alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

ASDP Operasikan Dua Kapal 20 Trip

BANGKALAN – Pasca Jembatan Suramadu digratiskan, aktivitas angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Ujung-Kamal kian sepi. Jumlah penumpang kapal feri terus mengalami penurunan.

Semula ASDP mengoperasikan tiga kapal 30 trip. Saat ini hanya mengoperasikan dua kapal dengan 20 trip. Selain itu, perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN) tersebut saban tahun mengalami kerugian.

Kepala Supervisor ASDP Cabang Surabaya Agusman mengatakan, digratiskannya Suramadu sangat berdampak pada jumlah penumpang kapal feri. Semula penumpang dan roda dua sekitar 1.500, saat ini hanya 900. Roda empat semula 100 unit, kini hanya 60 unit.

Pihaknya mengambil kebijakan mengurangi jumlah armada kapal yang beroperasi. Dari tiga kapal, hanya dua yang beroperasi. Satu armada dijadikan cadangan. ”Semula pelayaran dilakukan 30 trip, saat ini hanya 20 trip karena penumpang terus menurun,” ungkapnya kemarin (16/2).

Baca Juga :  Mahasiswi Diciduk Polisi Gara-Gara Penipuan Jual Beli Minyak Goreng

Waktu pelayaran kapal tetap. Yakni, mulai pukul 05.48 hingga pukul 21.00. ”Di atas pukul 21.00 tutup,” ucapnya.

Sejak Suramadu dioperasikan, ASDP Pelabuhan Ujung-Kamal terus mengalami kerugian. Rata-rata selama setahun mengalami kerugian Rp 16 miliar. Kendati merugi, tetap melayani jasa pelayaran karena diberlakukan subsidi silang oleh ASDP pusat.

”Rata-rata kerugian kami per tahun segitu (Rp 16 miliar, Red). Mau bagaimana lagi kalau kenyataannya seperti ini. Yang terpenting kami memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang kapal,” tukasnya. 

BANGKALAN – Pasca Jembatan Suramadu digratiskan, aktivitas angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Ujung-Kamal kian sepi. Jumlah penumpang kapal feri terus mengalami penurunan.

Semula ASDP mengoperasikan tiga kapal 30 trip. Saat ini hanya mengoperasikan dua kapal dengan 20 trip. Selain itu, perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN) tersebut saban tahun mengalami kerugian.

Kepala Supervisor ASDP Cabang Surabaya Agusman mengatakan, digratiskannya Suramadu sangat berdampak pada jumlah penumpang kapal feri. Semula penumpang dan roda dua sekitar 1.500, saat ini hanya 900. Roda empat semula 100 unit, kini hanya 60 unit.


Pihaknya mengambil kebijakan mengurangi jumlah armada kapal yang beroperasi. Dari tiga kapal, hanya dua yang beroperasi. Satu armada dijadikan cadangan. ”Semula pelayaran dilakukan 30 trip, saat ini hanya 20 trip karena penumpang terus menurun,” ungkapnya kemarin (16/2).

Baca Juga :  Sepi Penumpang, PT ASDP Rugi Rp 9 Miliar

Waktu pelayaran kapal tetap. Yakni, mulai pukul 05.48 hingga pukul 21.00. ”Di atas pukul 21.00 tutup,” ucapnya.

Sejak Suramadu dioperasikan, ASDP Pelabuhan Ujung-Kamal terus mengalami kerugian. Rata-rata selama setahun mengalami kerugian Rp 16 miliar. Kendati merugi, tetap melayani jasa pelayaran karena diberlakukan subsidi silang oleh ASDP pusat.

”Rata-rata kerugian kami per tahun segitu (Rp 16 miliar, Red). Mau bagaimana lagi kalau kenyataannya seperti ini. Yang terpenting kami memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang kapal,” tukasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/