alexametrics
23 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Polres Janji Tuntaskan Laporan HMI

BANGKALAN – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menggelar demonstrasi kemarin (15/10). Mereka menuntut polres mengusut tuntas laporan dugaan ujaran kebencian dan kasus kekerasan.

Mereka melaporkan Wakil Rektor (Warek) III Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan Agung Ali Fahmi melakukan ujaran kebencian. Sementara kasus dugaan kekerasan dialami oleh kader HMI saat berdemo di kampus UTM beberapa waktu lalu.

Koordinator lapangan (korlap) aksi Moh. Thoifur Syairozi menyuarakan, aparat kepolisian harus transparan serta menindaklanjuti kasus ujaran kebencian dan kekerasan yang dilaporkan HMI. Kasus tersebut tak boleh mandek.

”Kami minta kasus rasisme dan kekerasan ini jangan dibiarkan begitu saja,” teriaknya di depan petugas keamanan.

Baca Juga :  Mahasiswa UTM Ciptakan Teknologi Tepat Guna Pengganti Gas Elpiji

Menurut Thoifur, kasus yang dilaporkannya itu sudah memiliki bukti seperti screenshot percakapan di grup WhatsApp (WA). Korban kekerasan yang disertai bukti fisik dan visum juga disampaikan sehingga insiden serupa tidak lagi terjadi di Bangkalan.

”Kami minta usut tuntas. Kami minta aparat memberikan hasil pengembangan yang dilakukan setiap minggu,” desaknya.

Di hadapan mahasiswa, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menegaskan, tuntutan pedemo akan diproses dan ditangani. Perlu dipahami bahwa butuh proses dalam melakukan penyelidikan.

”Kami tindak lanjuti. Butuh proses dan waktu. Kami berkomitmen untuk tuntaskan kasus ini,” janjinya.

Perwira polisi asal Sidoarjo itu menambahkan, pihaknya sedikit mengalami kendala dalam penanganan kasus tersebut. Misalnya, CCTV yang tidak bisa menunjukkan satu per satu yang dianggap melakukan kekerasan. Saksi yang dimintai keterangan juga tidak bisa memberikan keterangan secara gamblang.

Baca Juga :  Pemprov-Pusat Dorong Percepatan Penanganan Covid-19

”Yang jelas, kami berkomitmen menuntaskan kasus ini. Manakala ada dua alat bukti, pasti kami naikkan penetapan tersangka,” tandasnya.

 

BANGKALAN – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menggelar demonstrasi kemarin (15/10). Mereka menuntut polres mengusut tuntas laporan dugaan ujaran kebencian dan kasus kekerasan.

Mereka melaporkan Wakil Rektor (Warek) III Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan Agung Ali Fahmi melakukan ujaran kebencian. Sementara kasus dugaan kekerasan dialami oleh kader HMI saat berdemo di kampus UTM beberapa waktu lalu.

Koordinator lapangan (korlap) aksi Moh. Thoifur Syairozi menyuarakan, aparat kepolisian harus transparan serta menindaklanjuti kasus ujaran kebencian dan kekerasan yang dilaporkan HMI. Kasus tersebut tak boleh mandek.


”Kami minta kasus rasisme dan kekerasan ini jangan dibiarkan begitu saja,” teriaknya di depan petugas keamanan.

Baca Juga :  Suka Lagu Justin Bieber, Dikenal Ceria, Sahabat Sebut Almarhumah Baik

Menurut Thoifur, kasus yang dilaporkannya itu sudah memiliki bukti seperti screenshot percakapan di grup WhatsApp (WA). Korban kekerasan yang disertai bukti fisik dan visum juga disampaikan sehingga insiden serupa tidak lagi terjadi di Bangkalan.

”Kami minta usut tuntas. Kami minta aparat memberikan hasil pengembangan yang dilakukan setiap minggu,” desaknya.

Di hadapan mahasiswa, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menegaskan, tuntutan pedemo akan diproses dan ditangani. Perlu dipahami bahwa butuh proses dalam melakukan penyelidikan.

”Kami tindak lanjuti. Butuh proses dan waktu. Kami berkomitmen untuk tuntaskan kasus ini,” janjinya.

Perwira polisi asal Sidoarjo itu menambahkan, pihaknya sedikit mengalami kendala dalam penanganan kasus tersebut. Misalnya, CCTV yang tidak bisa menunjukkan satu per satu yang dianggap melakukan kekerasan. Saksi yang dimintai keterangan juga tidak bisa memberikan keterangan secara gamblang.

Baca Juga :  Pemkab Bakal Lepas Ratusan Aset Kendaraan

”Yang jelas, kami berkomitmen menuntaskan kasus ini. Manakala ada dua alat bukti, pasti kami naikkan penetapan tersangka,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/