alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Sekkab Ingatkan Pegawai Tak Malas-malasan Selama Ramadan

BANGKALAN – Selama bulan Ramadan, jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangkalan berubah. Itu juga diperkuat dengan surat edaran nomor 800/1216/433.031/2018 yang dikeluarkan sekretaris kabupaten (Sekkab).

Semula, jika di hari biasa, Senin–Kamis masuk pukul 07.00 hingga 15.30. Waktu istirahat dari pukul 12.00–13.00. Untuk Jumat masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 14.30.

”Kalau puasa, untuk Senin–Kamis masuk pukul 08.00 dan pulang pada pukul 15.00. Waktu istirahat pukul 12.00-12.30,” kata Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDA Bangkalan Lilik Haryati Rabu (16/5).

Menurut Lilik, kebijakan perubahan jam kerja ASN selama bulan Ramadan itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi (pemprov) melalui surat edaran tertanggal 15 Mei 2018. Kemudian, ditindaklanjuti dengan surat edaran Sekkab. ”Itu sudah edaran dari pemprov,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi B: PAD dari Pasar Jangan Bocor

Tujuannya, menjaga dan menciptakan efisiensi dan produktivitas jam kerja serta peningkatan kualitas ibadah selama bulan Ramadan. ”Hanya berkurang satu jam lebih dari hari biasanya. Ya biar sama-sama dapat, antara kerja dan melaksanakan ibadah puasa,” jelasnya.

Selama bulan Ramadan tidak ada satu pun ASN yang mengajukan cuti. Baik untuk keperluan keluarga maupun yang melaksanakan ibadah umrah. ”Surat pengajuan cuti belum ada yang masuk sampai sekarang,” tuturnya.

Jatah cuti ASN terutama pegawai negeri sipil (PNS) itu hanya 12 hari selama satu tahun. ”Jatahnya hanya 12 hari selama satu tahun,” terangnya.

Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono mengatakan, bulan suci Ramadan jangan sampai dijadikan alasan untuk tidak bersemangat dalam bekerja. Terlebih, dalam hitungan jam kerja sudah berkurang. ”Meski bulan Ramadan, tidak boleh bermalas-malasan dalam bekerja,” imbaunya.

Baca Juga :  Seruduk Carry di Akses Suramadu, Toyota Agya Terpental ke Selokan

Apalagi, misalnya, tidak masuk kantor. Itu sudah masuk kategori tidak disiplin. Tentu ada konsekuensi yang diberikan nantinya. ”Untuk itu, tetap masuk seperti biasa. Jangan sampai tidak masuk kantor,” tegasnya.

 

BANGKALAN – Selama bulan Ramadan, jam kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangkalan berubah. Itu juga diperkuat dengan surat edaran nomor 800/1216/433.031/2018 yang dikeluarkan sekretaris kabupaten (Sekkab).

Semula, jika di hari biasa, Senin–Kamis masuk pukul 07.00 hingga 15.30. Waktu istirahat dari pukul 12.00–13.00. Untuk Jumat masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 14.30.

”Kalau puasa, untuk Senin–Kamis masuk pukul 08.00 dan pulang pada pukul 15.00. Waktu istirahat pukul 12.00-12.30,” kata Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDA Bangkalan Lilik Haryati Rabu (16/5).


Menurut Lilik, kebijakan perubahan jam kerja ASN selama bulan Ramadan itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi (pemprov) melalui surat edaran tertanggal 15 Mei 2018. Kemudian, ditindaklanjuti dengan surat edaran Sekkab. ”Itu sudah edaran dari pemprov,” ujarnya.

Baca Juga :  KPU Buka Layanan Pindah Lokasi Memilih

Tujuannya, menjaga dan menciptakan efisiensi dan produktivitas jam kerja serta peningkatan kualitas ibadah selama bulan Ramadan. ”Hanya berkurang satu jam lebih dari hari biasanya. Ya biar sama-sama dapat, antara kerja dan melaksanakan ibadah puasa,” jelasnya.

Selama bulan Ramadan tidak ada satu pun ASN yang mengajukan cuti. Baik untuk keperluan keluarga maupun yang melaksanakan ibadah umrah. ”Surat pengajuan cuti belum ada yang masuk sampai sekarang,” tuturnya.

Jatah cuti ASN terutama pegawai negeri sipil (PNS) itu hanya 12 hari selama satu tahun. ”Jatahnya hanya 12 hari selama satu tahun,” terangnya.

- Advertisement -

Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono mengatakan, bulan suci Ramadan jangan sampai dijadikan alasan untuk tidak bersemangat dalam bekerja. Terlebih, dalam hitungan jam kerja sudah berkurang. ”Meski bulan Ramadan, tidak boleh bermalas-malasan dalam bekerja,” imbaunya.

Baca Juga :  Sejak Awal Ramadan, Ngaku Kecipratan Berkah

Apalagi, misalnya, tidak masuk kantor. Itu sudah masuk kategori tidak disiplin. Tentu ada konsekuensi yang diberikan nantinya. ”Untuk itu, tetap masuk seperti biasa. Jangan sampai tidak masuk kantor,” tegasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/