alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Polres Bangkalan Amankan Sabu-Sabu Siap Edar

BANGKALAN – Peredaran narkoba tidak ada habisnya. Polres Bangkalan menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 50,91 gram dari dua lokasi berbeda. Dua pengedar yang sudah ditetapkan tersangka itu diancam hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Jumat (7/7) sekitar pukul 13.30, Satuan Reserse Narkoba Polres Bangkalan mendapatkan informasi dari masyarakat. Bahwa di rumah Fukayan, 55, warga Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, sering dijadikan tempat transaksi SS.

Mendapatkan informasi seperti itu, petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Tujuannya, mengetahui kebenaran kabar tersebut. Setiba di lokasi, petugas melakukan pengintaian.

Informasi itu benar. Tidak mau kehilangan momentum, polisi melakukan penyelidikan. Petugas langsung melakukan penggerebekan. Saat ditangkap, Fukayan sedang duduk di teras rumah.

Selanjutnya, dilakukan penggeledahan badan dan pakaian yang digunakan Fukayan. Namun, petugas tidak menemukan barang bukti (BB) apa pun. Tidak kehilangan akal, polisi melanjutkan penggeledahan di beberapa bagian rumah.

Pada saat menggeledah salah satu kamar, ditemukan BB. Dari hasil pemeriksaan dan interogasi, Fukayan mengaku mendapatkan sabu-sabu dengan cara membeli kepada seorang laki-laki yang biasa dipanggil gutteh yang beralamat di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan.

Baca Juga :  Kapolres Bersama Tokoh Sosialisasi Keliling

”Saya tidak kenal dengan bandar yang menjadi pemasok. Saya hanya janjian di jalan untuk melakukan transaksi,” ucap Fukayan. Dia membeli barang haram itu kepada gutteh seberat 40 gram seharga Rp 28 juta. Direncanakan, sabu-sabu tersebut dijual lagi kepada pelanggan.

Dari TKP, polisi mengamankan sejumlah BB. Di antaranya, SS seberat 36 gram yang sudah dipecah menjadi beberapa paket. BB lainnya yaitu uang tunai Rp 4,5 juta diduga hasil penjualan sabu-sabu seberat 4 gram.

Di tempat lain, Kamis (13/7) sekitar pukul 05.30, polisi meringkus Badrus Soleh, 32, warga Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Dia diketahui memiliki dan menyimpan sabu-sabu. Dia ditetapkan sebagai tersangka pengedar SS.

Penangkapan dilakukan di rumah tersangka. Saat ditangkap, Badrus tidak memberikan perlawan. Dari TKP, polisi menemukan sabu-sabu seberat 10,91 garam yang sudah dipecah-pecah ke beberapa plastik klip kecil dan pipa paralon kecil dengan diameter 25 sentimeter. BB lainnya yakni uang Rp 300 ribu.

Baca Juga :  Pengembang Lalai, Pemerintah Abai

Kapolres Bangkalan Anisullah M. Ridha menerangkan, pemberantasan peredaran narkoba menjadi atensi utama pihaknya. Penangkapan dua pengedar itu setidaknya memberikan warning kepada bandar, pengecer, maupun kurir narkoba.

Peredaran narkoba diharapkan bisa diminimalkan. Namun kedalanaya, saat ini polres masih kesulitan mengungkap bandar. ”Kalau ada warga yang mengetahui peredaran narkoba, lapor polisi. Pasti kami tangkap,” tegas Anis kemarin.

Tidak jarang para pengguna, kurir, dan pengecer narkoba enggan menyebutkan identitas bandar. Selain itu, meski petugas ada yang mengantongi identitas bandar, tidak jarang sudah melarikan diri dan memilih tinggal di luar kota maupun luar negeri.

”Kami menginginkan Bangkalan bebas dari narkoba. Dibutuhkan kepedulian semua pihak, baik pemkab, tokoh agama, maupun semua lapisan masyarakat untuk menyatakan perang terhadap narkoba,” ucapnya.

