alexametrics
23.9 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Manfaatkan Digitalisasi Kenalkan Warisan Budaya

BANGKALAN – Banyak situs budaya dan bersejarah di Kota Zikir dan Salawat yang belum diketahui khalayak umum. Sebagai upaya pengenalan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan menyelenggarakan lomba vlog kesejarahan.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominan menyampaikan, lomba vlog tersebut tidak hanya mengenalkan benda-benda peninggalan sejarah yang ada di Museum Cakraningrat. Peserta diberi kebebasan mengambil gambar vlog di tempat-tempat bersejarah lainnya.

”Seperti tempat bersejarah yang ada di luar (museum) dan menjadi ikon Bangkalan, benteng, dan marcusuar,” kata Hendra mewakili Kepala Disbudpar Bangkalan Moh. Hasan Faisol.

Karya vlog dari enam peserta yang menjadi pemenang dalam lomba itu akan dipublikasikan di media sosial (medsos) yang dikelola Disbudpar Bangkalan. Harapannya, karya tersebut dapat memberikan informasi tentang kesejarahan di Bangkalan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Siapkan Tiket Khusus di Tiga Sisa Laga Kandang

”Harapan kami, masyarakat bisa mengetahui situs-situs bersejarah yang ada di Bangkalan. Kami berharap, masyarakat juga turut melestarikannya,” ungkap pria yang juga musisi itu.

Hendra mengaku sengaja memilih lomba vlog dalam upaya pengenalan lomba kesejarahan. ”Karena saat ini sudah masuk era digital, kami ingin memanfaatkan digitalisasi untuk pengenalan situs dan benda bersejarah yang ada di Bangkalan,” ucapnya. (jup/onk)

- Advertisement -

BANGKALAN – Banyak situs budaya dan bersejarah di Kota Zikir dan Salawat yang belum diketahui khalayak umum. Sebagai upaya pengenalan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan menyelenggarakan lomba vlog kesejarahan.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominan menyampaikan, lomba vlog tersebut tidak hanya mengenalkan benda-benda peninggalan sejarah yang ada di Museum Cakraningrat. Peserta diberi kebebasan mengambil gambar vlog di tempat-tempat bersejarah lainnya.

”Seperti tempat bersejarah yang ada di luar (museum) dan menjadi ikon Bangkalan, benteng, dan marcusuar,” kata Hendra mewakili Kepala Disbudpar Bangkalan Moh. Hasan Faisol.


Karya vlog dari enam peserta yang menjadi pemenang dalam lomba itu akan dipublikasikan di media sosial (medsos) yang dikelola Disbudpar Bangkalan. Harapannya, karya tersebut dapat memberikan informasi tentang kesejarahan di Bangkalan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Lima Tahun SGB tanpa Anggaran Perawatan Fisik

”Harapan kami, masyarakat bisa mengetahui situs-situs bersejarah yang ada di Bangkalan. Kami berharap, masyarakat juga turut melestarikannya,” ungkap pria yang juga musisi itu.

Hendra mengaku sengaja memilih lomba vlog dalam upaya pengenalan lomba kesejarahan. ”Karena saat ini sudah masuk era digital, kami ingin memanfaatkan digitalisasi untuk pengenalan situs dan benda bersejarah yang ada di Bangkalan,” ucapnya. (jup/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/