alexametrics
26.3 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Delapan Bulan PA Tangani Ribuan Perkara

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Jumlah perkara yang ditangani dan divonis majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Bangkalan mencapai ribuan. Buktinya, perkara yang diterima sejak Januari–Agustus mencapai 1.382 perkara. Sementara yang divonis pada bulan yang sama berjumlah 1.259 perkara.

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura, Moh. Rasid, hakim PA Bangkalan membenarkan hal tersebut. Menurut dia, dari 1.382 perkara yang masuk, 1.259 di antaranya sudah divonis. ”Pemicu perceraian didominasi masalah ekonomi, sementara kebutuhan hidup semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut dia, kasus perceraian banyak dialami kalangan menengah ke bawah. Mereka tetap memilih perceraian meski sudah melalui upaya mediasi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah cerai talak pada tahun ini sebanyak 368 perkara dan cerai gugat 598 perkara. ”Kami sudah berupaya agar pemohon dan termohon rukun,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Humas PA Bangkalan.

Baca Juga :  Harga 5.000 Liter Air Bersih Bisa Mencapai Rp 500 Ribu, Ini Alasannya

Berdasar data yang diperoleh dari PA Bangkalan, mulai Januari sampai Agustus 2021, permohonan perwalian 7 perkara, asal-usul anak 3 perkara, dan isbat nikah 154 perkara. ”Sedangkan dispensasi kawin 79 perkara, wali adhal 3 perkara, penetapan ahli waris 42 perkara, dan lain-lain 5 perkara,” tuturnya.

Dijelaskan, mulai Januari sampai Desember 2020, jumlah perkara yang masuk ke PA Bangkalan sebanyak 2.444 kasus. Sementara yang divonis pada bulan yang sama sebanyak 2.322 perkara. Permhonan cerai talak yang dikabulkan majelis hakim sebanyak 639 perkara. Sementara cerai gugat berjumlah 969 perkara (selengkapnya baca grafis). (c2)

 

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Jumlah perkara yang ditangani dan divonis majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Bangkalan mencapai ribuan. Buktinya, perkara yang diterima sejak Januari–Agustus mencapai 1.382 perkara. Sementara yang divonis pada bulan yang sama berjumlah 1.259 perkara.

Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Madura, Moh. Rasid, hakim PA Bangkalan membenarkan hal tersebut. Menurut dia, dari 1.382 perkara yang masuk, 1.259 di antaranya sudah divonis. ”Pemicu perceraian didominasi masalah ekonomi, sementara kebutuhan hidup semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut dia, kasus perceraian banyak dialami kalangan menengah ke bawah. Mereka tetap memilih perceraian meski sudah melalui upaya mediasi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah cerai talak pada tahun ini sebanyak 368 perkara dan cerai gugat 598 perkara. ”Kami sudah berupaya agar pemohon dan termohon rukun,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Humas PA Bangkalan.

Baca Juga :  Penyeberangan Kamal Hanya Muat Logistik

Berdasar data yang diperoleh dari PA Bangkalan, mulai Januari sampai Agustus 2021, permohonan perwalian 7 perkara, asal-usul anak 3 perkara, dan isbat nikah 154 perkara. ”Sedangkan dispensasi kawin 79 perkara, wali adhal 3 perkara, penetapan ahli waris 42 perkara, dan lain-lain 5 perkara,” tuturnya.

Dijelaskan, mulai Januari sampai Desember 2020, jumlah perkara yang masuk ke PA Bangkalan sebanyak 2.444 kasus. Sementara yang divonis pada bulan yang sama sebanyak 2.322 perkara. Permhonan cerai talak yang dikabulkan majelis hakim sebanyak 639 perkara. Sementara cerai gugat berjumlah 969 perkara (selengkapnya baca grafis). (c2)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/