alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pemerintah Tiadakan Lomba Agustusan

BANGKALAN – Semarak lomba biasa digelar menyambut HUT RI 17 Agustus. Namun, kali ini dimungkinkan tidak ada untuk menghindari terjadinya persebaran Covid-19.

Sekkab Bangkalan Moh. Taufan Zairinsjah mengatakan, berdasar edaran dari pemerintah pusat, yang boleh dilaksanakan hanya upacara. Itu pun untuk Paskibraka cukup tiga orang. Namun, manakala nanti ada petunjuk teknis lain bisa saja berubah atau dikecualikan jenis perlombaan apa yang diperbolehkan.

”Perlombaan tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan, dan desa-desa. Tidak diperbolehkan,” ujarnya. Taufan menyampaikan, setiap perlombaan menyambut perayaan HUT RI biasanya mendatangkan banyak orang. Karena suasana pandemi Covid-19, hal tersebut akhirnya menjadi pertimbangan pemerintah. ”Daripada berisiko, lebih baik perlombaan ditiadakan,” sebutnya.        

Baca Juga :  Keluar Masuk Madura Harus Nonreaktif

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan, untuk perlombaan pada peringatan HUT RI 17 Agustus 2020, perlu dilakukan rapat vitrual lintas kementrian. Tujuannya, menentukan konsep perayaan 17 Agustus tahun ini.

Di tengah pandemi seperti ini, banyak hal yang perlu dikonsep dengan matang. Misalnya, bentuk perayaan bagaimana yang boleh dan tidak boleh. ”Entah perlombaannya akan menerapkan protokol kesehatan. Itu perlu inovasi dalam perayaan HUT RI tahun ini,” ucapnya.

Sebagai contoh, terang Bahtiar, perlombaannya dibikin dalam bentuk video yang penilainya melibatkan kurator independen. ”Ini kan momentum perayaan 17 Agustus sebagai ajang inovasi gagasan membuat kenormalan baru yang aman Covid-19,” terangnya. 

BANGKALAN – Semarak lomba biasa digelar menyambut HUT RI 17 Agustus. Namun, kali ini dimungkinkan tidak ada untuk menghindari terjadinya persebaran Covid-19.

Sekkab Bangkalan Moh. Taufan Zairinsjah mengatakan, berdasar edaran dari pemerintah pusat, yang boleh dilaksanakan hanya upacara. Itu pun untuk Paskibraka cukup tiga orang. Namun, manakala nanti ada petunjuk teknis lain bisa saja berubah atau dikecualikan jenis perlombaan apa yang diperbolehkan.

”Perlombaan tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan, dan desa-desa. Tidak diperbolehkan,” ujarnya. Taufan menyampaikan, setiap perlombaan menyambut perayaan HUT RI biasanya mendatangkan banyak orang. Karena suasana pandemi Covid-19, hal tersebut akhirnya menjadi pertimbangan pemerintah. ”Daripada berisiko, lebih baik perlombaan ditiadakan,” sebutnya.        

Baca Juga :  Santri Harus Memahami Perjuangan Bangsa

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar mengatakan, untuk perlombaan pada peringatan HUT RI 17 Agustus 2020, perlu dilakukan rapat vitrual lintas kementrian. Tujuannya, menentukan konsep perayaan 17 Agustus tahun ini.

Di tengah pandemi seperti ini, banyak hal yang perlu dikonsep dengan matang. Misalnya, bentuk perayaan bagaimana yang boleh dan tidak boleh. ”Entah perlombaannya akan menerapkan protokol kesehatan. Itu perlu inovasi dalam perayaan HUT RI tahun ini,” ucapnya.

Sebagai contoh, terang Bahtiar, perlombaannya dibikin dalam bentuk video yang penilainya melibatkan kurator independen. ”Ini kan momentum perayaan 17 Agustus sebagai ajang inovasi gagasan membuat kenormalan baru yang aman Covid-19,” terangnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/