alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Bantuan Disabilitas Tak Merata

BANGKALAN – Ada 32 orang dengan kecacatan berat (ODKB) yang tercatat di Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan. Namun, yang mendapat bantuan sosial (bansos) hanya 20 orang pada 2017. Sementara untuk jatah tahun ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riady membenarkan lembaganya mencatat 32 ODKB Kota Salak. Keputusan hanya ada 20 orang yang mendapat bantuan disabilitas itu dari Kemensos.

Total bantuan kepada 20 ODKB yang disalurkan sebesar Rp 60.000.000. ”Per orang dapat Rp 3 juta. Bantuan diberikan untuk kurun waktu 10 bulan. Jadi per bulan Rp 300 ribu,” terangnya Rabu (17/1).

Dia mengklaim penyaluran bantuan untuk penyandang disabilitas di Bangkalan sudah tuntas sejak Desember 2017 lalu. Tahun ini, dinsos kembali mengajukan sejumlah nama ODKB yang tercatat di lembaganya untuk mendapat bansos. Hanya, sampai saat ini memang belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  PTSL Baru Terealisasi 35 Persen, Dewan Ragukan Kinerja BPN

”Memang belum ada. Tapi, kami sudah ajukan semua para ODKB yang tercatat. Selanjutnya tinggal menunggu dari pusat,” ucapnya.

Ahmad menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan secara nontunai. Penerima manfaat bisa langsung mengambil dari rekening yang diberikan pemerintah. Dia memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.

”Kan sudah bisa diambil sendiri, bukan melalui kami. Jadi yang menerima bantuan, langsung menarik uang dari rekening yang disediakan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengatakan, meski sudah dilaksanakan penyaluran nontunai, pemerintah tetap harus memastikan bantuan tersebut sampai kepada yang berhak. Dengan demikian, bansos dari kementerian tersebut benar-benar tepat sasaran.

”Harus tetap dipastikan, sampai atau tidak bantuan itu. Memang program pemerintah pusat, tapi di daerah harus membantu menyukseskan,” pintanya. 

Baca Juga :  Kepras 90 Ribu Peserta PBID
- Advertisement -

BANGKALAN – Ada 32 orang dengan kecacatan berat (ODKB) yang tercatat di Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan. Namun, yang mendapat bantuan sosial (bansos) hanya 20 orang pada 2017. Sementara untuk jatah tahun ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riady membenarkan lembaganya mencatat 32 ODKB Kota Salak. Keputusan hanya ada 20 orang yang mendapat bantuan disabilitas itu dari Kemensos.

Total bantuan kepada 20 ODKB yang disalurkan sebesar Rp 60.000.000. ”Per orang dapat Rp 3 juta. Bantuan diberikan untuk kurun waktu 10 bulan. Jadi per bulan Rp 300 ribu,” terangnya Rabu (17/1).


Dia mengklaim penyaluran bantuan untuk penyandang disabilitas di Bangkalan sudah tuntas sejak Desember 2017 lalu. Tahun ini, dinsos kembali mengajukan sejumlah nama ODKB yang tercatat di lembaganya untuk mendapat bansos. Hanya, sampai saat ini memang belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  MoU Program BPNT Disoal

”Memang belum ada. Tapi, kami sudah ajukan semua para ODKB yang tercatat. Selanjutnya tinggal menunggu dari pusat,” ucapnya.

Ahmad menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan secara nontunai. Penerima manfaat bisa langsung mengambil dari rekening yang diberikan pemerintah. Dia memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.

”Kan sudah bisa diambil sendiri, bukan melalui kami. Jadi yang menerima bantuan, langsung menarik uang dari rekening yang disediakan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Hosyan Muhammad mengatakan, meski sudah dilaksanakan penyaluran nontunai, pemerintah tetap harus memastikan bantuan tersebut sampai kepada yang berhak. Dengan demikian, bansos dari kementerian tersebut benar-benar tepat sasaran.

”Harus tetap dipastikan, sampai atau tidak bantuan itu. Memang program pemerintah pusat, tapi di daerah harus membantu menyukseskan,” pintanya. 

Baca Juga :  Warga Miskin Kota Luput dari PKH
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/