26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Irna Anggrek Punya Delapan Ruangan Khusus

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Manajemen RSUD Syamrabu menyediakan beberapa ruangan rawat inap. Di antaranya, Instalasi Rawat Inap (Irna) Anggrek.  Ruangan itu dibangun untuk pasien penyakit dalam. Misalnya seperti diabetes melitus (DM), chronic kidney disease (CKD), serta hematemesis melena (HM).

Kepala Ruangan Irna Anggrek RSUD Syamrabu Titiek Krismianingsih mengatakan, ada delapan ruangan di Irna Anggrek. Di antaranya, dua ruangan untuk pasien yang membutuhkan observasi intensif. Yaitu, ruangan high care unit (HCU).

”Ruangan HCU merupakan ruangan nonkelas. Sisanya, ruangan pasien umum kelas II dan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kelas II,” katanya.

Rata-rata pasien yang dirawat di ruang Anggrek merupakan penderita DM atau yang biasa disebut kencing manis. Dalam penanganannya, pasien DM memerlukan observasi gula darah secara berkala. Karena itu, gula darah pasien dicek setiap pagi oleh petugas.

Baca Juga :  Tiga Bersaudara Meninggal Dunia

”Tujuannya, mengevaluasi kondisi pasien dan dilaporkan ke dokter penanggung jawab pasien (DPJP) untuk pemberian terapi antidiabetik. Baik berupa obat minum maupun terapi suntik insulin,” terang Titiek Krismianingsih.

Dijelaskan, penanganan pasien DM memerlukan kolaborasi dari berbagai SDM profesional. SDM profesional tersebut terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, dan instalasi gizi. ”Harapannya,agar kadar gula darah pasien bisa sesuai batas normal dan kondisi pasien kian membaik,” ulas Titiek Krismianingsih.

Titiek Krismianingsih menambahkan, pasien penderita DM juga diberi edukasi tentang kesehatan. Bentuknya bisa melalui diskusi dengan keluarga pasien atau briefing secara rutin di ruang Anggrek. Briefing dilaksanakan sepekan sekali, yaitu setiap Senin.

”Saat briefing, ada beberapa hal yang kami sosialisasikan kepada pasien dan keluarga. Misalnya seperti hak dan kewajiban pasien, sosialisasi cuci tangan, serta hal penting lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Paytren Sukses Gelar OPT

Pelayanan di Irna anggrek didukung SDM keperawatan yang telah memiliki kompetensi untuk merawat pasien penyakit dalam. Juga, didukung beberapa dokter spesialis dan sub spesialis. ”Di antaranya, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis penyakit dalam konsultan nefrologi (ginjal), dan dokter spesialis penyakit dalam endoskopi,” tandasnya. (jup/yan)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Manajemen RSUD Syamrabu menyediakan beberapa ruangan rawat inap. Di antaranya, Instalasi Rawat Inap (Irna) Anggrek.  Ruangan itu dibangun untuk pasien penyakit dalam. Misalnya seperti diabetes melitus (DM), chronic kidney disease (CKD), serta hematemesis melena (HM).

Kepala Ruangan Irna Anggrek RSUD Syamrabu Titiek Krismianingsih mengatakan, ada delapan ruangan di Irna Anggrek. Di antaranya, dua ruangan untuk pasien yang membutuhkan observasi intensif. Yaitu, ruangan high care unit (HCU).

”Ruangan HCU merupakan ruangan nonkelas. Sisanya, ruangan pasien umum kelas II dan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kelas II,” katanya.


Rata-rata pasien yang dirawat di ruang Anggrek merupakan penderita DM atau yang biasa disebut kencing manis. Dalam penanganannya, pasien DM memerlukan observasi gula darah secara berkala. Karena itu, gula darah pasien dicek setiap pagi oleh petugas.

Baca Juga :  Tiga Bersaudara Meninggal Dunia

”Tujuannya, mengevaluasi kondisi pasien dan dilaporkan ke dokter penanggung jawab pasien (DPJP) untuk pemberian terapi antidiabetik. Baik berupa obat minum maupun terapi suntik insulin,” terang Titiek Krismianingsih.

Dijelaskan, penanganan pasien DM memerlukan kolaborasi dari berbagai SDM profesional. SDM profesional tersebut terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, dan instalasi gizi. ”Harapannya,agar kadar gula darah pasien bisa sesuai batas normal dan kondisi pasien kian membaik,” ulas Titiek Krismianingsih.

Titiek Krismianingsih menambahkan, pasien penderita DM juga diberi edukasi tentang kesehatan. Bentuknya bisa melalui diskusi dengan keluarga pasien atau briefing secara rutin di ruang Anggrek. Briefing dilaksanakan sepekan sekali, yaitu setiap Senin.

- Advertisement -

”Saat briefing, ada beberapa hal yang kami sosialisasikan kepada pasien dan keluarga. Misalnya seperti hak dan kewajiban pasien, sosialisasi cuci tangan, serta hal penting lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Launching Agroeduwisata Kebun Bang Jani

Pelayanan di Irna anggrek didukung SDM keperawatan yang telah memiliki kompetensi untuk merawat pasien penyakit dalam. Juga, didukung beberapa dokter spesialis dan sub spesialis. ”Di antaranya, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis penyakit dalam konsultan nefrologi (ginjal), dan dokter spesialis penyakit dalam endoskopi,” tandasnya. (jup/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/