alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Angka Pengangguran Tinggi, Desak Pemkab Berikan Solusi

BANGKALAN – Ketersediaan lapangan kerja di Bangkalan minim. Buktinya, ratusan ribu pencari kerja belum mendapatkan pekerjaan. Sementara angka pengangguran di Kota Salak cukup tinggi. Mereka berharap pemerintah bisa memberikan solusi.

Plt Kabid Pelatihan, Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Tarso memaparkan, setiap tahun jumlah pengangguran mengalami penurunan. ”Dari 24 ribu turun jadi 23 ribu,” ucapnya Rabu (15/11).

Sementara itu, Kepala Disperinaker Bangkalan Amina Rachmawati menerangkan, lembaganya sudah banyak menjalin kerja sama dengan industri di Kota Salak. Selain itu juga sejumlah instansi dan tokoh masyarakat.

Tujuannya, agar ikut memberikan usulan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan pengangguran. ”Bersama berbagai elemen untuk mengurangi angka pengangguran. Seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Bangkalan, kami ajak kerja sama,” terangnya.

Amina mengklaim, lembaganya sudah memberikan pengarahan dan pembinaan kepada para pencari kerja (pencaker). Salah satunya membuka ruang ekonomi kreatif. ”Sehingga tidak bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Beraksi, Matapena.art dan Serikat Mural Surabaya Gelar Eduaction

”Pencaker juga kami arahkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Kemudian, pelatihan keterampilan sesuai yang diinginkan melalui balai latihan,” tutur Aminah.

Dia menyarankan bagi para pencaker agar bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan melakukan usaha mandiri. Sementara bagi peserta di balai latiha kerja (BLK) juga diberikan pemaparan mengenai cara membuka usaha kreatif usai mengikuti pelatihan.

”Bagi yang sudah dilatih kami arahkan bisa melakukan pekerjaan mandiri atau membuka usaha. Bisa juga masuk di perusahaan-perusahaan yang diinginkan,” ujarnya.

Amina menambahkan, tidak hanya peluang kerja di Bangkalan yang diberikan pada para pencaker. Jika ada lowongan di luar daerah, pihaknya juga menyebarkan informasi tersebut kepada para pencaker.

”Atau, mau bekerja di luar Bangkalan. Kami sampaikan kalau ada lowongan di luar daerah kepada pencaker atau lulusan dari BLK,” terangnya.

Baca Juga :  Diskumnaker Tak Punya Data Pekerja

Di tempat terpisah, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Asis menyampaikan, pihaknya belum bisa menilai secara menyeluruh kinerja disperinaker. Sebab, organisasi perangkat daerah (OPD) ini masih tergolong baru. Butuh dukungan bersama untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan. Salah satunya urusan pengangguran.

”Disperinaker masih OPD baru. Kami harap disperinaker bisa memerhatikan masalah ini. Bisa dicarikan solusinya,” pintanya.

Politikus Demokrat itu menilai masalah yang dihadapi disperinaker cukup kompleks. Penyebab pengangguran yakni kurangnya lapangan kerja. Sementara minimnya lapangan kerja karena rendahnya investasi yang masuk ke Bangkalan.

”Masalah ini berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja. Untuk membuka lapangan kerja baru juga berkaitan dengan iklim investasi yang akan masuk di Bangkalan,” tuturnya.

Menurut Asis, permasalahan pengangguran bukan hanya menjadi tugas disperinaker, melainkan tugas bersama. ”Terutama peran pemerintah harus memperhatikan betul tingkat pengangguran ini,” tandasnya.

BANGKALAN – Ketersediaan lapangan kerja di Bangkalan minim. Buktinya, ratusan ribu pencari kerja belum mendapatkan pekerjaan. Sementara angka pengangguran di Kota Salak cukup tinggi. Mereka berharap pemerintah bisa memberikan solusi.

Plt Kabid Pelatihan, Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Tarso memaparkan, setiap tahun jumlah pengangguran mengalami penurunan. ”Dari 24 ribu turun jadi 23 ribu,” ucapnya Rabu (15/11).

Sementara itu, Kepala Disperinaker Bangkalan Amina Rachmawati menerangkan, lembaganya sudah banyak menjalin kerja sama dengan industri di Kota Salak. Selain itu juga sejumlah instansi dan tokoh masyarakat.


Tujuannya, agar ikut memberikan usulan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan pengangguran. ”Bersama berbagai elemen untuk mengurangi angka pengangguran. Seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Bangkalan, kami ajak kerja sama,” terangnya.

Amina mengklaim, lembaganya sudah memberikan pengarahan dan pembinaan kepada para pencari kerja (pencaker). Salah satunya membuka ruang ekonomi kreatif. ”Sehingga tidak bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Penggantian Kadis PU Bina Marga Butuh Konsultasi dengan KASN

”Pencaker juga kami arahkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Kemudian, pelatihan keterampilan sesuai yang diinginkan melalui balai latihan,” tutur Aminah.

Dia menyarankan bagi para pencaker agar bisa menciptakan lapangan kerja sendiri dan melakukan usaha mandiri. Sementara bagi peserta di balai latiha kerja (BLK) juga diberikan pemaparan mengenai cara membuka usaha kreatif usai mengikuti pelatihan.

”Bagi yang sudah dilatih kami arahkan bisa melakukan pekerjaan mandiri atau membuka usaha. Bisa juga masuk di perusahaan-perusahaan yang diinginkan,” ujarnya.

Amina menambahkan, tidak hanya peluang kerja di Bangkalan yang diberikan pada para pencaker. Jika ada lowongan di luar daerah, pihaknya juga menyebarkan informasi tersebut kepada para pencaker.

”Atau, mau bekerja di luar Bangkalan. Kami sampaikan kalau ada lowongan di luar daerah kepada pencaker atau lulusan dari BLK,” terangnya.

Baca Juga :  Pemerintah Harus Perluas Lapangan Kerja

Di tempat terpisah, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Asis menyampaikan, pihaknya belum bisa menilai secara menyeluruh kinerja disperinaker. Sebab, organisasi perangkat daerah (OPD) ini masih tergolong baru. Butuh dukungan bersama untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan. Salah satunya urusan pengangguran.

”Disperinaker masih OPD baru. Kami harap disperinaker bisa memerhatikan masalah ini. Bisa dicarikan solusinya,” pintanya.

Politikus Demokrat itu menilai masalah yang dihadapi disperinaker cukup kompleks. Penyebab pengangguran yakni kurangnya lapangan kerja. Sementara minimnya lapangan kerja karena rendahnya investasi yang masuk ke Bangkalan.

”Masalah ini berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja. Untuk membuka lapangan kerja baru juga berkaitan dengan iklim investasi yang akan masuk di Bangkalan,” tuturnya.

Menurut Asis, permasalahan pengangguran bukan hanya menjadi tugas disperinaker, melainkan tugas bersama. ”Terutama peran pemerintah harus memperhatikan betul tingkat pengangguran ini,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/