alexametrics
25.8 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Anggaran Dipangkas, Sejumlah Program Dihapus

BANGKALAN – Anggaran dinas lingkungan hidup (DLH) pada 2018 mengalami penurunan drastis. Dari tahun sebelumnya sebesar Rp 10,2 miliar, kini hanya dialokasikan Rp 7,3 miliar. Tak ayal, banyak kegiatan yang berpotensi tidak ter-cover.

Kepala DLH Bangkalan Ishaq Soedibyo mengutarakan, tahun 2018 anggaran milik DLH dipangkas. Kurang lebih sebesar Rp 3 miliar. Meski anggaran terbatas, pihaknya akan memanfaatkan dengan optimal.

Menurut dia, alasan pengurangan anggaran itu karena pemerintah memiliki program prioritas di organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. ”Ini sudah menjadi kebijakan pemerintah daerah. Jadi, banyak program yang menjadi prioritas,” tuturnya.

Dikatakan, sebenarnya program kegiatan di DLH cukup banyak. Seperti kebersihan, pertamanan, penanganan lingkungan, dan lainnya. Namun karena anggaran sangat terbatas, otomatis disederhanakan hanya untuk program rutin.

Baca Juga :  Ujian Nasional Perbaikan Minim Pendaftar

Pria yang akrab disapa Yoyok itu menjelaskan, anggaran DLH murni dari APBD. Sudah dua tahun DLH tidak mendapat anggaran dari DAK. ”Untuk DAK, DLH sudah tidak dapat. Sudah dua tahun lebih kami tidak menerima,” jelasnya.

Mungkin saja, lanjut dia, pemerintah pusat tidak memiliki program prioritas di bidang DLH. Dengan demikian, kucuran dana dari pusat dihentikan. ”Ya, terpaksa memaksimalkan yang ada. Terutama soal kebersihan dan pertamanan,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, hampir semua OPD mengalami penurunan. Sebab, jatah dari pusat juga turun. Namun, kondisi tersebut jangan sampai dijadikan alasan untuk tidak bekerja maksimal.

”Sebab, meski anggarannya banyak. OPD juga tidak optimal. Buktinya, masih banyak sampah bertumpuk lama tidak diangkut. Seperti di daerah perkotaan, Telang, dan Kamal. Itu banyak sampah dibiarkan berhari-hari,” bebernya.

Baca Juga :  Sebulan Hasilkan 700 Ton Sampah

Padahal, pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab penuh DLH. Sampah-sampah yang ada di tempat pembuangan sementara (TPS) itu harus segera diangkut. ”Kinerja DLH harus ditingkatkan lagi,” tandasnya.

BANGKALAN – Anggaran dinas lingkungan hidup (DLH) pada 2018 mengalami penurunan drastis. Dari tahun sebelumnya sebesar Rp 10,2 miliar, kini hanya dialokasikan Rp 7,3 miliar. Tak ayal, banyak kegiatan yang berpotensi tidak ter-cover.

Kepala DLH Bangkalan Ishaq Soedibyo mengutarakan, tahun 2018 anggaran milik DLH dipangkas. Kurang lebih sebesar Rp 3 miliar. Meski anggaran terbatas, pihaknya akan memanfaatkan dengan optimal.

Menurut dia, alasan pengurangan anggaran itu karena pemerintah memiliki program prioritas di organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. ”Ini sudah menjadi kebijakan pemerintah daerah. Jadi, banyak program yang menjadi prioritas,” tuturnya.


Dikatakan, sebenarnya program kegiatan di DLH cukup banyak. Seperti kebersihan, pertamanan, penanganan lingkungan, dan lainnya. Namun karena anggaran sangat terbatas, otomatis disederhanakan hanya untuk program rutin.

Baca Juga :  Rp 750 Juta untuk Pengadaan Taman

Pria yang akrab disapa Yoyok itu menjelaskan, anggaran DLH murni dari APBD. Sudah dua tahun DLH tidak mendapat anggaran dari DAK. ”Untuk DAK, DLH sudah tidak dapat. Sudah dua tahun lebih kami tidak menerima,” jelasnya.

Mungkin saja, lanjut dia, pemerintah pusat tidak memiliki program prioritas di bidang DLH. Dengan demikian, kucuran dana dari pusat dihentikan. ”Ya, terpaksa memaksimalkan yang ada. Terutama soal kebersihan dan pertamanan,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, hampir semua OPD mengalami penurunan. Sebab, jatah dari pusat juga turun. Namun, kondisi tersebut jangan sampai dijadikan alasan untuk tidak bekerja maksimal.

”Sebab, meski anggarannya banyak. OPD juga tidak optimal. Buktinya, masih banyak sampah bertumpuk lama tidak diangkut. Seperti di daerah perkotaan, Telang, dan Kamal. Itu banyak sampah dibiarkan berhari-hari,” bebernya.

Baca Juga :  Ra Latif Terus Turba Serahkan Kartu ATM Insentif Guru Ngaji-Madin

Padahal, pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab penuh DLH. Sampah-sampah yang ada di tempat pembuangan sementara (TPS) itu harus segera diangkut. ”Kinerja DLH harus ditingkatkan lagi,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/