alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Harus Gunakan Alat Tangkap Legal

Nelayan Kwanyar Minta Semua Pihak Tegakkan Aturan

BANGKALAN – Nelayan di Kecamatan Kwanyar mengeluh. Banyak nelayan dari luar Bangkalan menggunakan alat tangkap terlarang kerap masuk perairan di lokasi itu. Permasalahan tersebut juga menjadi pembahasan dalam pertemuan kepala desa (Kades) di Kecamatan Kwanyar Minggu (19/6).

Pertemuan yang digelar di rumah Kades Ketetang Moh. Hafid tersebut mencari solusi dan memecahkan permasalahan nelayan itu. Tujuannya, agar nelayan di Kecamatan Kwanyar tidak merugi dan tidak ada insiden di lautan.
Ada enam desa di Kecamatan Kwanyar yang berada di pesisir laut. Yakni, Desa Batah Timur, Batah Barat, Karanganyar, Pesanggrahan, Kwanyar Barat, dan Tebul.

Kades Batah Timur Slamet Riyadi meminta kesadaran warga atau nelayan di luar Kecamatan Kwanyar saat mencari ikan. Dia tidak mempersoalkan bila ada warga atau nelayan dari luar Bangkalan mencari ikan. Namun, alat tangkap ikan yang digunakan sama dengan alat tangkap yang digunakan nelayan setempat.

”Nelayan Kwanyar menggunakan alat tangkap sesuai instruksi pemerintah. Kalau alat tangkapnya seperti jaring kepiting, jaring udang, dan jaring ikan biasa kami tidak ada masalah,” katanya.

Bahkan, lanjut Slamet, ada nelayan dari luar Bangkalan yang menginap di Kwanyar. Salah satunya, nelayan dari Pasuruan. Biasanya, satu rombongan ada 20 orang menginap hingga sebulan. Nelayan sekitar akan welcome manakala alat tangkap yang digunakan nelayan dari luar sama. Artinya, tidak merusak.

Baca Juga :  Tiga Serangkai Gelar Turnamen Nasional, Andalkan Jurus Seni Tunggal

”Intinya, yang dipersoalkan nelayan sekitar adalah alat tangkapnya saja. Kalau yang tidak merusak biota laut, tidak jadi masalah. Kalau yang merusak yang masalah,” ungkapnya.

Jika dibiarkan, yang dirugikan nelayan sekitar. Dia meminta pihak terkait memberikan imbauan agar nelayan dari luar Bangkalan tidak menggunakan alat tangkap ilegal. ”Demi kenyamanan dan keamanan bersama, satpolairud dan dinas perikanan bisa bekerja sama dengan instansi terkait dari luar Bangkalan,” harapnya.

Kades Pesanggrahan Akhmad Sudaryanto mengatakan, demi kondusivitas nelayan Kecamatan Kwanyar dan nelayan dari luar Bangkalan, pemerintah harus mencarikan solusi. Sebab, banyak nelayan dari luar Bangkalan yang masuk ke perairan Kwanyar saat menangkap ikan dengan alat tangkap yang dilarang.

”Kami tidak ingin ada insiden yang sebelumnya terjadi lagi. Sebelum insiden itu terjadi, kami minta agar ada solusi terbaik,” ujarnya.

Pria yang juga menjadi ketua AKD Kwanyar itu berharap, nelayan di pesisir Kwanyar dan dari luar terus bersatu. Syaratnya, alat tangkap yang digunakan nelayan dari luar sesuai dengan instruksi pemerintah. ”Kami harap, kondusivitas tetap terjaga,” harapnya.

Ketua Fraksi PPP Bangkalan Sonhaji menambahkan, akhir-akhir ini ditengarai ada beberapa kapal dari luar yang masuk Kwanyar. Ini sudah diketahui oleh para nelayan Kwanyar. Dia khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Nelayan luar sering menggunakan alat tangkap terlarang,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Teken MoU Pembangunan RS Tipe D

Pada saat dirinya menjadi sekretaris tim rekonsiliasi, ada pertemuan antara tim islah dan tim rekonsiliasi serta semua nelayan di Ampel. Mereka sepakat untuk tidak saling bantai di tengah laut. Dia sebagai perwakilan masyarakat berharap, alat tangkap ikan tidak menggunakan cantrang karena sangat merugikan nelayan setempat.

Frame nelayan Kwanyar tidak seperti frame nelayan luar. Nelayan luar ingin mendapat hasil banyak saat melaut. Nelayan Kwanyar sederhana. Yang penting dapat agar keesokan harinya bisa menangkap ikan kembali.

Kades Ketetang Moh. Hafid mengatakan, sebagai tuan rumah dalam silaturahmi rutinan itu berharap, kegiatan yang diikuti Kades se-Kecamatan Kwanyar terus berjalan. Sehingga, para kades bersatu dan bersinergi supaya ke depan lebih baik. ”Silaturahmi rutin digelar. Yakni, dua minggu sekali,” katanya.

