alexametrics
29.4 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

BPJAMSOSTEK Salurkan Beasiswa dan JKM

BANGKALAN – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) memberikan beasiswa serta jaminan kematian (JKM) kepada tiga orang anak peserta. Penyerahan beasiswa dilakukan bersamaan dengan kegiatan vaksinasi bersama BPJAMSOSTEK Jawa Timur (Jatim) di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Madura, Sabtu (14/8).

Peserta BPJAMSOSTEK atas nama (almarhum) Eka Santoso Hidayat, karyawan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dan almarhumah Nafiah Yuliana, tenaga harian lepas (THL) Dinas Koperasi dan Mikro Kecil Kabupaten Bangkalan.

Dua anak almarhum Eka, Ikrar Nusa Bakti yang saat ini duduk di bangku SMA, menerima beasiswa Rp 3 juta, dan Irene Maharani yang sedang duduk di bangku SMP menerima beasiswa Rp 2 juta. Sedangkan anak (almarhumah) Nafiah, Raihan Risky Pradana, yang sedang duduk di bangku SD, menerima beasiswa Rp 1,5 juta.

Selain beasiswa, ahli waris almarhum Eka menerima JKM sebesar Rp 42 juta, jaminan hari tua (JHT) Rp 25.414.830, dan jaminan pensiun (JP) Rp 356.000 per bulan. Sementara ahli waris almarhumah Nafiah menerima JKM Rp 42 juta dan JHT Rp 4.384.080.

Baca Juga :  Demi Sabu Sabu Senilai Rp 300 Ribu, Warga Bangkalan Gadaikan Motor

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Imron Amin mengatakan, program BPJAMSOSTEK sangat penting diikuti seluruh pekerja, baik pekerja formal maupun informal. Karena itu, bupati yang akrab disapa Ra Latif itu menyarankan kepada pemberi kerja dan pekerja di Kabupaten Bangkalan untuk daftar dan menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

”Program BPJAMSOSTEK tujuannya menyejahterakan. Bukan hanya bagi pekerja, melainkan juga bagi keluarganya bilamana si pekerja mengalami musibah kecelakaan kerja atau meninggal,” ujarnya.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim Deny Yusyulian mengatakan, manfaat program BPJAMSOSTEK sangat dirasakan peserta dan keluarganya. Salah satunya, manfaat beasiswa untuk anak peserta program JKK dan JKM yang meninggal. Beasiswa diberikan per tahun untuk dua anak. Mulai TK hingga perguruan tinggi. Totalnya bisa mencapai Rp 174 juta.

Deny mengimbau kepada seluruh pengusaha dan pekerja, baik sektor PU, BPU, jasa konstruksi, non-PNS, maupun pekerja migran Indonesia (PMI) untuk memproteksi diri dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK. ”Ini bukti nyata negara hadir melalui BPJAMSOSTEK untuk memberikan kepastian perlindungan atas risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Deny.

Baca Juga :  KKNT 58 UTM Gandeng BNNP Jatim Sosialisasi Bahaya Narkoba

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Madura Vinca Meitasari menyampaikan, selain kepada ketiga anak tersebut, BPJAMSOSTEK Madura juga telah menyerahkan beasiswa untuk anak peserta yang telah meninggal. Sesuai Permenaker, beasiswa diberikan pada dua anak peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal.

”Mulai TK sampai kuliah di perguruan tinggi. Beasiswa diberikan per tahun sesuai jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Untuk TK dan SD Rp 1,5 juta per tahun, SMP Rp 2 juta, SMA Rp 3 juta, dan perguruan tinggi Rp 12 juta. Beasiswa pendidikan anak ini merupakan salah satu manfaat program BPJAMSOSTEK,” ulasnya.

