alexametrics
29 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Permainan Boleh, Pelonco Jangan

BANGKALAN – Mulai kemarin (15/7), SMP dan SMA melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Tiap sekolah sudah mendapat arahan tentang pelaksanaan MPLS. Jika ditemukan perpeloncoan selama MPLS, pihak sekolah akan ditegur.

MPLS SMP digelar selama tiga hari, mulai kemarin hingga Rabu (17/7). Sedangkan di SMA, MPLS dilaksanakan mulai kemarin hingga Jumat (19/7). Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan sudah mengirim surat kepada kepala UPT SMA/SMK perihal pelaksanaan MPLS. Surat tersebut menindaklanjuti Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang MPLS.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Bangkalan Sunarto menyatakan, MPLS akan digelar selama lima hari. Pihaknya mengimbau, kepala sekolah melaksanakan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Juga instruksi pemerintah pusat.

Baca Juga :  Menko Airlangga: UMKM-PKL Penerima Bantuan Presiden Ditambah

Penyelenggaraan MPLS tidak boleh melibatkan kakak kelas, senior, dan alumni. Hanya OSIS dan guru yang boleh terlibat dalam MPLS. Untuk masalah kesehatan, sekolah hendaknya menggandeng puskesmas atau dokter terdekat. ”Kalau masalah pendidikan karakter, diharapkan bekerja sama dengan pihak kepolisian terdekat,” ujar Sunarto.

Selama MPLS, panitia tidak diperbolehkan melakukan tindakan bullying. Yang penting, lanjut Sunarto, bagaimana peserta didik menjadi anak yang inovatif, kreatif, dan memiliki kepribadian yang membangun. Itu merupakan harapan MPLS. Jika pihaknya menemukan sekolah yang melanggar, akan diberi teguran.

”Imbauan kami sudah jelas. Kami ada penekanan kepada masing-masing sekolah. Kami rasa sekolah sudah memahami itu,” katanya. ”Kalau tetap ada pelanggaran, kepala sekolah diberi teguran,” tandas Sunarto.

Baca Juga :  Tersambar Petir, Atap Rumah Hancur

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan SMP Disdik Bangkalan Mustaqim mengatakan, MPLS SMP hanya dilakukan oleh panitia sekolah seperti dewan guru. Jadi, ada kepanitiaan tersendiri, bukan murid. Pengurus OSIS hanya diperbantukan.

Bagaimana jika ditemukan perpeloncoan selama MPLS? Mustaqim menjawab, jika hanya permainan biasa diperbolehkan. Namun kalau perpeloncoan tidak diperbolehkan. Itu sudah ada aturannya.

”Kalau hanya permainan, tidak ada masalah. Semuanya tetap ada pengawasan selama MPLS,” tegasnya mewakili Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika. ”Kalau ada pelanggaran dalam MPLS, kepala sekolah diberi teguran,” pungkasnya.

- Advertisement -

BANGKALAN – Mulai kemarin (15/7), SMP dan SMA melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Tiap sekolah sudah mendapat arahan tentang pelaksanaan MPLS. Jika ditemukan perpeloncoan selama MPLS, pihak sekolah akan ditegur.

MPLS SMP digelar selama tiga hari, mulai kemarin hingga Rabu (17/7). Sedangkan di SMA, MPLS dilaksanakan mulai kemarin hingga Jumat (19/7). Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan sudah mengirim surat kepada kepala UPT SMA/SMK perihal pelaksanaan MPLS. Surat tersebut menindaklanjuti Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang MPLS.

Kepala Cabang Disdik Jatim Wilayah Bangkalan Sunarto menyatakan, MPLS akan digelar selama lima hari. Pihaknya mengimbau, kepala sekolah melaksanakan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Juga instruksi pemerintah pusat.

Baca Juga :  Diskominfo Sampang Kembangkan Aplikasi iBuDiTa dan Smart-IDI


Penyelenggaraan MPLS tidak boleh melibatkan kakak kelas, senior, dan alumni. Hanya OSIS dan guru yang boleh terlibat dalam MPLS. Untuk masalah kesehatan, sekolah hendaknya menggandeng puskesmas atau dokter terdekat. ”Kalau masalah pendidikan karakter, diharapkan bekerja sama dengan pihak kepolisian terdekat,” ujar Sunarto.

Selama MPLS, panitia tidak diperbolehkan melakukan tindakan bullying. Yang penting, lanjut Sunarto, bagaimana peserta didik menjadi anak yang inovatif, kreatif, dan memiliki kepribadian yang membangun. Itu merupakan harapan MPLS. Jika pihaknya menemukan sekolah yang melanggar, akan diberi teguran.

”Imbauan kami sudah jelas. Kami ada penekanan kepada masing-masing sekolah. Kami rasa sekolah sudah memahami itu,” katanya. ”Kalau tetap ada pelanggaran, kepala sekolah diberi teguran,” tandas Sunarto.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Anak Belum Punya Akta Kelahiran

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan SMP Disdik Bangkalan Mustaqim mengatakan, MPLS SMP hanya dilakukan oleh panitia sekolah seperti dewan guru. Jadi, ada kepanitiaan tersendiri, bukan murid. Pengurus OSIS hanya diperbantukan.

Bagaimana jika ditemukan perpeloncoan selama MPLS? Mustaqim menjawab, jika hanya permainan biasa diperbolehkan. Namun kalau perpeloncoan tidak diperbolehkan. Itu sudah ada aturannya.

”Kalau hanya permainan, tidak ada masalah. Semuanya tetap ada pengawasan selama MPLS,” tegasnya mewakili Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika. ”Kalau ada pelanggaran dalam MPLS, kepala sekolah diberi teguran,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komitmen Tekan AKI-AKB

Menjaga Kesehatan Tulang

Pasar Tumpah Picu Kemacetan

Most Read

Artikel Terbaru

/