alexametrics
21.4 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Selamat Jalan RKH Fuad Amin

Kabar meninggalnya RKH Fuad Amin mengagetkan publik Madura. Tokoh sentral Madura ini mengembuskan napas terakhirnya di lantai VI Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Surabaya. Bupati Bangkalan ke-13 itu akan dikembumikan di pasarean Syaikhona Mohammad Kholil, Desa Martajasah, pagi ini.

 

JENAZAH RKH Fuad Amin Imron tiba di rumah duka di Jalan Letnan Mestu, Saksak, Bangkalan, pukul 19.39 tadi malam (16/9). Almarhum dibawa ambulans dengan nomor polisi (nopol) L 1790 AP dan dikawal dua unit kendaraan patwal.

Kedatangan jezanah disambut ratusan warga sambil membacakan kalimat tauhid. Kelurga, tokoh masyarakat, pejabat, kepala desa, anggota DPRD, dan kolega juga melayat ke rumah duka. 

Sebelumnya, Sabtu (14/9), Fuad Amin dirujuk dari rumah sakit Sidoarjo menuju RSU dr Soetomo, Surabaya. Sebab, mantan ketua DPRD Bangkalan itu mengeluh pusing. Fuad Amin dirawat di salah satu ruangan di lantai VI Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Pantauan RadarMadura.id di rumah sakit sekitar pukul 18.30, keluarga berkumpul. Yakni, adik kandung yang menjabat Bupati Bangkalan R Abdul Latif  Amin Imron, anak kandung sekaligus mantan Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad, dan KH Hazani Zubair juga berada di lokasi.

 Ketua sementara DPRD Bangkalan Mohammad Fahad dan beberapa anggota DPRD Bangkalan maupun DPRD Jatim serta DPR RI hadir di rumah sakit. Termasuk beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bangkalan. Pada saat itu, juga  terlihat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga :  Kuras Anggaran Puluhan Miliar, Terminal Tipe A Mangkrak

Sekitar pukul 19.00, Jenazah diturunkan dari lantai VI Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Surabaya, menuju ambulans. Jenazah Fuad Amin dibawa ambulans bernopol L 1790 AP dengan pengawalan polisi.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi mengatakan, sebelumnya Fuad Amin masuk rumah sakit di Sidorajo beberapa hari. Kemudian, dirujuk ke RSUD dr Soetomo dan dilakukan perawatan medis secara intensif.

Dia mengungkapkan, tim medis telah melakukan proses diagnosis kepada Fuad Amin. Joni tidak memberikan komentar secara gamblang. ”Tadi dalam proses diagnosis, ternyata serangan akut. Mungkin jantung, mungkin. Belum bisa dideterminasi. Tadi sudah dilakukan resusitasi. Allah berkehendak lain,” terangnya.

Joni mengungkapkan, sesuai laporan dokter yang melakukan perawatan medis, kemarin siang Fuad Amin masih berkomunikasi dan ketawa-ketawa. Namun, menjelang sore Fuad Amin sudah tutup usia. ”Tadi siang masih ketawa-ketawa, laporan dari dokter yang merawat. Ternyata sore mendadak tidak sadar. Sekitar pukul 14.10,” ceritanya.

Apakah ada kemungkinan Fuad Amin mengalami serangan jantung? Dia enggan memberikan jawaban secara pasti. ”Kemungkinan iya karena ada riwayat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Fuad Amin. Pihaknya mendoakan agar almarhum tenang di alam sana dan mendapatkan tempat di sisi Allah. ”Inna lilahi wa inna ilaihi rajiun. Mudah-mudahan khilaf beliau diampuni,” harapnya.

Baca Juga :  Pesan RKH Fuad Amin: Ra Ibong Jangan Nikah Lagi

Khofifah menceritakan, sekitar dua bulan lalu Fuad Amin menelepon dirinya. Fuad Amin menitipkan adiknya, R Abdul Latif  Amin Imron, yang menjabat bupati Bangkalan. ”Terakhir kira-kira sekitar dua bulan lalu. Fuad Amin beberapa kali telepon menitipkan adiknya yang jadi bupati Bangkalan. Minta tolong dibimbing. Minta tolong dikawal. Itu beliau sampaikan,” ungkap mantan menteri sosial itu.

Khofifah sudah menyampaikan pesan Fuad Amin kepada bupati Bangkalan kemarin. ”Maka, tadi saya juga sampaikan kepada Ra Latif. Bahwa almarhum Ra Fuad itu beberapa kali telepon. Intinya, supaya Ra Latif dibimbing. Minta Ra Latif dikawal. Beliau juga pernah minta Ra Latif di-brifing,” terangnya.

”Pesan beliau baru tadi saya sampaikan. Selama ini saya belum sampaikan. Karena menurut saya belum waktunya. Hari ini sudah waktunya saya menyampaikan. Maka, tadi menyampaikan kepada Bupati Bangkalan Ra Latif,” sambungnya.

Khofifah juga telah berkoordinasi dengan keluarga almarhum, hari ini tidak bisa mengikuti pemakaman almarhum Fuad Amin karena berbarengan dengan pelantikan bupati Malang.

”Tadi kami sampaikan kepada keluarga. Saya besok tidak bisa mengikuti prosesi pemakanan. Karena besok jam yang sama, bersamaan dengan pelantikan bupati Malang,” pungkasnya.  

