alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Siang Dinyatakan Sembuh Covid-19, Malam Meninggal Dunia

BANGKALAN – Pasien positif Covid-19 asal Blega dinyatakan sembuh dan diperkenankan pulang Jumat siang (17/4). Namun, pada pukul 22.40, yang bersangkutan meninggal di ruang UGD Puskesmas Blega.

Kepala Puskesmas Blega Agus Salim mengatakan, Rosidi dibawa keluarganya ke Puskesmas Blega sekitar pukul 22.00. Lalu, meninggal dunia tepat pukul 22.40.

Hasil pemeriksaan medis, penyebab kematian bukan karena Covid-19, namun lantaran penyakit lain. Apalagi, yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut.

”Ya benar, meninggal dunia di Puskesmas Blega. Yang bersangkutan punya riwayat penyakit kelainan darah,” kata Agus Salim saat dihubungi RadarMadura.id, Sabtu pagi (18/4).

Menurut Agus, pihak dokter yang menangani Rosidi di RSUD Syamrabu memang bilang jika yang bersangkutan memiliki kelainan darah. Saat dibawa ke Puskesmas Blega, Rosidi mengeluh sakit.

”Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Karena kepergian Rosidi cukup mengagetkan semua,” harapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan dokter Catur Budi Keswardiono mengatakan, Rosidi boleh pulang. Sebab, sudah sembuh. Tapi, tetap harus isolasi mandiri dulu di rumah selama 14 hari ke depan.

Baca Juga :  HonorĀ Guru Nonkategori Hanya Rp 200 Ribu

”Saya bersyukur, alhamdulillah. Pasien pertama terkonfirmasi positif sudah sembuh. Itu semua berkat pertolongan Allah,” katanya pada Jumat (17/4).

Menurut Catur, kepulangan Rosidi karena kegigihannya untuk sembuh dari Covid-19. Rosidi mau mengikuti prosedur selama dirawat. Kondisinya terus membaik dan akhirnya sembuh. 

”Setelah diuji lab lagi melalui swab, hasilnya negatif. Karena itu, dia (Rosidi, Red) boleh pulang,” terangnya.

Dokter spesialis paru itu menyatakan, terkonfirmasi positif Covid-19 bisa sembuh. Pasien lain juga punya harapan sembuh. Jika berkaca kepada Rosidi, selain positif Covid-19, yang bersangkutan juga sakit.

”Yang sakit saja bisa sembuh, apalagi yang sehat. Saya optimistis ada kemungkinan pasien lain juga bisa sembuh,” tuturnya.

Catur menegaskan, saat menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19, RSUD Syamrabu sangat serius. Kemungkinan sembuh sangat besar. Asalkan, pasien optimistis dan selalu berdoa. Selama perawatan, seluruh biaya ditanggung pemerintah.

Baca Juga :  Putus Penyebaran Covid-19, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Jaga Jarak

”Dan yang perlu saya sampaikan, mari semua tidak boleh mengucilkan. Tidak boleh dianggap aib. Mari kita tolong bersama-sama setiap ada pasien terkonfirmasi positif,” ajaknya.

Catur menyarankan masyarakat tidak perlu takut. Tetapi, tetap waspada. Sebab, penyakit ini bisa disembuhkan. ”Harus optimistis dan masyarakat tetap waspada,” imbaunya.

Catur juga meminta kepada masyarakat Bangkalan tetap mengikuti anjuran pemerintah. Misal, seperti pakai masker ketika keluar rumah, jaga jarak, dan stay di rumah. ”Hal itu sangat membantu meminimalkan persebaran,” tandasnya.

Perlu diketahui, Rosidi masuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan pada Jumat (27/3). Saat itu, terkategori pasien dalam pengawasan (PDP). Pada Kamis (9/4), dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab dari Balitbangkes Jakarta.

