alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

THR PNS Bangkalan Capai Rp 38,5 Miliar

BANGKALAN – Anggaran tunjangan hari raya (THR) di Bangkalan cukup fantastis. Tidak tanggung-tanggung, dana yang disiapkan mencapai Rp 38,5 miliar. Uang miliaran itu diberikan kepada 8.610 aparatur sipil negara (ASN).

PNS di Kota Salak tidak perlu khawatir mengenai pencairan THR. Pemkab memastikan tidak bakal telat. Dengan catatan pengajuan pencairan dari tiap organisasi perangkat daerah (OPD) juga tidak terlambat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Syamsul Arifin mengutarakan, THR sudah dipersiapkan. Surat edaran dari Kemendagri sudah turun. Kini, surat itu ditindaklanjuti dengan peraturan bupati (perbup). Jika selesai, pihaknya akan melayangkan surat edaran (SE) ke tiap OPD untuk segera mengajukan pencairan.

Baca Juga :  Ke Mana Satgas Saber Pungli? Tiap Tahun Kuras APBD Ratusan Juta

”Globalnya yang disiapkan Rp 38,5 miliar. Tapi, nanti dipotong tunjangan beras berkisar Rp 1,7 miliar,” kata Syamsul kemarin (17/5).

Menurut Syamsul, untuk gaji ke-14 ini, memang tidak ada untuk tunjangan beras. THR itu hanya meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan struktural. ”Gaji 14, beras tidak ada. Tidak seperti gaji pada umumnya,” ujarnya.

Syamsul menyampaikan, THR diberikan per tanggal 1 seperti penerimaan gaji biasa. Dengan demikian, 1 Juni mendatang ini THR sudah bisa dicairkan. Tetapi, OPD segera menyiapkan usulan pengajuan THR ke BPKAD. Selambat-lambatnya 24 Mei. ”Sebab, dasar pencairan itu ya pengajuan dari OPD-OPD,” terangnya.

THR ini hanya untuk pegawai yang berstatus PNS. Tidak untuk tenaga harian lepas (THL). THL, tambah Syamsul, hanya menerima honor seperti biasa. ”THL tidak dapat THR. THR hanya untuk PNS,” sebutnya.

Baca Juga :  Seragam Linmas Telan Rp 1,1 M

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, THR itu memang hak PNS. Karena itu, dia mengingatkan agar pengajuan pencairan tidak telat. ”Kebutuhan mereka kan sebelum Lebaran. Makanya, pimpinan OPD jangan sampai telat pengajuan pencairannya ke bagian keuangan,” katanya.

BANGKALAN – Anggaran tunjangan hari raya (THR) di Bangkalan cukup fantastis. Tidak tanggung-tanggung, dana yang disiapkan mencapai Rp 38,5 miliar. Uang miliaran itu diberikan kepada 8.610 aparatur sipil negara (ASN).

PNS di Kota Salak tidak perlu khawatir mengenai pencairan THR. Pemkab memastikan tidak bakal telat. Dengan catatan pengajuan pencairan dari tiap organisasi perangkat daerah (OPD) juga tidak terlambat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Syamsul Arifin mengutarakan, THR sudah dipersiapkan. Surat edaran dari Kemendagri sudah turun. Kini, surat itu ditindaklanjuti dengan peraturan bupati (perbup). Jika selesai, pihaknya akan melayangkan surat edaran (SE) ke tiap OPD untuk segera mengajukan pencairan.

Baca Juga :  Sasar Kalangan Muda Kurang Mampu

”Globalnya yang disiapkan Rp 38,5 miliar. Tapi, nanti dipotong tunjangan beras berkisar Rp 1,7 miliar,” kata Syamsul kemarin (17/5).

Menurut Syamsul, untuk gaji ke-14 ini, memang tidak ada untuk tunjangan beras. THR itu hanya meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan struktural. ”Gaji 14, beras tidak ada. Tidak seperti gaji pada umumnya,” ujarnya.

Syamsul menyampaikan, THR diberikan per tanggal 1 seperti penerimaan gaji biasa. Dengan demikian, 1 Juni mendatang ini THR sudah bisa dicairkan. Tetapi, OPD segera menyiapkan usulan pengajuan THR ke BPKAD. Selambat-lambatnya 24 Mei. ”Sebab, dasar pencairan itu ya pengajuan dari OPD-OPD,” terangnya.

THR ini hanya untuk pegawai yang berstatus PNS. Tidak untuk tenaga harian lepas (THL). THL, tambah Syamsul, hanya menerima honor seperti biasa. ”THL tidak dapat THR. THR hanya untuk PNS,” sebutnya.

Baca Juga :  Upacara Harjad Ke-486 Tak Dihadiri Bupati

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengatakan, THR itu memang hak PNS. Karena itu, dia mengingatkan agar pengajuan pencairan tidak telat. ”Kebutuhan mereka kan sebelum Lebaran. Makanya, pimpinan OPD jangan sampai telat pengajuan pencairannya ke bagian keuangan,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/