alexametrics
23.1 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Penghuni Rutan Terus Bertambah

BANGKALAN – Jumlah penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Bangkalan terus bertambah. Pasalnya, narapidana (napi) yang masuk lebih banyak daripada yang keluar.

Napi di Rutan Kelas II-B Bangkalan berjumlah 443 orang, terhitung sejak Januari hingga September ini. Dari 443 napi, 9 orang di antaranya adalah perempuan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II-B Bangkalan Pradana Suyito Putra mengungkapkan, peningkatan jumlah tahanan tahun ini cukup tajam. ”Tahun lalu dari Januari hingga Desember, jumlah tahanan hanya 373 orang. Jadi, selisihnya jauh,” ungkapnya kemarin (17/9).

Pradana menjelaskan, jumlah napi di Rutan Kelas II-B Bangkalan 80 persen karena kasus narkotika. Sisanya yang 20 persen merupakan kasus campuran. Ada yang kasus pencurian, tipikor, kekerasan, dan kasus-kasus kejahatan lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Satu Petugas Dampingi 400 Lebih KPM

Bangunan Rutan Kelas II-B Bangkalan tetap. Padahal, jumlah tahanan yang masuk bertambah. ”Yang keluar tiga orang. Yang masuk lima hingga tujuh orang. Satu kamar besar yang biasanya diisi 60 orang sekarang diisi 65 orang. Begitu juga dengan kamar sedang dan kecil, semuanya ditambah jumlah penghuninya,” urainya.

Kasubsi Pengelolaan Rutan Kelas II-B Bangkalan Agus Hermawan menambahkan, idealnya rutan diisi sesuai dengan kapasitas. ”Kalau disesuaikan dengan bangunan, di sini kapasitasnya hanya bisa menampug 116 napi,” ucapnya.

Dia menyatakan, dari tahun ke tahuan jumlah napi yang masuk Rutan Kelas II-B Bangkalan cenderung meningkat. ”Keadaan rutan saat ini sudah sangat overload,” pungkasnya. (c1)

BANGKALAN – Jumlah penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Bangkalan terus bertambah. Pasalnya, narapidana (napi) yang masuk lebih banyak daripada yang keluar.

Napi di Rutan Kelas II-B Bangkalan berjumlah 443 orang, terhitung sejak Januari hingga September ini. Dari 443 napi, 9 orang di antaranya adalah perempuan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II-B Bangkalan Pradana Suyito Putra mengungkapkan, peningkatan jumlah tahanan tahun ini cukup tajam. ”Tahun lalu dari Januari hingga Desember, jumlah tahanan hanya 373 orang. Jadi, selisihnya jauh,” ungkapnya kemarin (17/9).


Pradana menjelaskan, jumlah napi di Rutan Kelas II-B Bangkalan 80 persen karena kasus narkotika. Sisanya yang 20 persen merupakan kasus campuran. Ada yang kasus pencurian, tipikor, kekerasan, dan kasus-kasus kejahatan lain,” jelasnya.

Baca Juga :  19 Warga Bangkalan Dinyatakan Positif Covid-19

Bangunan Rutan Kelas II-B Bangkalan tetap. Padahal, jumlah tahanan yang masuk bertambah. ”Yang keluar tiga orang. Yang masuk lima hingga tujuh orang. Satu kamar besar yang biasanya diisi 60 orang sekarang diisi 65 orang. Begitu juga dengan kamar sedang dan kecil, semuanya ditambah jumlah penghuninya,” urainya.

Kasubsi Pengelolaan Rutan Kelas II-B Bangkalan Agus Hermawan menambahkan, idealnya rutan diisi sesuai dengan kapasitas. ”Kalau disesuaikan dengan bangunan, di sini kapasitasnya hanya bisa menampug 116 napi,” ucapnya.

Dia menyatakan, dari tahun ke tahuan jumlah napi yang masuk Rutan Kelas II-B Bangkalan cenderung meningkat. ”Keadaan rutan saat ini sudah sangat overload,” pungkasnya. (c1)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/