alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Metode Tes Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan Beragam

BANGKALAN,  Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat tidak perlu bingung untuk mendapatkan pelayanan terkait Covid-19. Sebab, laboratorium RSUD Syamrabu membuka pelayanan bagi masyarakat yang ingin mengetahui hasil pemeriksaan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Kualitas pelayanannya tidak mengecewakan.

”RSUD Syamrabu memiliki laboratorium rujukan pemeriksaan Covid-19 dan telah mendapatkan hasil baik pada pemantapan mutu eksternal (PME),” kata Kepala Instalasi Laboratorium RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Fitriyah Mayorita, Sp.PK. kemarin (16/5).

Akan tetapi, dari berbagai jenis metode tes Covid-19, banyak masyarakat yang belum paham dan tidak bisa membedakan antara rapid test, serologi, dan Spike-Receptor Binding Domain (S-RBD). Untuk mengetahui perbedaannya, dr. Fitriyah Mayorita, Sp.PK. memaparkan.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Tak Terbendung

Yakni, rapid test Covid-19 ini adalah metode pemeriksaan secara cepat untuk mengetahui ada atau tidak adanya antibodi. Kebanyakan targetnya adalah antibodi N, karena biasanya menggunakan protein N.

Sementara serologi merupakan deteksi antibodi Covid-19 menggunakan mesin. Tetapi, kit yang digunakan masih protein N. Karena itu, dideteksi tetaplah anibodi N. Sementara tes antibodi S-RBD merupakan pemeriksaan yang dianggap paling efektif dalam menangkal Covid-19.

Selain itu, sambung Fitriyah, masyarakat harus memahami perbedaan rapid antibody, rapid antigen, dan PCR swab test. Karena ketiga jenis tes tersebut memiliki metode yang berbeda dan waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya juga berbeda.

Fitriyah menjelaskan, sampel yang diambil dalam pemeriksaan rapid antibody merupakan darah. Metodenya, mendeteksi antibodi IgG dan IgM untuk melawan covid. Hasil pemeriksaannya bisa diketahui 15 menit kemudian. ”Tingkat sensitivitasnya 60–70 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Pemerintah Pangkas Jatah Pupuk Subsidi

Untuk rapid antigen, sampel yang diambil yaitu lendir hidung. Hasil pemeriksaan bisa diperoleh 15 menit kemudian. Metode yang digunakan, mendeteksi protein virus yang ada di permukaan luar Covid-19. Sementara tingkat sensitivitasnya 92 persen.

Yang terakhir PCR swab. Metode yang digunakan dalam pemeriksaaan PCR swab yaitu mendeteksi materi genetik virus melalui RNA. Hasil pemeriksaannya 1–3 hari. ”Untuk sampel PCR swab lendir hidung dan tenggorokan,” pungkasnya. (jup)

 

- Advertisement -

BANGKALAN,  Jawa Pos Radar Madura – Masyarakat tidak perlu bingung untuk mendapatkan pelayanan terkait Covid-19. Sebab, laboratorium RSUD Syamrabu membuka pelayanan bagi masyarakat yang ingin mengetahui hasil pemeriksaan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Kualitas pelayanannya tidak mengecewakan.

”RSUD Syamrabu memiliki laboratorium rujukan pemeriksaan Covid-19 dan telah mendapatkan hasil baik pada pemantapan mutu eksternal (PME),” kata Kepala Instalasi Laboratorium RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Fitriyah Mayorita, Sp.PK. kemarin (16/5).

Akan tetapi, dari berbagai jenis metode tes Covid-19, banyak masyarakat yang belum paham dan tidak bisa membedakan antara rapid test, serologi, dan Spike-Receptor Binding Domain (S-RBD). Untuk mengetahui perbedaannya, dr. Fitriyah Mayorita, Sp.PK. memaparkan.

Baca Juga :  Pemerintah Pangkas Jatah Pupuk Subsidi


Yakni, rapid test Covid-19 ini adalah metode pemeriksaan secara cepat untuk mengetahui ada atau tidak adanya antibodi. Kebanyakan targetnya adalah antibodi N, karena biasanya menggunakan protein N.

Sementara serologi merupakan deteksi antibodi Covid-19 menggunakan mesin. Tetapi, kit yang digunakan masih protein N. Karena itu, dideteksi tetaplah anibodi N. Sementara tes antibodi S-RBD merupakan pemeriksaan yang dianggap paling efektif dalam menangkal Covid-19.

Selain itu, sambung Fitriyah, masyarakat harus memahami perbedaan rapid antibody, rapid antigen, dan PCR swab test. Karena ketiga jenis tes tersebut memiliki metode yang berbeda dan waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya juga berbeda.

Fitriyah menjelaskan, sampel yang diambil dalam pemeriksaan rapid antibody merupakan darah. Metodenya, mendeteksi antibodi IgG dan IgM untuk melawan covid. Hasil pemeriksaannya bisa diketahui 15 menit kemudian. ”Tingkat sensitivitasnya 60–70 persen,” terangnya.

Baca Juga :  Pemusnahan Bahan Peledak Gegerkan Warga

Untuk rapid antigen, sampel yang diambil yaitu lendir hidung. Hasil pemeriksaan bisa diperoleh 15 menit kemudian. Metode yang digunakan, mendeteksi protein virus yang ada di permukaan luar Covid-19. Sementara tingkat sensitivitasnya 92 persen.

Yang terakhir PCR swab. Metode yang digunakan dalam pemeriksaaan PCR swab yaitu mendeteksi materi genetik virus melalui RNA. Hasil pemeriksaannya 1–3 hari. ”Untuk sampel PCR swab lendir hidung dan tenggorokan,” pungkasnya. (jup)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/