alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Sekolah Tunggu Buku Hasil Revisi Kurikulum 13

PAMEKASAN – Sekolah semua jenjang di Bangkalan aktif masuk sejak Senin (17/7) lalu. Namun hingga saat ini, buku dari Kurikulum 2013 (K13) yang direvisi belum ada. Padahal, lembaga pendidikan di Kota Salak diimbau segera menerapkan kurikulum tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan Mariyono Rabu (19/7). Dia mengimbau sekolah yang belum melaksanakan kebijakan K13 untuk segera diterapkan.

”Nanti 2018 ada instruksi dari menteri untuk semua sekolah harus melaksanakan K13. Tahun ini memang belum ada penegasan mengenai penerapan K13. Namun ketentuannya sudah ada,” paparnya.

Mengenai buku revisi K13, dirinya belum mengetahui pasti. Dia memperbolehkan sementara menggunakan buku lama. Sementara untuk pengadaan buku, nantinya setiap sekolah menggunakan e-katalog. Anggaran yang ditentukan yakni 20 persen dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Baca Juga :  Mendikbud Beri Pengarahan dan Pembinaan

”Untuk buku wajib bulan ini sudah harus dilaksanakan. Semua sekolah sudah harus mulai melakukan pengadaan,”  imbaunya.

Dia menambahkan, pihak sekolah dalam melaksanakan pengadaan buku harus mengikuti ketentuan. Kemungkinan sebagian sekolah sudah melakukan pengadaan untuk buku muatan lokal. ”Tapi kemungkinan belum untuk buku wajib,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMK Bangkalan Kamus membenarkan tentang ketentuan pengadaan buku sebesar 20 persen dari dana BOS. Namun, untuk jenjang SMK lebih banyak pada pengadaan fasilitas praktik. Sebab pada sekolah kejuruan, skill secara teknis siswa lebih diutamakan.

”Apalagi SMK, 20 persen untuk pengadaan buku itu berat. Karena kejuruan itu lebih pada praktik. Kalau SMK itu lebih dipentingkan bahan praktik. Beda kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga :  Imbau Waspadai Serangan Hama Tanaman

Kepala SMKN 3 Bangkalan itu menjelaskan, sementara belum ada informasi teranyar mengenai buku K13 dari hasil revisi. Jadi untuk sementara waktu masih akan menggunakan buku bahan ajar versi K13 yang lama.

”Untuk yang revisi masih belum. Kan sekarang ada K13 revisi. Kayaknya belum keluar. Sementara menggunakan buku yang ada,” tukasnya.

PAMEKASAN – Sekolah semua jenjang di Bangkalan aktif masuk sejak Senin (17/7) lalu. Namun hingga saat ini, buku dari Kurikulum 2013 (K13) yang direvisi belum ada. Padahal, lembaga pendidikan di Kota Salak diimbau segera menerapkan kurikulum tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan Mariyono Rabu (19/7). Dia mengimbau sekolah yang belum melaksanakan kebijakan K13 untuk segera diterapkan.

”Nanti 2018 ada instruksi dari menteri untuk semua sekolah harus melaksanakan K13. Tahun ini memang belum ada penegasan mengenai penerapan K13. Namun ketentuannya sudah ada,” paparnya.

Mengenai buku revisi K13, dirinya belum mengetahui pasti. Dia memperbolehkan sementara menggunakan buku lama. Sementara untuk pengadaan buku, nantinya setiap sekolah menggunakan e-katalog. Anggaran yang ditentukan yakni 20 persen dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Baca Juga :  Mendikbud Beri Pengarahan dan Pembinaan

”Untuk buku wajib bulan ini sudah harus dilaksanakan. Semua sekolah sudah harus mulai melakukan pengadaan,”  imbaunya.

Dia menambahkan, pihak sekolah dalam melaksanakan pengadaan buku harus mengikuti ketentuan. Kemungkinan sebagian sekolah sudah melakukan pengadaan untuk buku muatan lokal. ”Tapi kemungkinan belum untuk buku wajib,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMK Bangkalan Kamus membenarkan tentang ketentuan pengadaan buku sebesar 20 persen dari dana BOS. Namun, untuk jenjang SMK lebih banyak pada pengadaan fasilitas praktik. Sebab pada sekolah kejuruan, skill secara teknis siswa lebih diutamakan.

”Apalagi SMK, 20 persen untuk pengadaan buku itu berat. Karena kejuruan itu lebih pada praktik. Kalau SMK itu lebih dipentingkan bahan praktik. Beda kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga :  Paving Proyek IKM Rp 10 Miliar Rusak

Kepala SMKN 3 Bangkalan itu menjelaskan, sementara belum ada informasi teranyar mengenai buku K13 dari hasil revisi. Jadi untuk sementara waktu masih akan menggunakan buku bahan ajar versi K13 yang lama.

”Untuk yang revisi masih belum. Kan sekarang ada K13 revisi. Kayaknya belum keluar. Sementara menggunakan buku yang ada,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/