Anis menambahkan, Fukayan dan Badrus Sholeh dijerat pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya diancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

BANGKALAN – Peredaran narkoba tidak ada habisnya. Polres Bangkalan menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS) seberat 50,91 gram dari dua lokasi berbeda. Dua pengedar yang sudah ditetapkan tersangka itu diancam hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Jumat (7/7) sekitar pukul 13.30, Satuan Reserse Narkoba Polres Bangkalan mendapatkan informasi dari masyarakat. Bahwa di rumah Fukayan, 55, warga Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, sering dijadikan tempat transaksi SS.

Mendapatkan informasi seperti itu, petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Tujuannya, mengetahui kebenaran kabar tersebut. Setiba di lokasi, petugas melakukan pengintaian.

Informasi itu benar. Tidak mau kehilangan momentum, polisi melakukan penyelidikan. Petugas langsung melakukan penggerebekan. Saat ditangkap, Fukayan sedang duduk di teras rumah.

Selanjutnya, dilakukan penggeledahan badan dan pakaian yang digunakan Fukayan. Namun, petugas tidak menemukan barang bukti (BB) apa pun. Tidak kehilangan akal, polisi melanjutkan penggeledahan di beberapa bagian rumah.

Pada saat menggeledah salah satu kamar, ditemukan BB. Dari hasil pemeriksaan dan interogasi, Fukayan mengaku mendapatkan sabu-sabu dengan cara membeli kepada seorang laki-laki yang biasa dipanggil gutteh yang beralamat di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan.

Baca Juga :  Seragam Linmas Telan Rp 1,1 M

”Saya tidak kenal dengan bandar yang menjadi pemasok. Saya hanya janjian di jalan untuk melakukan transaksi,” ucap Fukayan. Dia membeli barang haram itu kepada gutteh seberat 40 gram seharga Rp 28 juta. Direncanakan, sabu-sabu tersebut dijual lagi kepada pelanggan.

Dari TKP, polisi mengamankan sejumlah BB. Di antaranya, SS seberat 36 gram yang sudah dipecah menjadi beberapa paket. BB lainnya yaitu uang tunai Rp 4,5 juta diduga hasil penjualan sabu-sabu seberat 4 gram.

Di tempat lain, Kamis (13/7) sekitar pukul 05.30, polisi meringkus Badrus Soleh, 32, warga Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Dia diketahui memiliki dan menyimpan sabu-sabu. Dia ditetapkan sebagai tersangka pengedar SS.

Penangkapan dilakukan di rumah tersangka. Saat ditangkap, Badrus tidak memberikan perlawan. Dari TKP, polisi menemukan sabu-sabu seberat 10,91 garam yang sudah dipecah-pecah ke beberapa plastik klip kecil dan pipa paralon kecil dengan diameter 25 sentimeter. BB lainnya yakni uang Rp 300 ribu.

Baca Juga :  Bangkalan Masuk Zona Aman, Wakapolres Ajak Warga Gunakan Hak Pilih

Kapolres Bangkalan Anisullah M. Ridha menerangkan, pemberantasan peredaran narkoba menjadi atensi utama pihaknya. Penangkapan dua pengedar itu setidaknya memberikan warning kepada bandar, pengecer, maupun kurir narkoba.

Peredaran narkoba diharapkan bisa diminimalkan. Namun kedalanaya, saat ini polres masih kesulitan mengungkap bandar. ”Kalau ada warga yang mengetahui peredaran narkoba, lapor polisi. Pasti kami tangkap,” tegas Anis kemarin.

Tidak jarang para pengguna, kurir, dan pengecer narkoba enggan menyebutkan identitas bandar. Selain itu, meski petugas ada yang mengantongi identitas bandar, tidak jarang sudah melarikan diri dan memilih tinggal di luar kota maupun luar negeri.

”Kami menginginkan Bangkalan bebas dari narkoba. Dibutuhkan kepedulian semua pihak, baik pemkab, tokoh agama, maupun semua lapisan masyarakat untuk menyatakan perang terhadap narkoba,” ucapnya.

Anis menambahkan, Fukayan dan Badrus Sholeh dijerat pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya diancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/