alexametrics
22.1 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Jika Nekat Main Petasan, Kapolres Siapkan Sanksi

    BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Perayaan Lebaran Ketupat atau tellasan topa’ diharapkan tidak disertai aksi perang petasan. Terutama untuk petasan berukuran besar. Jika ada yang terbukti melanggar setelah diberi peringatan, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto akan memberikan sanksi.

            Selain berbahaya, aksi main petasan juga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, aparat kepolisian akan memberikan peringatan dan pembinaan kepada mereka yang gemar main petasan. Termasuk, menyita barang bukti (BB) agar tidak disalahgunakan.

”Yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan orang lain akan ditindak tegas. Apalagi, bermain petasan berukuran besar,” ucapnya.

            Menurut dia, petasan yang diperbolehkan dinyalakan adalah petasan kecil dengan ukuran kurang dari 2 inci. Petasan itu biasanya banyak dimainkan anak-anak. ”Tidak diperkenankan bermain petasan atau mercon buatan sendiri menggunakan kertas atau hasil pabrik dengan ukuran yang tidak wajar,” ingatnya.

Baca Juga :  Didit Siap Bersinergi,┬áBudi Pulang Naik Moge

            Dia menjelaskan, masyarakat yang melanggar setelah diberi peringatan oleh aparat kepolsiian dijamin akan ditindak. ”Pada Hari Raya Idul Fitri lalu, ada lima warga yang diamankan polisi. Semuanya tercatat sebagai warga Kecamatan Kota Bangkalan,” ungkapnya.

Didik menerangkan, kelima orang yang melakukan pelanggaran surat membuat surat pernyaataan. ”Kalau nanti misalnya melakukan pelanggaran yang sama, kami akan proses sesuai undang-undang,” janji mantan Kapolres Pacitan itu.

Alumnus Akpol 199 itu menambahkan, pihaknya akan menghadirkan orang tua para pemain mercon agar ada efek jera. Hal itu dilakukan sebagai bentuk edukasi agar buah hatinya tidak mengulangi perbuatan sama. Apalagi, kalau sampai menggunakan petasan di tempat umum dan fasilitas publik lainnya.

Baca Juga :  Air Sering Macet, Dewan Panggil PDAM

”Pesan saya, tolong orang tua mengawasi pergaulan dan aktivitas putra-putrinya. Sebab, penggunaan mercon pada Hari Raya Idul Fitri sudah makan korban. Bahkan, tangan roang yang bermain mercon putus. Ingat ya, kalau ngotot dan terbukti melanggar, kita proses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (mi)

    BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Perayaan Lebaran Ketupat atau tellasan topa’ diharapkan tidak disertai aksi perang petasan. Terutama untuk petasan berukuran besar. Jika ada yang terbukti melanggar setelah diberi peringatan, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto akan memberikan sanksi.

            Selain berbahaya, aksi main petasan juga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, aparat kepolisian akan memberikan peringatan dan pembinaan kepada mereka yang gemar main petasan. Termasuk, menyita barang bukti (BB) agar tidak disalahgunakan.

”Yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan orang lain akan ditindak tegas. Apalagi, bermain petasan berukuran besar,” ucapnya.


            Menurut dia, petasan yang diperbolehkan dinyalakan adalah petasan kecil dengan ukuran kurang dari 2 inci. Petasan itu biasanya banyak dimainkan anak-anak. ”Tidak diperkenankan bermain petasan atau mercon buatan sendiri menggunakan kertas atau hasil pabrik dengan ukuran yang tidak wajar,” ingatnya.

Baca Juga :  Isolasi Mandiri Persulit Pelacakan

            Dia menjelaskan, masyarakat yang melanggar setelah diberi peringatan oleh aparat kepolsiian dijamin akan ditindak. ”Pada Hari Raya Idul Fitri lalu, ada lima warga yang diamankan polisi. Semuanya tercatat sebagai warga Kecamatan Kota Bangkalan,” ungkapnya.

Didik menerangkan, kelima orang yang melakukan pelanggaran surat membuat surat pernyaataan. ”Kalau nanti misalnya melakukan pelanggaran yang sama, kami akan proses sesuai undang-undang,” janji mantan Kapolres Pacitan itu.

Alumnus Akpol 199 itu menambahkan, pihaknya akan menghadirkan orang tua para pemain mercon agar ada efek jera. Hal itu dilakukan sebagai bentuk edukasi agar buah hatinya tidak mengulangi perbuatan sama. Apalagi, kalau sampai menggunakan petasan di tempat umum dan fasilitas publik lainnya.

Baca Juga :  Kapolres Bantu Pengidap Jantung Bocor

”Pesan saya, tolong orang tua mengawasi pergaulan dan aktivitas putra-putrinya. Sebab, penggunaan mercon pada Hari Raya Idul Fitri sudah makan korban. Bahkan, tangan roang yang bermain mercon putus. Ingat ya, kalau ngotot dan terbukti melanggar, kita proses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/