alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Dishub Bangkalan Sediakan Dua Bus untuk Pelajar

BANGKALAN – Hampir tiga tahun bus untuk pelajar yang ada di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan tidak beroperasi. Padahal pengadaan sepuluh bus pada 2015 itu menghabiskan anggaran Rp 5,3 miliar. Yaitu, anggaran pengadaan empat unit bus bersumber dari APBD Bangkalan dan enam unit bus lainnya dari dana alokasi khusus (DAK).

Kendaraan pelat merah bertuliskan Ayo Naik Bus itu mulai mengaspal di jalanan sejak beberapa hari terakhir ini. Bus biru langit tersebut beroperasi pada pagi dan siang hari. Seperti terlihat di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bangkalan, Jumat (19/1).

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili mengatakan, dua bus untuk pelajar sudah keluar dari garasi. Dua bus itu sementara digunakan untuk membantu transportasi pelajar dari SD sampai SMA. Rute pelayanan masih terbatas.

Baca Juga :  Dokter RSIA Glamour Minta Ruang Klarifikasi

”Sementara ini hanya dua bus yang diperbantukan, belum beroperasi penuh karena menunggu petunjuk bupati. Rute bus Bangkalan–Kamal dan Bangkalan–Burneh untuk angkutan pelajar,” katanya.

Bus tersebut belum melayani mahasiswa. Ram menyatakan, pengoperasian dua unit bus tersebut agar pelajar menikmati layanan angkutan gratis. Bus tersebut sementara beroperasi untuk jarak dekat.

”Daripada mangkrak dan jadi beban, lebih baik bus dioperasikan. Pelajar bisa menunggu di halte-halte yang tersedia. Bus dioperasikan sejak awal tahun,” klaim mantan Kepala Satpol PP Bangkalan itu.

Dia menambahkan, trayek bus sudah dirancang. Ram berjanji pengoperasian bus secara penuh akan terealisasi dalam waktu dekat. ”Trayeknya sudah kami atur sedemikian rupa. Tinggal menunggu petunjuk bupati,” tukasnya.

Baca Juga :  Gelar MPLS secara Daring, Sekolah Siapkan Video Kondisi Sekolah

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengapresiasi dishub berani mengambil langkah mengoperasikan bus untuk pelajar yang sudah lama mangkrak. ”Kami sudah mewanti-wanti agar bus untuk pelajar segera dioperasikan,” katanya.

Dia berharap semua bus dioperasikan agar tidak mubazir. Menurutnya, lebih baik bus rusak lantaran dipakai daripada rusak karena tidak pernah dipakai. ”Apa pun kendalanya, semua bus harus segera dioperasikan supaya bermanfaat,” tandas Mahmudi.

- Advertisement -

BANGKALAN – Hampir tiga tahun bus untuk pelajar yang ada di Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan tidak beroperasi. Padahal pengadaan sepuluh bus pada 2015 itu menghabiskan anggaran Rp 5,3 miliar. Yaitu, anggaran pengadaan empat unit bus bersumber dari APBD Bangkalan dan enam unit bus lainnya dari dana alokasi khusus (DAK).

Kendaraan pelat merah bertuliskan Ayo Naik Bus itu mulai mengaspal di jalanan sejak beberapa hari terakhir ini. Bus biru langit tersebut beroperasi pada pagi dan siang hari. Seperti terlihat di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bangkalan, Jumat (19/1).

Kepala Dishub Bangkalan Ram Halili mengatakan, dua bus untuk pelajar sudah keluar dari garasi. Dua bus itu sementara digunakan untuk membantu transportasi pelajar dari SD sampai SMA. Rute pelayanan masih terbatas.

Baca Juga :  Tim Gugus Tugas Melakukan Tracing Usai Rapid Tes

”Sementara ini hanya dua bus yang diperbantukan, belum beroperasi penuh karena menunggu petunjuk bupati. Rute bus Bangkalan–Kamal dan Bangkalan–Burneh untuk angkutan pelajar,” katanya.

Bus tersebut belum melayani mahasiswa. Ram menyatakan, pengoperasian dua unit bus tersebut agar pelajar menikmati layanan angkutan gratis. Bus tersebut sementara beroperasi untuk jarak dekat.

”Daripada mangkrak dan jadi beban, lebih baik bus dioperasikan. Pelajar bisa menunggu di halte-halte yang tersedia. Bus dioperasikan sejak awal tahun,” klaim mantan Kepala Satpol PP Bangkalan itu.

Dia menambahkan, trayek bus sudah dirancang. Ram berjanji pengoperasian bus secara penuh akan terealisasi dalam waktu dekat. ”Trayeknya sudah kami atur sedemikian rupa. Tinggal menunggu petunjuk bupati,” tukasnya.

Baca Juga :  Minim Murid, SD Terancam Dimerger

Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengapresiasi dishub berani mengambil langkah mengoperasikan bus untuk pelajar yang sudah lama mangkrak. ”Kami sudah mewanti-wanti agar bus untuk pelajar segera dioperasikan,” katanya.

Dia berharap semua bus dioperasikan agar tidak mubazir. Menurutnya, lebih baik bus rusak lantaran dipakai daripada rusak karena tidak pernah dipakai. ”Apa pun kendalanya, semua bus harus segera dioperasikan supaya bermanfaat,” tandas Mahmudi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/