alexametrics
23 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Dinkes Masih Minus Rp 18 Miliar

SEMENTARA itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tahun ini ditarget memperoleh PAD Rp 47 miliar. Hingga triwulan ketiga, dinkes mampu meraup pendapatan Rp 29 miliar.

”Realisasi PAD dinkes masih minus Rp 18 miliar. Target PAD kami lumayan besar. Dengan capaian 61 persen dari target, kami rasa itu sudah cukup tinggi,” ungkap Kepala Dinkes Bangkalan Sudibyo.

Meski perolehan PAD dinkes belum menyentuh 75 persen, Sudibyo optimistis sampai akhir tahun bisa mencapai target. ”Kami sangat yakin. Mengaca pada tahun sebelumnya, di sisa waktu injury time, perolehan PAD kami bisa menanjak. Kami yakin tahun ini bisa 120 persen,” ujarnya.

Sekretaris Diskes Bangkalan Moh. Rasuli menyampaikan, sumber PAD dinkes bergantung pada klaim kapitasi. ”Sumber terbesar PAD kami dari situ. Selebihnya berasal dari rujukan ke rumah sakit daerah dan lain-lain,” katanya di ruang kerjanya kemarin (15/10).

Baca Juga :  Warga Sampang Banyak Idap Diabetes

Rasuli berharap, target PAD dinkes dikurangi. ”Pendapatan kami paling banyak bersumber dari orang sakit. Kalau orang sakitnya berkurang, otomatis pendapatan kami juga berkurang,” jelasnya.

”Jadi, semakin rendah PAD kami, itu membuktikan bahwa tingkat kesehatan masyarakat Bangkalam tinggi. Apabila tingkat kesehatan di Bangkalan tinggi, berarti prestasi bagi kami. Siapa yang berharap banyak orang sakit,” pungkas Rasuli. (c1)

SEMENTARA itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tahun ini ditarget memperoleh PAD Rp 47 miliar. Hingga triwulan ketiga, dinkes mampu meraup pendapatan Rp 29 miliar.

”Realisasi PAD dinkes masih minus Rp 18 miliar. Target PAD kami lumayan besar. Dengan capaian 61 persen dari target, kami rasa itu sudah cukup tinggi,” ungkap Kepala Dinkes Bangkalan Sudibyo.

Meski perolehan PAD dinkes belum menyentuh 75 persen, Sudibyo optimistis sampai akhir tahun bisa mencapai target. ”Kami sangat yakin. Mengaca pada tahun sebelumnya, di sisa waktu injury time, perolehan PAD kami bisa menanjak. Kami yakin tahun ini bisa 120 persen,” ujarnya.


Sekretaris Diskes Bangkalan Moh. Rasuli menyampaikan, sumber PAD dinkes bergantung pada klaim kapitasi. ”Sumber terbesar PAD kami dari situ. Selebihnya berasal dari rujukan ke rumah sakit daerah dan lain-lain,” katanya di ruang kerjanya kemarin (15/10).

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Raih Opini WTP setelah 4 Tahun

Rasuli berharap, target PAD dinkes dikurangi. ”Pendapatan kami paling banyak bersumber dari orang sakit. Kalau orang sakitnya berkurang, otomatis pendapatan kami juga berkurang,” jelasnya.

”Jadi, semakin rendah PAD kami, itu membuktikan bahwa tingkat kesehatan masyarakat Bangkalam tinggi. Apabila tingkat kesehatan di Bangkalan tinggi, berarti prestasi bagi kami. Siapa yang berharap banyak orang sakit,” pungkas Rasuli. (c1)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/