Dalam silaturhami, biasanya ngobrol santai. Atau membahas suatu hal untuk kemajuan masing-masing desa. Di dalamnya juga ada arisan. Manakala ada persoalan, juga dirembuk bersama agar tidak mencuat ke luar. ”Ya itu tujuan utama kami, bersilaturahmi secara rutin,” tandasnya. (rul/onk)

BANGKALAN – Nelayan di Kecamatan Kwanyar mengeluh. Banyak nelayan dari luar Bangkalan menggunakan alat tangkap terlarang kerap masuk perairan di lokasi itu. Permasalahan tersebut juga menjadi pembahasan dalam pertemuan kepala desa (Kades) di Kecamatan Kwanyar Minggu (19/6).

Pertemuan yang digelar di rumah Kades Ketetang Moh. Hafid tersebut mencari solusi dan memecahkan permasalahan nelayan itu. Tujuannya, agar nelayan di Kecamatan Kwanyar tidak merugi dan tidak ada insiden di lautan.
Ada enam desa di Kecamatan Kwanyar yang berada di pesisir laut. Yakni, Desa Batah Timur, Batah Barat, Karanganyar, Pesanggrahan, Kwanyar Barat, dan Tebul.

Kades Batah Timur Slamet Riyadi meminta kesadaran warga atau nelayan di luar Kecamatan Kwanyar saat mencari ikan. Dia tidak mempersoalkan bila ada warga atau nelayan dari luar Bangkalan mencari ikan. Namun, alat tangkap ikan yang digunakan sama dengan alat tangkap yang digunakan nelayan setempat.


”Nelayan Kwanyar menggunakan alat tangkap sesuai instruksi pemerintah. Kalau alat tangkapnya seperti jaring kepiting, jaring udang, dan jaring ikan biasa kami tidak ada masalah,” katanya.

Bahkan, lanjut Slamet, ada nelayan dari luar Bangkalan yang menginap di Kwanyar. Salah satunya, nelayan dari Pasuruan. Biasanya, satu rombongan ada 20 orang menginap hingga sebulan. Nelayan sekitar akan welcome manakala alat tangkap yang digunakan nelayan dari luar sama. Artinya, tidak merusak.

Baca Juga :  Dari Banyuwangi Menuju Sapeken, Ditemukan di Perairan Bali

”Intinya, yang dipersoalkan nelayan sekitar adalah alat tangkapnya saja. Kalau yang tidak merusak biota laut, tidak jadi masalah. Kalau yang merusak yang masalah,” ungkapnya.

Jika dibiarkan, yang dirugikan nelayan sekitar. Dia meminta pihak terkait memberikan imbauan agar nelayan dari luar Bangkalan tidak menggunakan alat tangkap ilegal. ”Demi kenyamanan dan keamanan bersama, satpolairud dan dinas perikanan bisa bekerja sama dengan instansi terkait dari luar Bangkalan,” harapnya.

Kades Pesanggrahan Akhmad Sudaryanto mengatakan, demi kondusivitas nelayan Kecamatan Kwanyar dan nelayan dari luar Bangkalan, pemerintah harus mencarikan solusi. Sebab, banyak nelayan dari luar Bangkalan yang masuk ke perairan Kwanyar saat menangkap ikan dengan alat tangkap yang dilarang.

”Kami tidak ingin ada insiden yang sebelumnya terjadi lagi. Sebelum insiden itu terjadi, kami minta agar ada solusi terbaik,” ujarnya.

Pria yang juga menjadi ketua AKD Kwanyar itu berharap, nelayan di pesisir Kwanyar dan dari luar terus bersatu. Syaratnya, alat tangkap yang digunakan nelayan dari luar sesuai dengan instruksi pemerintah. ”Kami harap, kondusivitas tetap terjaga,” harapnya.

Ketua Fraksi PPP Bangkalan Sonhaji menambahkan, akhir-akhir ini ditengarai ada beberapa kapal dari luar yang masuk Kwanyar. Ini sudah diketahui oleh para nelayan Kwanyar. Dia khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Nelayan luar sering menggunakan alat tangkap terlarang,” katanya.

Baca Juga :  JPRM Berbagi Ilmu Fotografi-Videografi dengan Polisi

Pada saat dirinya menjadi sekretaris tim rekonsiliasi, ada pertemuan antara tim islah dan tim rekonsiliasi serta semua nelayan di Ampel. Mereka sepakat untuk tidak saling bantai di tengah laut. Dia sebagai perwakilan masyarakat berharap, alat tangkap ikan tidak menggunakan cantrang karena sangat merugikan nelayan setempat.

Frame nelayan Kwanyar tidak seperti frame nelayan luar. Nelayan luar ingin mendapat hasil banyak saat melaut. Nelayan Kwanyar sederhana. Yang penting dapat agar keesokan harinya bisa menangkap ikan kembali.

Kades Ketetang Moh. Hafid mengatakan, sebagai tuan rumah dalam silaturahmi rutinan itu berharap, kegiatan yang diikuti Kades se-Kecamatan Kwanyar terus berjalan. Sehingga, para kades bersatu dan bersinergi supaya ke depan lebih baik. ”Silaturahmi rutin digelar. Yakni, dua minggu sekali,” katanya.

Dalam silaturhami, biasanya ngobrol santai. Atau membahas suatu hal untuk kemajuan masing-masing desa. Di dalamnya juga ada arisan. Manakala ada persoalan, juga dirembuk bersama agar tidak mencuat ke luar. ”Ya itu tujuan utama kami, bersilaturahmi secara rutin,” tandasnya. (rul/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/