alexametrics
26.4 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Kembangkan Kasus Penembakan, Polisi Ciduk Penjual Senpi Ilegal

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura ­– Tim gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penjualan senjata api (senpi) ilegal. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap penjual senpi bernama Indra Abriyatna, 39, warga Kelurahan Karangasih, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, proses penangkapan Indra Abriyatna lancar karena tim gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dibantu Polsek Cikarang dan Satreskrim Polres Metro Bekasi. ”Koordinasi lintas polda dilakukan setelah kami menerima informasi mengenai keberadaan terduga penjual senpi ilegal,” ucapnya.

Menurut dia, tim gabungan berhasil menangkap Indra Abriyatna di kediamannya pada Minggu (15/8) pukul 00.00. Setelah diinterogasi, tersangka mengakui semua perbuatannya. ”Selanjutnya, tersangka dan barang bukti (BB) diamankan dan dibawa ke mako untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Sigit.

Baca Juga :  Sediakan Kamar Esek-Esek, Polisi Tangkap Warga Galis

Dia menjelaskan, peran Indra Abriyatna dalam perkara tersebut sebagai perakit dan perancang modifikasi airsoft gun menjadi senpi rakitan. Selanjutnya, senpi rakitan itu dibeli tersangka Syahroni. ”Senpi rakitan itu ternyata digunakan Syahroni dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap Edvan Setiawan,” urai Sigit.

Selain mengamankan satu unit ponsel, sambung Sigit, polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa satu buku tabungan atas nama Indra Abriyatna, satu mesin tuner (gerinda mini), satu mesin gerinda tangan, dan satu mesin bor. ”Tersangka dijerat pasal 340 KUHP juncto pasal 53 juncto pasal 55 ayat 1,” tegasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya polisi mengusut kasus penembakan terhadap Edvan Setiawan, 39, warga Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, pada Sabtu (7/8) sekira pukul 21.45. Aksi koboi itu terjadi di Dusun Karang Pandan, Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang. Pihaknya melakukan pengembangan kasus.

Baca Juga :  Tak Sesuai NSPK, Museum Cakraningrat Tidak Diakui Kemendikbud

Setelah melakukan penyidikan, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Syahroni, 32, dan Dede, 24. Keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya. Sedangkan tersangka ketiga adalah Fauzi, 35, warga Kelurahan Pangeranan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan.

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka Syahroni memesan senpi ilegal melalui situs elektronik komersial yang berkantor pusat di Singapura seharga Rp 9 juta. Niat jahat tersangka ternyata sudah mendapat persetujuan istri korban, yaitu Novi. Berdasar pengakuan Syahroni, aksi penembakan itu dilakukan atas suruhan Novi. (rul)

- Advertisement -

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura ­– Tim gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penjualan senjata api (senpi) ilegal. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap penjual senpi bernama Indra Abriyatna, 39, warga Kelurahan Karangasih, Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, proses penangkapan Indra Abriyatna lancar karena tim gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dibantu Polsek Cikarang dan Satreskrim Polres Metro Bekasi. ”Koordinasi lintas polda dilakukan setelah kami menerima informasi mengenai keberadaan terduga penjual senpi ilegal,” ucapnya.

Menurut dia, tim gabungan berhasil menangkap Indra Abriyatna di kediamannya pada Minggu (15/8) pukul 00.00. Setelah diinterogasi, tersangka mengakui semua perbuatannya. ”Selanjutnya, tersangka dan barang bukti (BB) diamankan dan dibawa ke mako untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Sigit.

Baca Juga :  Ratusan TKI Ilegal Bakal Diusir Selama 2018

Dia menjelaskan, peran Indra Abriyatna dalam perkara tersebut sebagai perakit dan perancang modifikasi airsoft gun menjadi senpi rakitan. Selanjutnya, senpi rakitan itu dibeli tersangka Syahroni. ”Senpi rakitan itu ternyata digunakan Syahroni dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap Edvan Setiawan,” urai Sigit.

Selain mengamankan satu unit ponsel, sambung Sigit, polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa satu buku tabungan atas nama Indra Abriyatna, satu mesin tuner (gerinda mini), satu mesin gerinda tangan, dan satu mesin bor. ”Tersangka dijerat pasal 340 KUHP juncto pasal 53 juncto pasal 55 ayat 1,” tegasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya polisi mengusut kasus penembakan terhadap Edvan Setiawan, 39, warga Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, pada Sabtu (7/8) sekira pukul 21.45. Aksi koboi itu terjadi di Dusun Karang Pandan, Desa Sukolilo Timur, Kecamatan Labang. Pihaknya melakukan pengembangan kasus.

Baca Juga :  Polisi Buru Presma IAIN Madura

Setelah melakukan penyidikan, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Syahroni, 32, dan Dede, 24. Keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya. Sedangkan tersangka ketiga adalah Fauzi, 35, warga Kelurahan Pangeranan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan.

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka Syahroni memesan senpi ilegal melalui situs elektronik komersial yang berkantor pusat di Singapura seharga Rp 9 juta. Niat jahat tersangka ternyata sudah mendapat persetujuan istri korban, yaitu Novi. Berdasar pengakuan Syahroni, aksi penembakan itu dilakukan atas suruhan Novi. (rul)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/