alexametrics
24 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Dana Belum Cair, Proyek Irigasi Galis Belum Digarap

BANGKALAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan memiliki 20 kegiatan rehab dan pembangunan jaringan irigasi di tahun ini. Proyek tersebut tersebar di sebelas kecamatan. Namun, masih ada satu paket yang belum dikerjakan hingga saat ini. Yakni, di Kecamatan Galis dengan anggaran Rp 450.000.000.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Bangkalan Abdul Rahman Saleh mengutarakan, pengerjaan rehab dan pengembangan jaringan irigasi hampir tuntas. Namun, satu paket berlokasi di Kecamatan Galis yang belum. Alasannya, anggarannya masih dalam proses pengajuan pencairan ke pemerintah pusat. Sebab, bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

”Sebagian besar sudah selesai. Kalau dipersentasekan sudah mencapai 80 persen. Hanya, kurang satu kegiatan, yakni di Kecamatan Galis,” klaim Rahman Senin (16/10).

Baca Juga :  Pencairan PKH Terindikasi Rugikan KPM

Rahman menyampaikan, belum selesainya jaringan irigasi di Kecamatan Galis bukan tanpa alasan. Selain proses tendernya paling akhir, juga ada beberapa kendala teknis.

”Jadi, untuk bisa mencairkan uang tersebut, kan harus ada laporan tiap triwulan. Sekarang kami dalam proses,” terangnya.

Dia berharap semua kegiatan tersebut tuntas dikerjakan . ”Kami berharap tidak satu pun paket kegiatan yang tersisa. Semua harus terlaksana 100 persen,”  harapnya.

Rahman mengatakan, pihaknya tetap optimistis untuk satu paket kegiatan itu bisa terlaksana dengan baik. ”Semoga cepat kelar. Target kelar November mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir menjelaskan, rehab dan peningkatan jalan irigasi merupakan salah satu prioritas utama pembangunan tahun ini. Pagu anggaran irigasi secara keseluruhan mencapai Rp 8,7 miliar. Hanya, tidak dijadikan satu kegiatan saja karena tersebar di Bangkalan.

Baca Juga :  Pemeliharaan Rumdis Bupati-Wabup Rp 300 Juta

”Dipecah ke beberapa lokasi di masing-masing kecamatan di Kabupaten Bangkalan,” tuturnya.

Apabila hingga sekarang masih ada satu paket kegiatan yang belum selesai, tegas Musawwir, dinas terkait dalam hal ini dinas PUPR harus bertanggung jawab. ”Kalau misalnya terkendala tanda tangan bupati, ya cepat diurus. Lagi pula, kalau di Galis sepertinya hanya satu lokasi,” tandasnya.

BANGKALAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan memiliki 20 kegiatan rehab dan pembangunan jaringan irigasi di tahun ini. Proyek tersebut tersebar di sebelas kecamatan. Namun, masih ada satu paket yang belum dikerjakan hingga saat ini. Yakni, di Kecamatan Galis dengan anggaran Rp 450.000.000.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Bangkalan Abdul Rahman Saleh mengutarakan, pengerjaan rehab dan pengembangan jaringan irigasi hampir tuntas. Namun, satu paket berlokasi di Kecamatan Galis yang belum. Alasannya, anggarannya masih dalam proses pengajuan pencairan ke pemerintah pusat. Sebab, bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

”Sebagian besar sudah selesai. Kalau dipersentasekan sudah mencapai 80 persen. Hanya, kurang satu kegiatan, yakni di Kecamatan Galis,” klaim Rahman Senin (16/10).

Baca Juga :  Sisa Satu Kegiatan Belum Digarap

Rahman menyampaikan, belum selesainya jaringan irigasi di Kecamatan Galis bukan tanpa alasan. Selain proses tendernya paling akhir, juga ada beberapa kendala teknis.

”Jadi, untuk bisa mencairkan uang tersebut, kan harus ada laporan tiap triwulan. Sekarang kami dalam proses,” terangnya.

Dia berharap semua kegiatan tersebut tuntas dikerjakan . ”Kami berharap tidak satu pun paket kegiatan yang tersisa. Semua harus terlaksana 100 persen,”  harapnya.

Rahman mengatakan, pihaknya tetap optimistis untuk satu paket kegiatan itu bisa terlaksana dengan baik. ”Semoga cepat kelar. Target kelar November mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir menjelaskan, rehab dan peningkatan jalan irigasi merupakan salah satu prioritas utama pembangunan tahun ini. Pagu anggaran irigasi secara keseluruhan mencapai Rp 8,7 miliar. Hanya, tidak dijadikan satu kegiatan saja karena tersebar di Bangkalan.

Baca Juga :  DAK Buku Perpustakaan Sekolah Tak Diserap Lagi

”Dipecah ke beberapa lokasi di masing-masing kecamatan di Kabupaten Bangkalan,” tuturnya.

Apabila hingga sekarang masih ada satu paket kegiatan yang belum selesai, tegas Musawwir, dinas terkait dalam hal ini dinas PUPR harus bertanggung jawab. ”Kalau misalnya terkendala tanda tangan bupati, ya cepat diurus. Lagi pula, kalau di Galis sepertinya hanya satu lokasi,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/