lokal yang wajib diajarkan pada anak didik jenjang SD dan SMP. Untuk materi, disdik menggunakan buku yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Pengerjaan Proyek Rp 3,9 M Asal-asalan

”Judul bukunya Saré Taman. Itu yang dijadikan pedoman untuk pengajaran bahasa daerah,” jelasnya.

Sayangnya, Bambang enggan menyebut besaran anggaran untuk pelatihan guru bahasa Madura. Dia hanya menyebut, untuk tahun anggaran 2017, program tersebut menelan dana APBD Rp 233.178.500. ”Kemungkinan tidak jauh dari angka sebelumnya,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mendukung program pelatihan bagi guru bahasa daerah. Dia berharap peserta didik bisa berbahasa Madura yang baik dan benar.

”Itu sangat diperlukan. Kalau diajari guru yang tidak paham bahasa Madura kan lucu,” katanya.

Politikus Partai Demokrat itu mengingatkan agar pelajaran bahasa Madura tidak hanya sebatas pemaparan teori. Dia menyarankan agar sekolah menjadwal hari khusus, misalnya satu kali dalam sepekan untuk berkomunikasi dengan bahasa Madura. ”Kalau tidak ada praktiknya kurang maksimal,” tandasnya.

Baca Juga :  RA Ulil Albab Perkenalkan Media sejak Dini

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/