alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

UTM Sambut Mahasiswa Republik Ceko

BANGKALAN – Sedikitnya 15 mahasiswa Universitas Palacky, Olomouc, Republik Ceko, berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Kedatangan mereka dalam rangka menyelesaikan Program Magang Lintas Budaya. Program ini mereka jalani sejak 31 Agustus hingga 27 September mendatang.

Mereka ingin lebih kenal tentang budaya Indonesia. Terutama Madura dan Jawa Timur secara umum. Mereka juga ingin tahu sistem pendidikan asli Pulau Garam. Karena itu, UTM sebagai perguruan tinggi negeri di Madura dipercaya menerima mereka. Bahkan, kerja sama ini sudah berlangsung dua tahun.

Mahasiswa asing itu ikut proses belajar mengajar di jurusan Sastra Inggris UTM, Jumat (15/9). Mereka sangat aktif dan berbaur dengan mahasiswa di kampus yang dipimpin Rektor Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., itu. Interaksi mereka tidak ada sekat. Justru saling tukar ilmu pengetahuan dan informasi dengan mahasiswa UTM.

Baca Juga :  Sampah Petasan Bebani Pasukan Kuning

Usai proses belajar mengajar, mereka kembali ke asrama. Kemudian, Sabtu (16/9), mereka diajak mengenali alam ke Pantai Sembilan, Kecamatan/Pulau Gili Genting, Sumenep. Sepanjang perjalanan, mereka sangat antusias melihat kekayaan alam Madura. Mereka sangat senang ketika diajak menikmati destinasi wisata di Madura.

Direktur Program UP-UTM Internship Imron Wahid Harits, Ph.D., mengutarakan, program kerja sama ini semacam bentuk pertukaran budaya. Karena itu, mereka diajari dan diajak mengunjungi sejumlah tempat di Madura dan secara umum di Jawa Timur.

”Kami ajak mengunjungi pondok pesantren. Sebab, pondok pesantren merupakan sistem pendidikan asli Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang lain, mereka juga diajak mendatangi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Mereka dikenalkan terhadap pendidikan Islam modern. Kemudian, juga diajak ke museum dan situs budaya. ”Tidak lupa juga mereka diajak belajar menari Madura, belajar masak, menanam pohon mangrove, dan melihat kerapan sapi,” tuturnya.

Baca Juga :  Di Depan Kapolres, Aktivis HMI Minta Polres Bangkalan Profesional

Itu semua, kata Imron, dikenalkan agar Madura lebih eksis di kancah internasional. Supaya mereka paham dan tahu tentang kekayaan budaya di Madura. ”Ini merupakan tindakan nyata untuk memperkenalkan Madura di mata dunia,” ucapnya.

Sementara itu, Barbora Zeldova, salah satu mahasiswi Universitas Palacky, Olomouc, mengaku senang bisa belajar di UTM, meski sangat singkat. Namun, banyak hal yang bisa diambil. ”Kami diajak serta dikenalkan tradisi dan budaya Madura. Alamnya juga sangat oke,” katanya.

Mahasiswi jurusan Czech Language and Social Studies itu menyampaikan, keramahan orang Madura tidak bisa dilupakan. Baginya, orang Madura juga mudah akrab. ”Meskipun tidak kenal dan tidak lancar berbahasa Inggris. Tapi, tetap murah senyum dan mau menyapa,” imbuhnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Sedikitnya 15 mahasiswa Universitas Palacky, Olomouc, Republik Ceko, berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Kedatangan mereka dalam rangka menyelesaikan Program Magang Lintas Budaya. Program ini mereka jalani sejak 31 Agustus hingga 27 September mendatang.

Mereka ingin lebih kenal tentang budaya Indonesia. Terutama Madura dan Jawa Timur secara umum. Mereka juga ingin tahu sistem pendidikan asli Pulau Garam. Karena itu, UTM sebagai perguruan tinggi negeri di Madura dipercaya menerima mereka. Bahkan, kerja sama ini sudah berlangsung dua tahun.

Mahasiswa asing itu ikut proses belajar mengajar di jurusan Sastra Inggris UTM, Jumat (15/9). Mereka sangat aktif dan berbaur dengan mahasiswa di kampus yang dipimpin Rektor Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., itu. Interaksi mereka tidak ada sekat. Justru saling tukar ilmu pengetahuan dan informasi dengan mahasiswa UTM.

Baca Juga :  KKNT 58 UTM Gandeng BNNP Jatim Sosialisasi Bahaya Narkoba

Usai proses belajar mengajar, mereka kembali ke asrama. Kemudian, Sabtu (16/9), mereka diajak mengenali alam ke Pantai Sembilan, Kecamatan/Pulau Gili Genting, Sumenep. Sepanjang perjalanan, mereka sangat antusias melihat kekayaan alam Madura. Mereka sangat senang ketika diajak menikmati destinasi wisata di Madura.

Direktur Program UP-UTM Internship Imron Wahid Harits, Ph.D., mengutarakan, program kerja sama ini semacam bentuk pertukaran budaya. Karena itu, mereka diajari dan diajak mengunjungi sejumlah tempat di Madura dan secara umum di Jawa Timur.

”Kami ajak mengunjungi pondok pesantren. Sebab, pondok pesantren merupakan sistem pendidikan asli Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang lain, mereka juga diajak mendatangi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Mereka dikenalkan terhadap pendidikan Islam modern. Kemudian, juga diajak ke museum dan situs budaya. ”Tidak lupa juga mereka diajak belajar menari Madura, belajar masak, menanam pohon mangrove, dan melihat kerapan sapi,” tuturnya.

Baca Juga :  Hindari Bunyi Bising Terus-menerus

Itu semua, kata Imron, dikenalkan agar Madura lebih eksis di kancah internasional. Supaya mereka paham dan tahu tentang kekayaan budaya di Madura. ”Ini merupakan tindakan nyata untuk memperkenalkan Madura di mata dunia,” ucapnya.

Sementara itu, Barbora Zeldova, salah satu mahasiswi Universitas Palacky, Olomouc, mengaku senang bisa belajar di UTM, meski sangat singkat. Namun, banyak hal yang bisa diambil. ”Kami diajak serta dikenalkan tradisi dan budaya Madura. Alamnya juga sangat oke,” katanya.

Mahasiswi jurusan Czech Language and Social Studies itu menyampaikan, keramahan orang Madura tidak bisa dilupakan. Baginya, orang Madura juga mudah akrab. ”Meskipun tidak kenal dan tidak lancar berbahasa Inggris. Tapi, tetap murah senyum dan mau menyapa,” imbuhnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/