alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Puluhan Ribu Warga Masih Buta Huruf

BANGKALAN – Angka buta aksara di Kota Salak masih tinggi. Hingga tahun ini masih ada 74.217 warga yang belum bisa baca. Sayangnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan belum memastikan apakah program keaksaraan fungsional (KF) bisa dijalankan atau tidak. Alasannya, masih menunggu petunjuk pemerintah pusat.

Pada 2017, program pemberantasan buta aksara dianggarkan untuk 75 kelompok. Dalam satu kelompok terdapat 10 warga belajar (WB). Anggarannya Rp 337 juta dari APBN. Usia warga buta aksara tersebut berkisar antara 15 hingga 59 tahun.

Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Bangkalan Jufri Kora mengaku, belum ada informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk program pemberantasan buta aksara. Sebab, hingga kini lembaganya belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai program tersebut.

Baca Juga :  Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan Butuh Rp 21 Triliun

”Hingga saat ini belum ada kabar dari pusat. Biasanya nanti kami diberi tahu,” dalihnya Selasa (16/1).

Pengalaman sebelumnya, kata Jufri, untuk penetapan jumlah dan besaran jatah anggaran pemberantasan buta aksara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar rapat koordinasi (rakor). Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda akan ada rakor.

”Biasanya nanti ada undangan untuk rakor. Biasanya rakor itu sekitar Maret atau April. Tapi, tidak tahu kalau tahun ini. Kuota juga dari pusat,” katanya.

”Mudah-mudahan tahun ini anggarannya ditambah. Jadi bisa cepat mengurangi buta aksara,” harapnya.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir meminta disdik agar bisa jemput bola. Dengan demikian, bisa diketahui kejelasan mengenai pelaksanaan program tersebut di 2018. ”Lakukan koordinasi dengan pemerintah pusat supaya bisa segera diketahui,” pintanya.

Baca Juga :  Bangkitkan Semangat Anak Desa Menempuh Pendidikan

Politikus Demokrat itu mendesak agar disdik terus mengupayakan pengentasan buta aksara di Bangkalan. ”Memang, angka buta aksara di Bangkalan masih cukup tinggi. Makanya, kalau ada program pemberantasan buta aksara harus dimaksimalkan,” desaknya.

BANGKALAN – Angka buta aksara di Kota Salak masih tinggi. Hingga tahun ini masih ada 74.217 warga yang belum bisa baca. Sayangnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan belum memastikan apakah program keaksaraan fungsional (KF) bisa dijalankan atau tidak. Alasannya, masih menunggu petunjuk pemerintah pusat.

Pada 2017, program pemberantasan buta aksara dianggarkan untuk 75 kelompok. Dalam satu kelompok terdapat 10 warga belajar (WB). Anggarannya Rp 337 juta dari APBN. Usia warga buta aksara tersebut berkisar antara 15 hingga 59 tahun.

Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Bangkalan Jufri Kora mengaku, belum ada informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat untuk program pemberantasan buta aksara. Sebab, hingga kini lembaganya belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai program tersebut.

Baca Juga :  Bangkitkan Semangat Anak Desa Menempuh Pendidikan

”Hingga saat ini belum ada kabar dari pusat. Biasanya nanti kami diberi tahu,” dalihnya Selasa (16/1).

Pengalaman sebelumnya, kata Jufri, untuk penetapan jumlah dan besaran jatah anggaran pemberantasan buta aksara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar rapat koordinasi (rakor). Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda akan ada rakor.

”Biasanya nanti ada undangan untuk rakor. Biasanya rakor itu sekitar Maret atau April. Tapi, tidak tahu kalau tahun ini. Kuota juga dari pusat,” katanya.

”Mudah-mudahan tahun ini anggarannya ditambah. Jadi bisa cepat mengurangi buta aksara,” harapnya.

Di tempat terpisah, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir meminta disdik agar bisa jemput bola. Dengan demikian, bisa diketahui kejelasan mengenai pelaksanaan program tersebut di 2018. ”Lakukan koordinasi dengan pemerintah pusat supaya bisa segera diketahui,” pintanya.

Baca Juga :  Tegaskan Kenaikan SPP SMA-SMK Sekedar Usulan

Politikus Demokrat itu mendesak agar disdik terus mengupayakan pengentasan buta aksara di Bangkalan. ”Memang, angka buta aksara di Bangkalan masih cukup tinggi. Makanya, kalau ada program pemberantasan buta aksara harus dimaksimalkan,” desaknya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/