21.4 C
Madura
Friday, June 2, 2023

Kejari Terima Rp 100 Juta

Terdakwa PKH Titip Uang Kerugian Negara

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) program keluarga harapan (PKH) Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan, sedang bergulir. Di tengah berjalannya proses hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan kembali menerima titipan pengembalian kerugian keuangan negara. Uang sebesar Rp 100 juta diterima dari terdakwa Nurus Zaman kemarin (19/1).

Uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu itu diantarkan oleh keluarga dan penasihat hukum terdakwa Nurus Zaman, Zamroni, sekitar pukul 09.15. Serah terima uang titipan pengembalian kerugian negara itu disaksikan oleh Kajari Bangkalan Fahmi, Kasi Intelijen Imam Hidayat, Kasipidsus Hendrawan, dan perwakilan dari Bank Mandiri Cabang Bangkalan.

Humas Kejari Bangkalan Imam Hidayat membenarkan, pihaknya kembali menerima uang titipan pengembalian kerugian negara perkara tipikor PKH Desa Kelbung. Titipan uang tersebut bukan kali pertama, tapi masuk kali ketiga. ”Uang titipan yang kami terima hari ini (kemarin, Red) sebesar Rp 100 juta,” katanya.

Baca Juga :  Hanya Lima Peserta Yang Lolos SKD CPNS

Sebelum pihaknya menerima uang titipan tersebut, dilakukan penandatanganan berita acara oleh penasihat hukum terdakwa dan Kejari Bangkalan. Setelah semua proses sudah dilakukan, termasuk penghitungan uang, pihaknya langsung menyetorkan uang tersebut. ”Uang titipan kerugian negara sudah kami setorkan langsung ke rekening Bank Mandiri Kejari Bangkalan,” imbuhnya mewakili Kajari Bangkalan Fahmi.

Pria asal Jember yang juga menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Bangkalan itu menjelaskan, sebelumnya ada dua orang terdakwa yang menitipkan uang pengembalian kerugian negara. Dari dua orang terdakwa, nominal uang yang diterima sebesar Rp 325 juta. ”Jadi, total titipan uang sebesar Rp 425 juta dari tiga orang terdakwa. Sedangkan kerugian negara atas perkara tersebut sebesar Rp 4,2 miliar,” jelas Imam.

Sesuai tidaknya pengembalian uang negara oleh terdakwa dengan yang diambil dari program PKH belum diketahui pasti. Sebab, proses sidang masih berjalan. ”Kami juga masih menunggu pembuktian dari proses persidangan. Tapi, titipan uang tersebut merupakan iktikad baik dari terdakwa,” urainya.

Baca Juga :  Lokasi Pokir Anggota Dewan Sering Diubah

Sebelumnya, dua orang yang menitipkan uang kerugian negara ialah Suliha (istri Samsuri) dan Sulaimah Irawati (teman Suliha). Kali pertama yang menitipkan uang ialah Sulaimah Irawati pada September 2022 atau sebelum persidangan. Sedangkan Suliha menitipkan uang melalui kuasa hukumnya Selasa (3/1).

Kajari Bangkalan menerima pengembalian uang kerugian negara dari terdakwa melalui kuasa hukum. Dari terdakwa Suliha sebesar Rp 250 juta. Uang ratusan juta itu merupakan uang titipan dari kerugian negara atas penyimpangan penyaluran dana PKH mulai 2017–2021.

Penyidik sebelumnya menetapkan lima orang sebagai tersangka penyimpangan penyaluran PKH Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan. Pertama, Suliha (istri Samsuri) dan pendamping PKH 2017 Nurus Zaman. Kemudian, Sulaimah Irawati (teman Suliha) dan pendamping PKH Desa Kelbung 2019–2021 Abdul Manab. Lalu, Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Kecamatan Galis Abdul Ghoffar Azis. Terakhir, Samsuri yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). (rul/luq)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) program keluarga harapan (PKH) Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan, sedang bergulir. Di tengah berjalannya proses hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan kembali menerima titipan pengembalian kerugian keuangan negara. Uang sebesar Rp 100 juta diterima dari terdakwa Nurus Zaman kemarin (19/1).

Uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu itu diantarkan oleh keluarga dan penasihat hukum terdakwa Nurus Zaman, Zamroni, sekitar pukul 09.15. Serah terima uang titipan pengembalian kerugian negara itu disaksikan oleh Kajari Bangkalan Fahmi, Kasi Intelijen Imam Hidayat, Kasipidsus Hendrawan, dan perwakilan dari Bank Mandiri Cabang Bangkalan.

Humas Kejari Bangkalan Imam Hidayat membenarkan, pihaknya kembali menerima uang titipan pengembalian kerugian negara perkara tipikor PKH Desa Kelbung. Titipan uang tersebut bukan kali pertama, tapi masuk kali ketiga. ”Uang titipan yang kami terima hari ini (kemarin, Red) sebesar Rp 100 juta,” katanya.


Baca Juga :  Berkas Pembunuhan Sopir Online Masuk Kejari

Sebelum pihaknya menerima uang titipan tersebut, dilakukan penandatanganan berita acara oleh penasihat hukum terdakwa dan Kejari Bangkalan. Setelah semua proses sudah dilakukan, termasuk penghitungan uang, pihaknya langsung menyetorkan uang tersebut. ”Uang titipan kerugian negara sudah kami setorkan langsung ke rekening Bank Mandiri Kejari Bangkalan,” imbuhnya mewakili Kajari Bangkalan Fahmi.

Pria asal Jember yang juga menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Bangkalan itu menjelaskan, sebelumnya ada dua orang terdakwa yang menitipkan uang pengembalian kerugian negara. Dari dua orang terdakwa, nominal uang yang diterima sebesar Rp 325 juta. ”Jadi, total titipan uang sebesar Rp 425 juta dari tiga orang terdakwa. Sedangkan kerugian negara atas perkara tersebut sebesar Rp 4,2 miliar,” jelas Imam.

Sesuai tidaknya pengembalian uang negara oleh terdakwa dengan yang diambil dari program PKH belum diketahui pasti. Sebab, proses sidang masih berjalan. ”Kami juga masih menunggu pembuktian dari proses persidangan. Tapi, titipan uang tersebut merupakan iktikad baik dari terdakwa,” urainya.

Baca Juga :  Ketua BPC Hipmi Bangkalan Zhavira Ayu Ratri Aldania

Sebelumnya, dua orang yang menitipkan uang kerugian negara ialah Suliha (istri Samsuri) dan Sulaimah Irawati (teman Suliha). Kali pertama yang menitipkan uang ialah Sulaimah Irawati pada September 2022 atau sebelum persidangan. Sedangkan Suliha menitipkan uang melalui kuasa hukumnya Selasa (3/1).

- Advertisement -

Kajari Bangkalan menerima pengembalian uang kerugian negara dari terdakwa melalui kuasa hukum. Dari terdakwa Suliha sebesar Rp 250 juta. Uang ratusan juta itu merupakan uang titipan dari kerugian negara atas penyimpangan penyaluran dana PKH mulai 2017–2021.

Penyidik sebelumnya menetapkan lima orang sebagai tersangka penyimpangan penyaluran PKH Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan. Pertama, Suliha (istri Samsuri) dan pendamping PKH 2017 Nurus Zaman. Kemudian, Sulaimah Irawati (teman Suliha) dan pendamping PKH Desa Kelbung 2019–2021 Abdul Manab. Lalu, Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Kecamatan Galis Abdul Ghoffar Azis. Terakhir, Samsuri yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). (rul/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/