alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Mengobati Batu Ginjal tanpa Operasi

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Penyakit batu ginjal harus mendapat penanganan sesegera mungkin. Sebab, jika didiamkan dalam waktu yang cukup lama, bisa berakibat serius terhadap kesehatan penderita.

Dokter Penanggung Jawab Poli Urologi RSUD Syamrabu dr. Ari Alauddin Mawdudi, Sp.U menjelaskan, penanganan pasien yang menderita penyakit batu ginjal dapat dilakukan dengan cara terapi. Yaitu, menggunakan teknologi extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL).

Alat canggih tersebut dapat ditembakkan dari luar tubuh dengan gelombang kejut. Dengan begitu, batu bisa menjadi pecahan halus. ”Pecahan tersebut dapat keluar bersama urine,” terangnya kemarin (14/11).

Tindakan ESWL berbeda dengan operasi karena tidak memerlukan sayatan sedikit pun ke kulit. Dengan demikian, anggota tubuh sedikit pun tidak terlukai. Prosedur tindakan menggunakan ESWL dilakukan saat pasien sadar.

Baca Juga :  Hari Ini Anisa Maharani Bakal Dioperasi

”Penanganannya tanpa pembiusan. Tetapi, pasien hanya diberi obat penghilang rasa sakit. Setelah selesai penanganan, pasien dapat beraktivitas normal setelah 24 jam setelah diterapi,” katanya.

Tindakan ESWL menjadi metode pengobatan penyakit batu ginjal yang paling praktis. Namun, tidak semua orang yang memiliki batu ginjal bisa menjalaninya. Ada beberapa hal yang menentukan, apakah seseorang dapat menjalani tindakan ESWL atau tidak. ”Di antaranya, ukuran, jumlah, lokasi, dan material batu ginjal,” sambungnya.

Dokter Ari mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan mengarah ke batu ginjal berkonsultasi kepada dokter urologi terdekat. Dokter akan melakukan sejumlah tes untuk memastikan, apakah pasien bisa mendapat terapi ESWL atau tidak.

”Masyarakat tidak perlu lagi takut untuk memeriksakan diri apabila terdapat batu pada ginjal dan atau batu pada saluran kemih. Sebab, tindakan ESWL bisa menjadi pilihan aman dan nyaman,” Imbau dokter Ari.

Baca Juga :  Klub Mobil Pajero Bangun Rumah Pasutri Lansia

Risiko komplikasi tindakan ESWL lebih minim daripada operasi. Selain itu, pemulihan pasien lebih cepat. Biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien pun lebih murah. ”Agar terhindar dari batu ginjal, harus banyak minum air putih sehingga memenuhi asupan cairan setiap hari, diet yang seimbang, dan olahraga teratur,” pungkasnya.

 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Penyakit batu ginjal harus mendapat penanganan sesegera mungkin. Sebab, jika didiamkan dalam waktu yang cukup lama, bisa berakibat serius terhadap kesehatan penderita.

Dokter Penanggung Jawab Poli Urologi RSUD Syamrabu dr. Ari Alauddin Mawdudi, Sp.U menjelaskan, penanganan pasien yang menderita penyakit batu ginjal dapat dilakukan dengan cara terapi. Yaitu, menggunakan teknologi extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL).

Alat canggih tersebut dapat ditembakkan dari luar tubuh dengan gelombang kejut. Dengan begitu, batu bisa menjadi pecahan halus. ”Pecahan tersebut dapat keluar bersama urine,” terangnya kemarin (14/11).


Tindakan ESWL berbeda dengan operasi karena tidak memerlukan sayatan sedikit pun ke kulit. Dengan demikian, anggota tubuh sedikit pun tidak terlukai. Prosedur tindakan menggunakan ESWL dilakukan saat pasien sadar.

Baca Juga :  Dinkes Anggarkan Rp 27 Juta untuk Atasi Kusta

”Penanganannya tanpa pembiusan. Tetapi, pasien hanya diberi obat penghilang rasa sakit. Setelah selesai penanganan, pasien dapat beraktivitas normal setelah 24 jam setelah diterapi,” katanya.

Tindakan ESWL menjadi metode pengobatan penyakit batu ginjal yang paling praktis. Namun, tidak semua orang yang memiliki batu ginjal bisa menjalaninya. Ada beberapa hal yang menentukan, apakah seseorang dapat menjalani tindakan ESWL atau tidak. ”Di antaranya, ukuran, jumlah, lokasi, dan material batu ginjal,” sambungnya.

Dokter Ari mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan mengarah ke batu ginjal berkonsultasi kepada dokter urologi terdekat. Dokter akan melakukan sejumlah tes untuk memastikan, apakah pasien bisa mendapat terapi ESWL atau tidak.

”Masyarakat tidak perlu lagi takut untuk memeriksakan diri apabila terdapat batu pada ginjal dan atau batu pada saluran kemih. Sebab, tindakan ESWL bisa menjadi pilihan aman dan nyaman,” Imbau dokter Ari.

Baca Juga :  Butuh Bukti, Bukan Janji, Makanya¬†Aksi Lagi

Risiko komplikasi tindakan ESWL lebih minim daripada operasi. Selain itu, pemulihan pasien lebih cepat. Biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien pun lebih murah. ”Agar terhindar dari batu ginjal, harus banyak minum air putih sehingga memenuhi asupan cairan setiap hari, diet yang seimbang, dan olahraga teratur,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/