Dia menambahkan, program BPJAMSOSTEK tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga keluarganya. ”Karena itu, begitu terjadi risiko pada pekerja, kecelakaan kerja atau meninggal, keluarga yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan hidup dan sekolah sampai sarjana,” pungkasnya. (rul/par)

BANGKALAN – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) memberikan beasiswa serta jaminan kematian (JKM) kepada tiga orang anak peserta. Penyerahan beasiswa dilakukan bersamaan dengan kegiatan vaksinasi bersama BPJAMSOSTEK Jawa Timur (Jatim) di Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Madura, Sabtu (14/8).

Peserta BPJAMSOSTEK atas nama (almarhum) Eka Santoso Hidayat, karyawan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dan almarhumah Nafiah Yuliana, tenaga harian lepas (THL) Dinas Koperasi dan Mikro Kecil Kabupaten Bangkalan.

Dua anak almarhum Eka, Ikrar Nusa Bakti yang saat ini duduk di bangku SMA, menerima beasiswa Rp 3 juta, dan Irene Maharani yang sedang duduk di bangku SMP menerima beasiswa Rp 2 juta. Sedangkan anak (almarhumah) Nafiah, Raihan Risky Pradana, yang sedang duduk di bangku SD, menerima beasiswa Rp 1,5 juta.


Selain beasiswa, ahli waris almarhum Eka menerima JKM sebesar Rp 42 juta, jaminan hari tua (JHT) Rp 25.414.830, dan jaminan pensiun (JP) Rp 356.000 per bulan. Sementara ahli waris almarhumah Nafiah menerima JKM Rp 42 juta dan JHT Rp 4.384.080.

Baca Juga :  Sekolah Tidak Boleh Terima Siswa Lebih dari Empat Rombel

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Imron Amin mengatakan, program BPJAMSOSTEK sangat penting diikuti seluruh pekerja, baik pekerja formal maupun informal. Karena itu, bupati yang akrab disapa Ra Latif itu menyarankan kepada pemberi kerja dan pekerja di Kabupaten Bangkalan untuk daftar dan menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

”Program BPJAMSOSTEK tujuannya menyejahterakan. Bukan hanya bagi pekerja, melainkan juga bagi keluarganya bilamana si pekerja mengalami musibah kecelakaan kerja atau meninggal,” ujarnya.

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jatim Deny Yusyulian mengatakan, manfaat program BPJAMSOSTEK sangat dirasakan peserta dan keluarganya. Salah satunya, manfaat beasiswa untuk anak peserta program JKK dan JKM yang meninggal. Beasiswa diberikan per tahun untuk dua anak. Mulai TK hingga perguruan tinggi. Totalnya bisa mencapai Rp 174 juta.

Deny mengimbau kepada seluruh pengusaha dan pekerja, baik sektor PU, BPU, jasa konstruksi, non-PNS, maupun pekerja migran Indonesia (PMI) untuk memproteksi diri dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK. ”Ini bukti nyata negara hadir melalui BPJAMSOSTEK untuk memberikan kepastian perlindungan atas risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Deny.

Baca Juga :  UTM-Pemkab Sepakat Canangkan Kampung Karakter

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Madura Vinca Meitasari menyampaikan, selain kepada ketiga anak tersebut, BPJAMSOSTEK Madura juga telah menyerahkan beasiswa untuk anak peserta yang telah meninggal. Sesuai Permenaker, beasiswa diberikan pada dua anak peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal.

”Mulai TK sampai kuliah di perguruan tinggi. Beasiswa diberikan per tahun sesuai jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Untuk TK dan SD Rp 1,5 juta per tahun, SMP Rp 2 juta, SMA Rp 3 juta, dan perguruan tinggi Rp 12 juta. Beasiswa pendidikan anak ini merupakan salah satu manfaat program BPJAMSOSTEK,” ulasnya.

Dia menambahkan, program BPJAMSOSTEK tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga keluarganya. ”Karena itu, begitu terjadi risiko pada pekerja, kecelakaan kerja atau meninggal, keluarga yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan hidup dan sekolah sampai sarjana,” pungkasnya. (rul/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/