alexametrics
21.8 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Partisipasi Pendidikan Masyarakat di Bawah Standar

BANGKALAN – Masyarakat belum sepenuhnya sadar terhadap pentingnya pendidikan. Buktinya, angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) jenjang SMA/SMK/sederajat  di bawah standar nasional yang ditetapkan 80 persen.

APK jenjang SMA hanya 50,47 persen dan APM hanya 39,81 persen. Angka itu menunjukkan bahwa lulusan SMP sederajat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya rendah (perinciannya lihat grafis).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menerangkan, untuk jenjang SD dan SMP sudah sesuai dengan standar yang ditentukan. APK dan APM sudah di atas 80 persen.

Bambang berjanji akan tetap berupaya membantu meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA sederajat. ”Memang sudah menjadi wewenang provinsi. Tapi, sejak SMP kami arahkan agar siswa termotivasi untuk lanjut ke SMA/SMK. Begitu juga siswa SD,” klaimnya Rabu (17/1).

Baca Juga :  Tiga OPD Rawan Praktik Pungli, Ingatkan Pejabat Tak Aneh-Aneh

dijelaskan, APK merupakan persentase jumlah siswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu jenjang sesuai jumlah penduduk usia sekolah. Sementara APM yakni jumlah siswa usia sekolah yang sedang menempuh pendidikan di salah satu jenjang sesuai dengan jumlah penduduk usia sekolah.

”Untuk jumlah penduduk usia 7–12 tahun (jenjang SD) sebanyak 109.795 orang. Sedangkan usia 13–15 tahun (jenjang SMP) sebanyak 57.355 penduduk. Kami akan tetap berupaya untuk meningkatkan partisipasi pendidikan masyarakat,” janjinya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir berpesan, rendahnya APK dan APM pada jenjang SMA sederajat juga harus menjadi perhatian Disdik Bangkalan. Salah satu titik permasalahannya, terdapat pada lulusan SMP yang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Baca Juga :  PPDB Semi Offline, Sekolah Harus Selektif

Politikus Demokrat itu meminta disdik dan pihak sekolah bisa mendorong siswa menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi. ”Terlebih pihak keluarga harus bisa mendorong anak untuk bisa terus melanjutkan pendidikannya. Karena pendidikan bisa menjadi salah satu faktor penentu masa depan anak,” imbaunya.

BANGKALAN – Masyarakat belum sepenuhnya sadar terhadap pentingnya pendidikan. Buktinya, angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) jenjang SMA/SMK/sederajat  di bawah standar nasional yang ditetapkan 80 persen.

APK jenjang SMA hanya 50,47 persen dan APM hanya 39,81 persen. Angka itu menunjukkan bahwa lulusan SMP sederajat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya rendah (perinciannya lihat grafis).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menerangkan, untuk jenjang SD dan SMP sudah sesuai dengan standar yang ditentukan. APK dan APM sudah di atas 80 persen.


Bambang berjanji akan tetap berupaya membantu meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA sederajat. ”Memang sudah menjadi wewenang provinsi. Tapi, sejak SMP kami arahkan agar siswa termotivasi untuk lanjut ke SMA/SMK. Begitu juga siswa SD,” klaimnya Rabu (17/1).

Baca Juga :  Atasi Jerawat agar Tak Timbulkan Bekas Hitam

dijelaskan, APK merupakan persentase jumlah siswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu jenjang sesuai jumlah penduduk usia sekolah. Sementara APM yakni jumlah siswa usia sekolah yang sedang menempuh pendidikan di salah satu jenjang sesuai dengan jumlah penduduk usia sekolah.

”Untuk jumlah penduduk usia 7–12 tahun (jenjang SD) sebanyak 109.795 orang. Sedangkan usia 13–15 tahun (jenjang SMP) sebanyak 57.355 penduduk. Kami akan tetap berupaya untuk meningkatkan partisipasi pendidikan masyarakat,” janjinya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir berpesan, rendahnya APK dan APM pada jenjang SMA sederajat juga harus menjadi perhatian Disdik Bangkalan. Salah satu titik permasalahannya, terdapat pada lulusan SMP yang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Baca Juga :  Tanyakan Status Laporan, Warga Datangi Kantor Bawaslu Bangkalan

Politikus Demokrat itu meminta disdik dan pihak sekolah bisa mendorong siswa menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi. ”Terlebih pihak keluarga harus bisa mendorong anak untuk bisa terus melanjutkan pendidikannya. Karena pendidikan bisa menjadi salah satu faktor penentu masa depan anak,” imbaunya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/