alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pasien DBD Capai Ratusan, Satu Meninggal

BANGKALAN – Demam berdarah dengue (DBD) selalu mengintai setiap musim penghujan. Hingga September lalu terjadi 139 kasus penyakit yang diakibatkan gigitan Aedes aegypti itu. Dari 22 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), hanya Puskesmas Kamal yang tidak ada pasien DBD.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan menyebutkan, pasien DBD Puskesmas Klampis paling banyak dengan 25 orang. Disusul Puskesmas Sepulu 16 pasien, Puskesmas Tanjungbumi 15 pasien, Puskesmas Kokop 11 pasien, dan Puskesmas Geger 10 pasien.

Kemudian, Puskesmas Tongguh, Arosbaya, dan Burneh masing-masing delapan pasien. Lalu Puskesmas Bangkalan dan Tragah masing-masing lima pasien. Disusul Puskesmas Jaddih dan Socah masing-masing empat pasien.

Sementara di Puskesmas Tanah Merah, Banjar, Galis, dan Konang masing-masing tiga pasien. Puskesmas Blega, Modung, dan Kedungdung menangani masing-masing dua pasien. Sedangkan Puskesmas Kwanyar dan Sukolilo hanya satu pasien.

Baca Juga :  Upaya ACT Tangkal Meluasnya Penyakit DBD

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bangkalan Mariamah mengatakan, DBD perlu diwaspadai. Pencegahan bisa dilakukan dengan 3M plus. Menguras, menutup, mengubur, dan memberantas jentik nyamuk.

Memberantas jentik nyamuk dengan menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air. Bisa juga dengan memelihara ikan pemakan jentik dan menggunakan obat nyamuk bakar maupun oles. Abate bisa ditebus gratis di puskesmas. Total abate yang sudah didistribusikan ke-22 puskesmas 515 kilogram. 

”Kasus DBD yang masuk ke kami 138 dengan 1 kasus meninggal per September 2019,” pungkasnya. (c4)

BANGKALAN – Demam berdarah dengue (DBD) selalu mengintai setiap musim penghujan. Hingga September lalu terjadi 139 kasus penyakit yang diakibatkan gigitan Aedes aegypti itu. Dari 22 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), hanya Puskesmas Kamal yang tidak ada pasien DBD.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan menyebutkan, pasien DBD Puskesmas Klampis paling banyak dengan 25 orang. Disusul Puskesmas Sepulu 16 pasien, Puskesmas Tanjungbumi 15 pasien, Puskesmas Kokop 11 pasien, dan Puskesmas Geger 10 pasien.

Kemudian, Puskesmas Tongguh, Arosbaya, dan Burneh masing-masing delapan pasien. Lalu Puskesmas Bangkalan dan Tragah masing-masing lima pasien. Disusul Puskesmas Jaddih dan Socah masing-masing empat pasien.


Sementara di Puskesmas Tanah Merah, Banjar, Galis, dan Konang masing-masing tiga pasien. Puskesmas Blega, Modung, dan Kedungdung menangani masing-masing dua pasien. Sedangkan Puskesmas Kwanyar dan Sukolilo hanya satu pasien.

Baca Juga :  Sertijab Wakapolres Bangkalan Hendy Keluar, Deky Masuk

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bangkalan Mariamah mengatakan, DBD perlu diwaspadai. Pencegahan bisa dilakukan dengan 3M plus. Menguras, menutup, mengubur, dan memberantas jentik nyamuk.

Memberantas jentik nyamuk dengan menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air. Bisa juga dengan memelihara ikan pemakan jentik dan menggunakan obat nyamuk bakar maupun oles. Abate bisa ditebus gratis di puskesmas. Total abate yang sudah didistribusikan ke-22 puskesmas 515 kilogram. 

”Kasus DBD yang masuk ke kami 138 dengan 1 kasus meninggal per September 2019,” pungkasnya. (c4)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/