alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Sekeluarga Terpapar Covid-19

KAMPUNG Sattoan, Kelurahan Pejagan, Bangkalan, dibatasi dengan ketat. Pintu keluar masuk dijaga warga. Pengetatan ini menyusul adanya warga tiga bersaudara meninggal dunia. Seorang di antaranya positif Covid-19.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengutarakan, keluarga itu terindikasi Covid-19. Sebab, pasien positif ke-113 dan ke-118 merupakan anak almarhumah Maisura (pasien ke-71). ”Selain adik-adiknya yang meninggal dunia, dua anak dari Maisura juga positif,” kata dia kemarin (19/6).

Agus menyampaikan, pasien ke-113 tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit PHC Surabaya. Sementara, pasien ke-118 ada di RSUD Syamrabu Bangkalan. Keduanya belum dinyatakan sembuh dari Covid-19.

”Pasien ke-113 nakes di Puskesmas Kokop dan pasien ke-18 merupakan pegawai RSUD Syamrabu,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Pantau Vaksinasi Pelajar

Sedangkan suami almarhumah Dewi Purwanti (PDP), adik kandung Maisura, juga dirawat di RS PHC Surabaya. Yang bersangkutan juga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Hasil tes swab-nya belum keluar. ”Semoga saja tidak ada yang bertambah lagi. Keluarga mereka benar-benar berduka,” katanya.

Seperti diberitakan, bidan senior (pensiun) RSUD Syamrabu atas nama Maisura tutup usia Jumat (5/6). Perempuan yang wafat di usia 66 tahun itu merupakan pasien positif ke-71 Covid-19 Bangkalan.

Sembilan hari kemudian adik kandungnya, Dewi Purwanti, juga mengembuskan napas terakhir. Dia meninggal dunia saat berstatus PDP pada umur 49 tahun. Perempuan yang tutup usia pada Minggu (14/6) itu belum sempat pemeriksaan swab.

Baca Juga :  DKPP Sumenep Bantu Desa Rawan Pangan

Lagi-lagi keluarga ini kehilangan satu anggota keluarganya pada Selasa malam (16/6). Siti Musarrofah, adik kandung Maisura yang lain, juga meninggal dunia. Perempuan 57 tahun tersebut meninggal saat menyandang status PDP. Hasil tes swab pengawas SD dinas pendidikan (disdik) itu belum keluar.

- Advertisement -

KAMPUNG Sattoan, Kelurahan Pejagan, Bangkalan, dibatasi dengan ketat. Pintu keluar masuk dijaga warga. Pengetatan ini menyusul adanya warga tiga bersaudara meninggal dunia. Seorang di antaranya positif Covid-19.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengutarakan, keluarga itu terindikasi Covid-19. Sebab, pasien positif ke-113 dan ke-118 merupakan anak almarhumah Maisura (pasien ke-71). ”Selain adik-adiknya yang meninggal dunia, dua anak dari Maisura juga positif,” kata dia kemarin (19/6).

Agus menyampaikan, pasien ke-113 tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit PHC Surabaya. Sementara, pasien ke-118 ada di RSUD Syamrabu Bangkalan. Keduanya belum dinyatakan sembuh dari Covid-19.


”Pasien ke-113 nakes di Puskesmas Kokop dan pasien ke-18 merupakan pegawai RSUD Syamrabu,” ujarnya.

Baca Juga :  Diterjang Ombak, Rumah Warga Rusak

Sedangkan suami almarhumah Dewi Purwanti (PDP), adik kandung Maisura, juga dirawat di RS PHC Surabaya. Yang bersangkutan juga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Hasil tes swab-nya belum keluar. ”Semoga saja tidak ada yang bertambah lagi. Keluarga mereka benar-benar berduka,” katanya.

Seperti diberitakan, bidan senior (pensiun) RSUD Syamrabu atas nama Maisura tutup usia Jumat (5/6). Perempuan yang wafat di usia 66 tahun itu merupakan pasien positif ke-71 Covid-19 Bangkalan.

Sembilan hari kemudian adik kandungnya, Dewi Purwanti, juga mengembuskan napas terakhir. Dia meninggal dunia saat berstatus PDP pada umur 49 tahun. Perempuan yang tutup usia pada Minggu (14/6) itu belum sempat pemeriksaan swab.

Baca Juga :  Tim Gugas Covid-19 Temukan Warga Bangkalan Reaktif

Lagi-lagi keluarga ini kehilangan satu anggota keluarganya pada Selasa malam (16/6). Siti Musarrofah, adik kandung Maisura yang lain, juga meninggal dunia. Perempuan 57 tahun tersebut meninggal saat menyandang status PDP. Hasil tes swab pengawas SD dinas pendidikan (disdik) itu belum keluar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

ASN Dilarang Tambah Libur Lebaran

Target Pajak Kendaraan Rp 31 Miliar

Artikel Terbaru

/