alexametrics
22 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Sita 28 Motor di Lokasi Balap Liar

BANGKALAN – Aksi balap liar terjadi di tengah pandemi Covid-19. Lokasinya di Jalan Raya Bancaran. Polisi melakukan razia dini hari kemarin (19/7). Hasilnya, sebanyak 28 kendaraan bermotor diamankan.

Tim gabungan Polres Bangkalan yang terlibat dalam giat tersebut meliputi anggota satuan lalu lintas (satlantas), satsabhara, satintelkam dan satreskrim. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bangkalan Kompol Wahyudi.

Jika dilihat dari pelat nomor, motor yang diamankan itu bukan hanya dari Bangkalan. Tetapi, ada dari luar daerah seperti Surabaya, Malang, dan Jakarta. Kemudian, Gresik, Purwakarta, dan Surakarta.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra dikonfirmasi melalui Kabag Ops Polres Bangkalan Kompol Wahyudi mengatakan, razia dilakukan atas laporan masyarakat. Aktivitas anak muda itu meresahkan.

Baca Juga :  Sisi Lain Pemakaman Jenazah Pasien dalam Pengawasan

Dengan demikian, polisi menggelar razia dengan menurunkan tim. Sekitar pukul 02.00 personel yang dibagi menjadi dua tim menuju lokasi. ”Berangkatnya dari polres. Tim pertama lurus ke arah Bancaran. Tim kedua ke arah Skep. Kemudian kami tutup jalan,” katanya kemarin.

Kedatangan petugas sempat terendus para anak muda itu. Mereka lari berhamburan. Tetapi, petugas yang sudah siap tidak kalah gesit. Hasilnya, puluhan kendaraan berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Bangkalan.

Pemilik bisa mengambil kembali motor yang disita itu dengan syarat harus membawa surat-surat kendaraan. ”Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada yang mengambil,” katanya.

Wahyudi menjelaskan, razia itu sudah kali kedua digelar dalam bulan ini. Pada pekan pertama, polisi berhasil mengamankan 34 unit motor. Razia digelar dini hari karena anak muda biasanya menggelar aktivitas terlarang itu ketika kondisi jalanan sepi.

Baca Juga :  Tenaga Medis PTT Bisa Jadi CPNS

Warga yang tinggal di sekitar lokasi balap liar itu resah dan merasa terganggu. Sebab, balapan itu menimbulkan kebisingan. Sementara, warga butuh istirahat saat tengah malam. ”Balapan liar meresahkan masyarakat. Di samping itu juga membahayakan diri sendiri dan pengendara lain,” katanya.

Polisi mengimbau seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jika tidak memiliki keperluan penting, diharapkan tetap berada di rumah. ”Kami mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” pintanya. (rul)

BANGKALAN – Aksi balap liar terjadi di tengah pandemi Covid-19. Lokasinya di Jalan Raya Bancaran. Polisi melakukan razia dini hari kemarin (19/7). Hasilnya, sebanyak 28 kendaraan bermotor diamankan.

Tim gabungan Polres Bangkalan yang terlibat dalam giat tersebut meliputi anggota satuan lalu lintas (satlantas), satsabhara, satintelkam dan satreskrim. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bangkalan Kompol Wahyudi.

Jika dilihat dari pelat nomor, motor yang diamankan itu bukan hanya dari Bangkalan. Tetapi, ada dari luar daerah seperti Surabaya, Malang, dan Jakarta. Kemudian, Gresik, Purwakarta, dan Surakarta.


Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra dikonfirmasi melalui Kabag Ops Polres Bangkalan Kompol Wahyudi mengatakan, razia dilakukan atas laporan masyarakat. Aktivitas anak muda itu meresahkan.

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Dorong UMKM Melalui Program PEN

Dengan demikian, polisi menggelar razia dengan menurunkan tim. Sekitar pukul 02.00 personel yang dibagi menjadi dua tim menuju lokasi. ”Berangkatnya dari polres. Tim pertama lurus ke arah Bancaran. Tim kedua ke arah Skep. Kemudian kami tutup jalan,” katanya kemarin.

Kedatangan petugas sempat terendus para anak muda itu. Mereka lari berhamburan. Tetapi, petugas yang sudah siap tidak kalah gesit. Hasilnya, puluhan kendaraan berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Bangkalan.

Pemilik bisa mengambil kembali motor yang disita itu dengan syarat harus membawa surat-surat kendaraan. ”Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada yang mengambil,” katanya.

Wahyudi menjelaskan, razia itu sudah kali kedua digelar dalam bulan ini. Pada pekan pertama, polisi berhasil mengamankan 34 unit motor. Razia digelar dini hari karena anak muda biasanya menggelar aktivitas terlarang itu ketika kondisi jalanan sepi.

Baca Juga :  Sehari, Polisi Ringkus 4 Pejudi

Warga yang tinggal di sekitar lokasi balap liar itu resah dan merasa terganggu. Sebab, balapan itu menimbulkan kebisingan. Sementara, warga butuh istirahat saat tengah malam. ”Balapan liar meresahkan masyarakat. Di samping itu juga membahayakan diri sendiri dan pengendara lain,” katanya.

Polisi mengimbau seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jika tidak memiliki keperluan penting, diharapkan tetap berada di rumah. ”Kami mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” pintanya. (rul)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/