alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Pencarian Penumpang KMP Tongkol Sementara Dihentikan

BANGKALAN – Seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) KMP Tongkol mendadak geger Kamis (15/2). Semua mata tertuju ke laut. Lantaran, salah seorang penumpang diketahui berada di laut Selat Madura.

Sekitar 05.45, KMP Tongkol sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah kapal sudah terisi penumpang, sepeda motor, dan kendaraan roda empat, kapal tersebut mengangkat jangkar. Sekitar pukul 06.15, berangkat menuju Pelabuhan Kamal.

Sekitar lima belas menit berlayar di Selat Madura, seorang penumpang terlihat sudah tercebur di laut. Saat itu posisi kapal berada di titik koordinat 07°11′ 333″ S – 112° 44′ 337″ T. KMP Tongkol pun langsung mencari korban.

Selain itu juga berkoordinasi dengan Syahbandar Surabaya dan Polairud. Tak berselang lama, ada lima kapal cepat dikerahkan untuk melakukan pencarian. Di antaranya kapal Ditpolair Polda Jatim, Basarnas, kesatuan penjagaan laut dan pantai (KPLP), Polair Polres Bangkalan, serta BKO Mabes Polri.

Baca Juga :  Tercebur ke Selokan, Balita 20 Bulan di Bangkalan Ditemukan Meninggal

Belakangan korban diketahui bernama Iqbal Sya’rani. Dia merupakan warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Dia diduga mengalami gangguan jiwa. Sekitar dua bulan lalu keluar dari Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya.

Muhammad Kadi, pedagang asongan di KMP Tongkol, mengatakan, sebelum tercebur, Iqbal mondar-mandir di geladak tempat parkir kendaraan. Kemudian, ada ABK menyarankan untuk naik ke tempat duduk khusus penumpang. Namun, korban tidak menghiraukan ABK.

Pria 54 tahun itu mengaku tidak tahu pasti Iqbal tercebur atau melompat. ”Pastinya saya tidak tahu. Tiba-tiba dia sudah berada di laut,” terang warga Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, itu.

Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Irma Sumiati membenarkan, pihaknya langsung bergerak sesaat setelah mendapat informasi penumpang kapal tenggelam. Pencarian dilakukan mengikuti arus air hingga ke perairan Kwanyar, dan ke barat hingga perairan Gresik.

Baca Juga :  Penumpang KMP Tongkol Terjun ke Selat Madura

Jika ada korban tercebur di laut biasanya akan tenggelam. Selang dua hingga tiga hari biasanya mengambang. Semua petugas yang dikerahkan belum membuahkan hasil. Iqbal belum ditemukan.

Irma belum bisa memastikan apakah korban terjatuh atau sengaja melompat dari kapal. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan keluarga korban. Diperoleh keterangan bahwa yang bersangkutan memiliki gangguan jiwa.

Karena itu, Irma menduga korban melompat dari KMP Tongkol. ”Informasinya korban mengalami kelainan,” ucapnya. Sekitar pukul 17.30 upaya pencairan dihentikan karena cuaca tidak mendukung. Pencairan akan dilanjutkan Jumat (16/2).

BANGKALAN – Seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) KMP Tongkol mendadak geger Kamis (15/2). Semua mata tertuju ke laut. Lantaran, salah seorang penumpang diketahui berada di laut Selat Madura.

Sekitar 05.45, KMP Tongkol sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah kapal sudah terisi penumpang, sepeda motor, dan kendaraan roda empat, kapal tersebut mengangkat jangkar. Sekitar pukul 06.15, berangkat menuju Pelabuhan Kamal.

Sekitar lima belas menit berlayar di Selat Madura, seorang penumpang terlihat sudah tercebur di laut. Saat itu posisi kapal berada di titik koordinat 07°11′ 333″ S – 112° 44′ 337″ T. KMP Tongkol pun langsung mencari korban.


Selain itu juga berkoordinasi dengan Syahbandar Surabaya dan Polairud. Tak berselang lama, ada lima kapal cepat dikerahkan untuk melakukan pencarian. Di antaranya kapal Ditpolair Polda Jatim, Basarnas, kesatuan penjagaan laut dan pantai (KPLP), Polair Polres Bangkalan, serta BKO Mabes Polri.

Baca Juga :  Jatah Rp 17 Miliar, Untuk Lanjutan Proyek Jalan Pendekat Overpas II

Belakangan korban diketahui bernama Iqbal Sya’rani. Dia merupakan warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Dia diduga mengalami gangguan jiwa. Sekitar dua bulan lalu keluar dari Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya.

Muhammad Kadi, pedagang asongan di KMP Tongkol, mengatakan, sebelum tercebur, Iqbal mondar-mandir di geladak tempat parkir kendaraan. Kemudian, ada ABK menyarankan untuk naik ke tempat duduk khusus penumpang. Namun, korban tidak menghiraukan ABK.

Pria 54 tahun itu mengaku tidak tahu pasti Iqbal tercebur atau melompat. ”Pastinya saya tidak tahu. Tiba-tiba dia sudah berada di laut,” terang warga Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, itu.

- Advertisement -

Kasatpolair Polres Bangkalan AKP Irma Sumiati membenarkan, pihaknya langsung bergerak sesaat setelah mendapat informasi penumpang kapal tenggelam. Pencarian dilakukan mengikuti arus air hingga ke perairan Kwanyar, dan ke barat hingga perairan Gresik.

Baca Juga :  Bawaslu Bangkalan Stop Penyelidikan Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu

Jika ada korban tercebur di laut biasanya akan tenggelam. Selang dua hingga tiga hari biasanya mengambang. Semua petugas yang dikerahkan belum membuahkan hasil. Iqbal belum ditemukan.

Irma belum bisa memastikan apakah korban terjatuh atau sengaja melompat dari kapal. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan keluarga korban. Diperoleh keterangan bahwa yang bersangkutan memiliki gangguan jiwa.

Karena itu, Irma menduga korban melompat dari KMP Tongkol. ”Informasinya korban mengalami kelainan,” ucapnya. Sekitar pukul 17.30 upaya pencairan dihentikan karena cuaca tidak mendukung. Pencairan akan dilanjutkan Jumat (16/2).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/