alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Polda Panggil Dua Saksi, Untuk Mendalami Kasus Dugaan Investasi Bodong

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Pengusutan kasus dugaan investasi bodong terus dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim. Indikasinya, sejumlah saksi dipanggil untuk dimintai keterangan. Dalam kasus tersebut, terlapor adalah Kepala Desa (Kades) Patenteng, Kecamatan Modung, Bangkalan, Maskur Hidayaturrahim.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dua orang dihadirkan. Yakni, Abdul Wahid, 25, warga Dusun Lon Pao, Desa Patengteng, dan Mudi, 26, warga Dusun Bulak, Desa Patengteng. Dasar polisi memanggil keduanya adalah berdasar Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/2179/VI/RES.5.1/2022/Ditreskrimsus tanggal 20 Juni 2022.

Para saksi dimintai menghadap kepada AKP Farouk Ashadi Haiti dan Iptu Agus Eko Widodo di ruangan Unit I Subdit I Tipid Indagsi oleh penyidik. Mereka didampingi tim kuasa hukumnya. ”Kami sangat mengapresiasi kinerja Ditreskrimsus Polda Jatim. Sebab, bergerak cepat mengusut kasus dugaan penipuan berkedok investasi trading Auto Trade Gold (ATG) yang ditengarai ilegal,” ucap kuasa hukum pelapor M. Taufiq.

Baca Juga :  Tunggu Hasil Labfor Polda

Menurut dia, keterangan para saksi atau korban sangat dibutuhkan untuk menyeret terlapor dalam kasus dugaan penipuan investasi ilegal trading ATG tersebut. Apalagi, nilai kerugian cukup fantastis, mencapai miliaran rupiah. ”Jumlah korbannya cukup banyak. Pemeriksaan terhadap saksi akan dilakukan secara maraton. Kasus ini harus benar-benar dikawal serius,” tegas Taufiq.

Taufiq juga berharap penyelidik melakukan pemeriksaan terhadap terlapor. Jika sudah memenuhi unsur, status kasus bisa dinaikkan ke tahap penyidikan dan dilakukan penetapan tersangka. Polisi juga dapat menyita aset berdasar aliran uang. ”Kami berharap, masyarakat mendapat keadilan,” katanya.

Upaya koran ini untuk mendapatkan konfirmasi dari Kades Patenteng Maskur Hidayaturrahim tidak membuahkan hasil. Nomor telepon seluler wartawan diduga telah diblokir. Pesan WhatsApp (WA) juga tidak berbalas. Pesan yang dikirim centang satu alias tidak masuk. Dihubungi melalui nomor biasa juga tidak tersambung.

Baca Juga :  Hari Ini JPU Hadirkan Saksi Ahli

Sebelumnya, saat pertama dikonfirmasi mengenai kasus tersebut, terlapor hanya mengirim sebuah link video di kanal YouTube bertulis Klarifikasi Kades Pateteng-Modung. Dalam video itu, dia memaklumi adanya laporan tersebut. Sebab, masyarakat tidak mengetahui sistem. Pada prinsipnya, dia mengaku siap menghadapi laporan tersebut. ”Kita lihat saja pembuktiannya. Saya tunggu pemanggilannya. Saya siap membuktikan semuanya,” ucapnya.

Dalam sesi wawancara itu, dia mengatakan bahwa investasi itu ada. Namun, oleh sebagian orang dibuat-buat. ”Dari beberapa orang yang melaporkan, ada yang tidak ikut trading. Bahkan, tidak punya akun. Bahkan, belum pernah menjadi member ATG. Ini kan lucu,” terangnya saat itu. (rul/yan)

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madura – Pengusutan kasus dugaan investasi bodong terus dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim. Indikasinya, sejumlah saksi dipanggil untuk dimintai keterangan. Dalam kasus tersebut, terlapor adalah Kepala Desa (Kades) Patenteng, Kecamatan Modung, Bangkalan, Maskur Hidayaturrahim.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dua orang dihadirkan. Yakni, Abdul Wahid, 25, warga Dusun Lon Pao, Desa Patengteng, dan Mudi, 26, warga Dusun Bulak, Desa Patengteng. Dasar polisi memanggil keduanya adalah berdasar Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/2179/VI/RES.5.1/2022/Ditreskrimsus tanggal 20 Juni 2022.

Para saksi dimintai menghadap kepada AKP Farouk Ashadi Haiti dan Iptu Agus Eko Widodo di ruangan Unit I Subdit I Tipid Indagsi oleh penyidik. Mereka didampingi tim kuasa hukumnya. ”Kami sangat mengapresiasi kinerja Ditreskrimsus Polda Jatim. Sebab, bergerak cepat mengusut kasus dugaan penipuan berkedok investasi trading Auto Trade Gold (ATG) yang ditengarai ilegal,” ucap kuasa hukum pelapor M. Taufiq.

Baca Juga :  Hari Ini JPU Hadirkan Saksi Ahli

Menurut dia, keterangan para saksi atau korban sangat dibutuhkan untuk menyeret terlapor dalam kasus dugaan penipuan investasi ilegal trading ATG tersebut. Apalagi, nilai kerugian cukup fantastis, mencapai miliaran rupiah. ”Jumlah korbannya cukup banyak. Pemeriksaan terhadap saksi akan dilakukan secara maraton. Kasus ini harus benar-benar dikawal serius,” tegas Taufiq.

Taufiq juga berharap penyelidik melakukan pemeriksaan terhadap terlapor. Jika sudah memenuhi unsur, status kasus bisa dinaikkan ke tahap penyidikan dan dilakukan penetapan tersangka. Polisi juga dapat menyita aset berdasar aliran uang. ”Kami berharap, masyarakat mendapat keadilan,” katanya.

Upaya koran ini untuk mendapatkan konfirmasi dari Kades Patenteng Maskur Hidayaturrahim tidak membuahkan hasil. Nomor telepon seluler wartawan diduga telah diblokir. Pesan WhatsApp (WA) juga tidak berbalas. Pesan yang dikirim centang satu alias tidak masuk. Dihubungi melalui nomor biasa juga tidak tersambung.

Baca Juga :  SMPN 2 Klampis Bekali Siswa Baru

Sebelumnya, saat pertama dikonfirmasi mengenai kasus tersebut, terlapor hanya mengirim sebuah link video di kanal YouTube bertulis Klarifikasi Kades Pateteng-Modung. Dalam video itu, dia memaklumi adanya laporan tersebut. Sebab, masyarakat tidak mengetahui sistem. Pada prinsipnya, dia mengaku siap menghadapi laporan tersebut. ”Kita lihat saja pembuktiannya. Saya tunggu pemanggilannya. Saya siap membuktikan semuanya,” ucapnya.

- Advertisement -

Dalam sesi wawancara itu, dia mengatakan bahwa investasi itu ada. Namun, oleh sebagian orang dibuat-buat. ”Dari beberapa orang yang melaporkan, ada yang tidak ikut trading. Bahkan, tidak punya akun. Bahkan, belum pernah menjadi member ATG. Ini kan lucu,” terangnya saat itu. (rul/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/