- Advertisement -

Kabar meninggalnya RKH Fuad Amin mengagetkan publik Madura. Tokoh sentral Madura ini mengembuskan napas terakhirnya di lantai VI Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Surabaya. Bupati Bangkalan ke-13 itu akan dikembumikan di pasarean Syaikhona Mohammad Kholil, Desa Martajasah, pagi ini.

 

JENAZAH RKH Fuad Amin Imron tiba di rumah duka di Jalan Letnan Mestu, Saksak, Bangkalan, pukul 19.39 tadi malam (16/9). Almarhum dibawa ambulans dengan nomor polisi (nopol) L 1790 AP dan dikawal dua unit kendaraan patwal.


Kedatangan jezanah disambut ratusan warga sambil membacakan kalimat tauhid. Kelurga, tokoh masyarakat, pejabat, kepala desa, anggota DPRD, dan kolega juga melayat ke rumah duka. 

Sebelumnya, Sabtu (14/9), Fuad Amin dirujuk dari rumah sakit Sidoarjo menuju RSU dr Soetomo, Surabaya. Sebab, mantan ketua DPRD Bangkalan itu mengeluh pusing. Fuad Amin dirawat di salah satu ruangan di lantai VI Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Pantauan RadarMadura.id di rumah sakit sekitar pukul 18.30, keluarga berkumpul. Yakni, adik kandung yang menjabat Bupati Bangkalan R Abdul Latif  Amin Imron, anak kandung sekaligus mantan Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad, dan KH Hazani Zubair juga berada di lokasi.

 Ketua sementara DPRD Bangkalan Mohammad Fahad dan beberapa anggota DPRD Bangkalan maupun DPRD Jatim serta DPR RI hadir di rumah sakit. Termasuk beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bangkalan. Pada saat itu, juga  terlihat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga :  RadarMadura.id Terverifikasi Faktual Dewan Pers

Sekitar pukul 19.00, Jenazah diturunkan dari lantai VI Graha Amerta RSUD dr Soetomo, Surabaya, menuju ambulans. Jenazah Fuad Amin dibawa ambulans bernopol L 1790 AP dengan pengawalan polisi.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi mengatakan, sebelumnya Fuad Amin masuk rumah sakit di Sidorajo beberapa hari. Kemudian, dirujuk ke RSUD dr Soetomo dan dilakukan perawatan medis secara intensif.

Dia mengungkapkan, tim medis telah melakukan proses diagnosis kepada Fuad Amin. Joni tidak memberikan komentar secara gamblang. ”Tadi dalam proses diagnosis, ternyata serangan akut. Mungkin jantung, mungkin. Belum bisa dideterminasi. Tadi sudah dilakukan resusitasi. Allah berkehendak lain,” terangnya.

Joni mengungkapkan, sesuai laporan dokter yang melakukan perawatan medis, kemarin siang Fuad Amin masih berkomunikasi dan ketawa-ketawa. Namun, menjelang sore Fuad Amin sudah tutup usia. ”Tadi siang masih ketawa-ketawa, laporan dari dokter yang merawat. Ternyata sore mendadak tidak sadar. Sekitar pukul 14.10,” ceritanya.

Apakah ada kemungkinan Fuad Amin mengalami serangan jantung? Dia enggan memberikan jawaban secara pasti. ”Kemungkinan iya karena ada riwayat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Fuad Amin. Pihaknya mendoakan agar almarhum tenang di alam sana dan mendapatkan tempat di sisi Allah. ”Inna lilahi wa inna ilaihi rajiun. Mudah-mudahan khilaf beliau diampuni,” harapnya.

Baca Juga :  Artidjo Berpesan Arti Penting Pendidikan

Khofifah menceritakan, sekitar dua bulan lalu Fuad Amin menelepon dirinya. Fuad Amin menitipkan adiknya, R Abdul Latif  Amin Imron, yang menjabat bupati Bangkalan. ”Terakhir kira-kira sekitar dua bulan lalu. Fuad Amin beberapa kali telepon menitipkan adiknya yang jadi bupati Bangkalan. Minta tolong dibimbing. Minta tolong dikawal. Itu beliau sampaikan,” ungkap mantan menteri sosial itu.

Khofifah sudah menyampaikan pesan Fuad Amin kepada bupati Bangkalan kemarin. ”Maka, tadi saya juga sampaikan kepada Ra Latif. Bahwa almarhum Ra Fuad itu beberapa kali telepon. Intinya, supaya Ra Latif dibimbing. Minta Ra Latif dikawal. Beliau juga pernah minta Ra Latif di-brifing,” terangnya.

”Pesan beliau baru tadi saya sampaikan. Selama ini saya belum sampaikan. Karena menurut saya belum waktunya. Hari ini sudah waktunya saya menyampaikan. Maka, tadi menyampaikan kepada Bupati Bangkalan Ra Latif,” sambungnya.

Khofifah juga telah berkoordinasi dengan keluarga almarhum, hari ini tidak bisa mengikuti pemakaman almarhum Fuad Amin karena berbarengan dengan pelantikan bupati Malang.

”Tadi kami sampaikan kepada keluarga. Saya besok tidak bisa mengikuti prosesi pemakanan. Karena besok jam yang sama, bersamaan dengan pelantikan bupati Malang,” pungkasnya.  

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/