alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Jumlah PMI Ilegal Asal Bangkalan Tak Bisa Dihitung, Ini Dalih Disnaker

BANGKALAN – Berdasar data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bangkalan, sejak Januari 2015 sampai Juni 2019 ada 3.047 Pencari Kerja (Pencaker). Khusus mulai 1 Januari sampai 30 Juni, jumlah Pencaker sebanyak 191 orang.

Dari 191 pencaker itu, 102 diantaranya sudah bekerja. Rinciannya, 52 orang ditempatkan di dalam negeri dan 50 orang sisanya di luar negeri. Artinya, ada 89 pencaker yang belum terserap. Konon, kuota lowongan kerja di dalam negeri dan luar negeri tinggal 64 orang.

Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kini disebut Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) kian meningkat. Pada 2015 tercatat 66 PMI dan tahun berikutnya 43 PMI. Pada 2017 ada 81 PMI dan tahun berikutnya 158 PMI. Khusus Januari sampai Juni 2019, baru ada 50 PMI.

Baca Juga :  JPRM Bekali Anggota Baru Journalist MAN

Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Disnaker Bangkalan Hariyani menuturkan, PMI asal Kota Salak banyak yang berstatus ilegal. “Mereka berangkat menggunakan paspor berkunjung bukan bekerja, ” ucapnya.

Menurut Hariyani, jika PMI legal akan mendapatkan pengawalan sejak berangkat sampai kembali ke Indonesia. Terhitung Januari-Desember 2018, ada 158 PMI legal asal Bangkalan. Sementara PMI legal asal Kabupaten Malang sebanyak 8.723 orang.

“Jika merujuk ke data tersebut, berarti masih banyak PMI asal Bangkalan berangkat ke luar negeri menggunakan jalur tidak resmi alias ilegal. Karena itu jumlahnya tidak bisa dihitung,” tuding Hariyani.

Dijelaskan, salah satu alasan PMI berangkat lewat jalur ilegal karena pengaruh atau ajakan kerabat yang sudah bekerja di luar negeri. “Akhirnya, mereka hanya menggunakan paspor kunjungan dengan waktu yang terbatas,” tandasnya. (Chitrani Nurindraty)

Baca Juga :  Pemerintah Tingkatkan Kemampuan Produksi Vaksin
- Advertisement -

BANGKALAN – Berdasar data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bangkalan, sejak Januari 2015 sampai Juni 2019 ada 3.047 Pencari Kerja (Pencaker). Khusus mulai 1 Januari sampai 30 Juni, jumlah Pencaker sebanyak 191 orang.

Dari 191 pencaker itu, 102 diantaranya sudah bekerja. Rinciannya, 52 orang ditempatkan di dalam negeri dan 50 orang sisanya di luar negeri. Artinya, ada 89 pencaker yang belum terserap. Konon, kuota lowongan kerja di dalam negeri dan luar negeri tinggal 64 orang.

Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kini disebut Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) kian meningkat. Pada 2015 tercatat 66 PMI dan tahun berikutnya 43 PMI. Pada 2017 ada 81 PMI dan tahun berikutnya 158 PMI. Khusus Januari sampai Juni 2019, baru ada 50 PMI.

Baca Juga :  Siap Sambut Kedatangan TKI


Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Disnaker Bangkalan Hariyani menuturkan, PMI asal Kota Salak banyak yang berstatus ilegal. “Mereka berangkat menggunakan paspor berkunjung bukan bekerja, ” ucapnya.

Menurut Hariyani, jika PMI legal akan mendapatkan pengawalan sejak berangkat sampai kembali ke Indonesia. Terhitung Januari-Desember 2018, ada 158 PMI legal asal Bangkalan. Sementara PMI legal asal Kabupaten Malang sebanyak 8.723 orang.

“Jika merujuk ke data tersebut, berarti masih banyak PMI asal Bangkalan berangkat ke luar negeri menggunakan jalur tidak resmi alias ilegal. Karena itu jumlahnya tidak bisa dihitung,” tuding Hariyani.

Dijelaskan, salah satu alasan PMI berangkat lewat jalur ilegal karena pengaruh atau ajakan kerabat yang sudah bekerja di luar negeri. “Akhirnya, mereka hanya menggunakan paspor kunjungan dengan waktu yang terbatas,” tandasnya. (Chitrani Nurindraty)

Baca Juga :  Keluarga Besar Polres Peduli Korban Erupsi Semeru
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/