alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Proyek Rest Area Baru 25 Persen, Waktu Pengerjaan Tinggal 45 Hari

BANGKALAN – PT Indokon Raya memiliki waktu 45 hari lagi untuk merampungkan proyek pembangunan rest area tahap dua. Sayangnya, hingga Rabu (15/11) realisasi pengerjaan baru 25 persen. Jika tidak dipercepat, proyek di kawasan kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM) itu bisa molor dari waktu yang ditentukan.

Untuk diketahui, pemerintah pusat menyediakan anggaran Rp 25 miliar untuk pembangunan rest area tahap dua. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) memasang harga perkiraan sendiri (HPS) pembangunan rest area senilai Rp 11.519.000.000. Itu berarti, antara pagu anggaran dengan HPS ada selisih Rp 13.481.000.000.

Sementara harga terkoneksi rekanan dalam proses tender Rp 10.805.000.000. Dengan demikian, selisih antara pagu anggaran dengan harga terkoneksi rekanan dalam proses lelang mencapai Rp 14.195.000.000.

PT Indokon Raya menjadi pemenang lelang proyek rest area tahap dua dengan harga terkoneksi Rp 10.805.000.000. Kontrak pengerjaan yaitu dimulai 5 Oktober sampai 31 Desember 2017. Rekanan ditugaskan mengerjakan dua food court dengan luas 240 meter persegi dan satu toilet komunal.

Baca Juga :  Tender Proyek Rest Area Tahap III Buram

Koordinator Lapangan PT Indokon Raya Ari Nugraha mengatakan, sebelum mengerjakan proyek pembangunan rest area tahap dua, pihaknya membersihkan lahan. Kemudian, melakukan pemerataan dan pemadatan tanah.

Selanjutnya, menggali lubang untuk pembuatan fondasi bangunan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemasangan bata untuk pembuatan dinding. ”Sekarang para pekerja menggarap pemasangan dinding gedung,” katanya.

Progres pengerjaan proyek tersebut mencapai 25 persen. Kendati begitu, pihaknya optimistis bisa merampungkan pekerjaan tepat waktu sesuai kontrak. Ari mengaku telah melakukan penambahan tukang dan pekerja.

Pada awal pengerjaan proyek rest area tahap dua, pihaknya mempekerjakan 40 tukang. Saat ini ditambah menjadi 90 tukang. Waktu pengerjaan juga ditambah. Proyek tersebut dikerjakan siang dan malam. ”Kami usahakan bisa merampungkan pekerjaan tepat waktu,” ucapnya.

Baca Juga :  Pedagang Harus Bayar jika Tempati Rest Area

Ari menambahkan, pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Konsultan pengawas dan pihak BPWS sering memantau langsung ke lokasi proyek. ”Semua pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan,” tukasnya.

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandid Indrawan meminta PT Indokon Raya mempercepat pengerjaan proyek pembangunan rest area tahap dua. Sebab, waktu pengerjaan sudah mepet. ”Rekanan harus mempercepat pengerjaan dengan tanpa mengabaikan kualitas,” ingatnya.

Dia mengungkapkan, jika rekanan menabrak deadline yang telah ditentukan, akan ada perpanjangan waktu pengerjaan. Namun, jika tetap tidak rampung juga, pihaknya akan memberikan sanksi kepada PT Indokon Raya. ”Kalau melanggar ketentuan, pasti rekanan mendapatkan punishment,” tegas Pandid.

BANGKALAN – PT Indokon Raya memiliki waktu 45 hari lagi untuk merampungkan proyek pembangunan rest area tahap dua. Sayangnya, hingga Rabu (15/11) realisasi pengerjaan baru 25 persen. Jika tidak dipercepat, proyek di kawasan kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM) itu bisa molor dari waktu yang ditentukan.

Untuk diketahui, pemerintah pusat menyediakan anggaran Rp 25 miliar untuk pembangunan rest area tahap dua. Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) memasang harga perkiraan sendiri (HPS) pembangunan rest area senilai Rp 11.519.000.000. Itu berarti, antara pagu anggaran dengan HPS ada selisih Rp 13.481.000.000.

Sementara harga terkoneksi rekanan dalam proses tender Rp 10.805.000.000. Dengan demikian, selisih antara pagu anggaran dengan harga terkoneksi rekanan dalam proses lelang mencapai Rp 14.195.000.000.


PT Indokon Raya menjadi pemenang lelang proyek rest area tahap dua dengan harga terkoneksi Rp 10.805.000.000. Kontrak pengerjaan yaitu dimulai 5 Oktober sampai 31 Desember 2017. Rekanan ditugaskan mengerjakan dua food court dengan luas 240 meter persegi dan satu toilet komunal.

Baca Juga :  Pedagang Harus Bayar jika Tempati Rest Area

Koordinator Lapangan PT Indokon Raya Ari Nugraha mengatakan, sebelum mengerjakan proyek pembangunan rest area tahap dua, pihaknya membersihkan lahan. Kemudian, melakukan pemerataan dan pemadatan tanah.

Selanjutnya, menggali lubang untuk pembuatan fondasi bangunan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemasangan bata untuk pembuatan dinding. ”Sekarang para pekerja menggarap pemasangan dinding gedung,” katanya.

Progres pengerjaan proyek tersebut mencapai 25 persen. Kendati begitu, pihaknya optimistis bisa merampungkan pekerjaan tepat waktu sesuai kontrak. Ari mengaku telah melakukan penambahan tukang dan pekerja.

Pada awal pengerjaan proyek rest area tahap dua, pihaknya mempekerjakan 40 tukang. Saat ini ditambah menjadi 90 tukang. Waktu pengerjaan juga ditambah. Proyek tersebut dikerjakan siang dan malam. ”Kami usahakan bisa merampungkan pekerjaan tepat waktu,” ucapnya.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Sebut Kesadaran Masyarakat Terus Tumbuh

Ari menambahkan, pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Konsultan pengawas dan pihak BPWS sering memantau langsung ke lokasi proyek. ”Semua pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan,” tukasnya.

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandid Indrawan meminta PT Indokon Raya mempercepat pengerjaan proyek pembangunan rest area tahap dua. Sebab, waktu pengerjaan sudah mepet. ”Rekanan harus mempercepat pengerjaan dengan tanpa mengabaikan kualitas,” ingatnya.

Dia mengungkapkan, jika rekanan menabrak deadline yang telah ditentukan, akan ada perpanjangan waktu pengerjaan. Namun, jika tetap tidak rampung juga, pihaknya akan memberikan sanksi kepada PT Indokon Raya. ”Kalau melanggar ketentuan, pasti rekanan mendapatkan punishment,” tegas Pandid.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/