Rosidi dinyatakan sembuh dan diperkenankan pulang pada Jumat (17/4) setelah hasil lab negatif. (daf/onk)

- Advertisement -

BANGKALAN – Pasien positif Covid-19 asal Blega dinyatakan sembuh dan diperkenankan pulang Jumat siang (17/4). Namun, pada pukul 22.40, yang bersangkutan meninggal di ruang UGD Puskesmas Blega.

Kepala Puskesmas Blega Agus Salim mengatakan, Rosidi dibawa keluarganya ke Puskesmas Blega sekitar pukul 22.00. Lalu, meninggal dunia tepat pukul 22.40.

Hasil pemeriksaan medis, penyebab kematian bukan karena Covid-19, namun lantaran penyakit lain. Apalagi, yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut.


”Ya benar, meninggal dunia di Puskesmas Blega. Yang bersangkutan punya riwayat penyakit kelainan darah,” kata Agus Salim saat dihubungi RadarMadura.id, Sabtu pagi (18/4).

Menurut Agus, pihak dokter yang menangani Rosidi di RSUD Syamrabu memang bilang jika yang bersangkutan memiliki kelainan darah. Saat dibawa ke Puskesmas Blega, Rosidi mengeluh sakit.

”Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Karena kepergian Rosidi cukup mengagetkan semua,” harapnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan dokter Catur Budi Keswardiono mengatakan, Rosidi boleh pulang. Sebab, sudah sembuh. Tapi, tetap harus isolasi mandiri dulu di rumah selama 14 hari ke depan.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Tangkap Terduga Pembacok Pemotor di Tanjungbumi

”Saya bersyukur, alhamdulillah. Pasien pertama terkonfirmasi positif sudah sembuh. Itu semua berkat pertolongan Allah,” katanya pada Jumat (17/4).

Menurut Catur, kepulangan Rosidi karena kegigihannya untuk sembuh dari Covid-19. Rosidi mau mengikuti prosedur selama dirawat. Kondisinya terus membaik dan akhirnya sembuh. 

”Setelah diuji lab lagi melalui swab, hasilnya negatif. Karena itu, dia (Rosidi, Red) boleh pulang,” terangnya.

Dokter spesialis paru itu menyatakan, terkonfirmasi positif Covid-19 bisa sembuh. Pasien lain juga punya harapan sembuh. Jika berkaca kepada Rosidi, selain positif Covid-19, yang bersangkutan juga sakit.

”Yang sakit saja bisa sembuh, apalagi yang sehat. Saya optimistis ada kemungkinan pasien lain juga bisa sembuh,” tuturnya.

Catur menegaskan, saat menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19, RSUD Syamrabu sangat serius. Kemungkinan sembuh sangat besar. Asalkan, pasien optimistis dan selalu berdoa. Selama perawatan, seluruh biaya ditanggung pemerintah.

Baca Juga :  Selisih Harga Proyek Rest Area Milik BPWS Capai Rp 14 Miliar

”Dan yang perlu saya sampaikan, mari semua tidak boleh mengucilkan. Tidak boleh dianggap aib. Mari kita tolong bersama-sama setiap ada pasien terkonfirmasi positif,” ajaknya.

Catur menyarankan masyarakat tidak perlu takut. Tetapi, tetap waspada. Sebab, penyakit ini bisa disembuhkan. ”Harus optimistis dan masyarakat tetap waspada,” imbaunya.

Catur juga meminta kepada masyarakat Bangkalan tetap mengikuti anjuran pemerintah. Misal, seperti pakai masker ketika keluar rumah, jaga jarak, dan stay di rumah. ”Hal itu sangat membantu meminimalkan persebaran,” tandasnya.

Perlu diketahui, Rosidi masuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan pada Jumat (27/3). Saat itu, terkategori pasien dalam pengawasan (PDP). Pada Kamis (9/4), dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab dari Balitbangkes Jakarta.

Rosidi dinyatakan sembuh dan diperkenankan pulang pada Jumat (17/4) setelah hasil lab negatif. (daf/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/