alexametrics
28.9 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Diduga Jadi Penadah Barang Hasil Curian

Polsek Amankan Warga Tanah Merah Dajah

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Anggota Unit Reskrim Polsek Tanah Merah mengamankan Hoirul, warga Dusun Kluangan, Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, pada Jumat (15/7). Sebab, pria berusia 25 tahun itu diduga menjadi penadah barang hasil pencurian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pada Rabu (6/7) sekitar pukul 12.35, korban yang bernama Zainul Arifin mandi di sungai Desa Padurungan,Kecamatan Tanah Merah. Saat itu, dia ditemani seorang temannya, Dani. Lalu, datang seorang laki-laki yang tidak dikenal menawarkan akun game Free Fire (FF) seharga Rp 10 ribu.

Lalu, laki-laki tidak dikenal tersebut menyuruh Zainal Arifin dan Dani mengambil HP agar bisa top up diamond game FF. Kemudian, Zainal Arifin dan Dani mengambil HP di rumah masing-masing. Saat itu, Zainal Arifin mengambil HP Redmi 8A Pro dan Dani mengambil HP Oppo warna putih.

Baca Juga :  Meneladani Rasulullah dalam Menerapkan Nilai-Nilai Keislaman

Setelah mengambil HP masing-masing di rumahnya, mereka kembali ke sungai. Setelah sampai di sungai, laki-laki yang tidak dikenal tersebut mengajak Zainal Arifin dan Dani naik sepeda motornya. ”Laki-laki yang tidak dikenal itu mengemudi, Dani duduk di tengah dan Zainal Arifin duduk paling belakang,” tutur Kasihumas Polres Bangkalan Iptu Sucipto kemarin (16/7).

Kemudian, laki-laki yang tidak dikenal tersebut mengajak untuk top up diamond game FF ke konter. Namun, dalam perjalanan laki-laki yang tidak dikenal tersebut beralasan mau mengambil uang terlebih dahulu. Setiba di pinggir jalan raya Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah, laki-laki tersebut menyuruh Zainal Arifin dan Dani turun dari sepeda motornya.

Setelah itu, meminta HP Zainal Arifin dan Dani untuk top up diamond game FF. Setelah HP korban diminta, laki-laki yang tidak dikenal itu kabur mengendarai sepeda motornya ke utara. ”Atas kejadian tersebut, kedua korban mengalami kerugian Rp 3.600.000,” imbuh Sucipto mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono.

Baca Juga :  Menyedihkan, Pengguna Narkoba Marak, Rehabilitasi Nihil

Korban melaporkan kasus itu ke Polsek Tanah Merah. Setelah melakukan penyelidikan, polsek akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku pembeli handphone (HP) milik korban pada Jumat (15/7) sekitar pukul 15.00 di halaman rumahnya. Yakni, di Dusun Kluangan, Desa Tanah Merah Dajah. ”Berdasar pengakuan Hoirul, dia membeli HP tersebut dari seseorang bernama Riki seharga Rp 700 ribu. Riki kini jadi DPO (daftar pencarian orang),” ungkap Sucipto.

Dia menjelaskan, polisi saat ini sudah memeriksa saksi-saksi, termasuk korban. Polisi kini sedang melakukan pengembangan kasus dan memburu terduga pelaku lainnya yang ditetapkan sebagai DPO Satreskrim Polres Bangkalan. ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 480 KUHP ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun,” tandasnya. (rul/yan)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Anggota Unit Reskrim Polsek Tanah Merah mengamankan Hoirul, warga Dusun Kluangan, Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, pada Jumat (15/7). Sebab, pria berusia 25 tahun itu diduga menjadi penadah barang hasil pencurian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pada Rabu (6/7) sekitar pukul 12.35, korban yang bernama Zainul Arifin mandi di sungai Desa Padurungan,Kecamatan Tanah Merah. Saat itu, dia ditemani seorang temannya, Dani. Lalu, datang seorang laki-laki yang tidak dikenal menawarkan akun game Free Fire (FF) seharga Rp 10 ribu.

Lalu, laki-laki tidak dikenal tersebut menyuruh Zainal Arifin dan Dani mengambil HP agar bisa top up diamond game FF. Kemudian, Zainal Arifin dan Dani mengambil HP di rumah masing-masing. Saat itu, Zainal Arifin mengambil HP Redmi 8A Pro dan Dani mengambil HP Oppo warna putih.

Baca Juga :  PAD Disdag Bangkalan Kurang Rp 487 Juta

Setelah mengambil HP masing-masing di rumahnya, mereka kembali ke sungai. Setelah sampai di sungai, laki-laki yang tidak dikenal tersebut mengajak Zainal Arifin dan Dani naik sepeda motornya. ”Laki-laki yang tidak dikenal itu mengemudi, Dani duduk di tengah dan Zainal Arifin duduk paling belakang,” tutur Kasihumas Polres Bangkalan Iptu Sucipto kemarin (16/7).

Kemudian, laki-laki yang tidak dikenal tersebut mengajak untuk top up diamond game FF ke konter. Namun, dalam perjalanan laki-laki yang tidak dikenal tersebut beralasan mau mengambil uang terlebih dahulu. Setiba di pinggir jalan raya Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah, laki-laki tersebut menyuruh Zainal Arifin dan Dani turun dari sepeda motornya.

Setelah itu, meminta HP Zainal Arifin dan Dani untuk top up diamond game FF. Setelah HP korban diminta, laki-laki yang tidak dikenal itu kabur mengendarai sepeda motornya ke utara. ”Atas kejadian tersebut, kedua korban mengalami kerugian Rp 3.600.000,” imbuh Sucipto mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono.

Baca Juga :  Karya Ulama Indonesia Jadi Referensi di Timur Tengah

Korban melaporkan kasus itu ke Polsek Tanah Merah. Setelah melakukan penyelidikan, polsek akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku pembeli handphone (HP) milik korban pada Jumat (15/7) sekitar pukul 15.00 di halaman rumahnya. Yakni, di Dusun Kluangan, Desa Tanah Merah Dajah. ”Berdasar pengakuan Hoirul, dia membeli HP tersebut dari seseorang bernama Riki seharga Rp 700 ribu. Riki kini jadi DPO (daftar pencarian orang),” ungkap Sucipto.

Dia menjelaskan, polisi saat ini sudah memeriksa saksi-saksi, termasuk korban. Polisi kini sedang melakukan pengembangan kasus dan memburu terduga pelaku lainnya yang ditetapkan sebagai DPO Satreskrim Polres Bangkalan. ”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 480 KUHP ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun,” tandasnya. (rul/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/